Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Kripto di Badai Global

Share

Kumpulan artikel ini mengeksplorasi dinamika pasar aset kripto, mulai dari arus masuk dana besar ke ETF Bitcoin dan pengaruhnya terhadap harga, hingga tekanan geopolitik di Timur Tengah serta kebijakan regulasi stablecoin di AS. Selain itu, dibahas juga dampak konflik Iran dan pergerakan pasar saham terhadap fluktuasi Bitcoin, serta strategi pelaku pasar dalam menghadapi debasement trade. Semua berita mencerminkan tantangan dan potensi jangka panjang aset digital di tengah ketidakpastian global.

04 Mar 2026, 20.16 WIB

Debat Regulasi: Apakah Stablecoin yang Bayar Bunga Harus Diatur Seperti Bank?

Debat Regulasi: Apakah Stablecoin yang Bayar Bunga Harus Diatur Seperti Bank?
Jamie Dimon dari JPMorgan mengusulkan bahwa penerbit stablecoin yang membayar bunga harus diatur seperti bank, menimbulkan perdebatan tentang regulasi crypto di AS. Patrick Witt dari Presiden's Council of Advisors for Digital Assets menolak usulan tersebut dengan alasan aturan Genius Act melarang penerbit stablecoin melakukan pinjaman. Dimon menekankan perbedaan antara hadiah transaksi dan bunga atas saldo simpanan serta menginginkan regulasi ketat bagi penerbit stablecoin yang berfungsi seperti bank. Witt menegaskan stablecoin tidak sama dengan deposito karena tidak boleh melakukan rehypothecation atau peminjaman cadangan, sesuai dengan Genius Act. Perdebatan ini berimplikasi pada arah regulasi stablecoin di AS, di mana ada kebutuhan untuk membedakan produk crypto dan fungsi bank tradisional. Keputusan ini akan mempengaruhi perkembangan dan keamanan ekosistem aset digital serta penerapan kebijakan keuangan nasional.
04 Mar 2026, 20.00 WIB

Mengapa Interoperabilitas Jadi Kunci Utama Tokenisasi Sekuritas Sukses

Mengapa Interoperabilitas Jadi Kunci Utama Tokenisasi Sekuritas Sukses
Operator pasar besar dunia memperingatkan bahwa tokenisasi sekuritas akan sulit berkembang tanpa kesepakatan interoperabilitas antara blockchain dan sistem keuangan tradisional. Hal ini penting karena aset dapat terjebak pada jaringan terisolasi yang menyebabkan biaya tinggi dan likuiditas terfragmentasi. DTCC, Euroclear, dan Clearstream bersama BCG menyatakan bahwa beragam teknologi blockchain yang dipakai saat ini mempersulit integrasi dan meningkatkan risiko operasional dan regulasi. Mereka memprediksi model terintegrasi dalam bentuk 'network-of-networks' yang menghubungkan berbagai platform dengan standar, gateway, dan layanan yang diatur. Walaupun tokenisasi sudah mulai diterapkan dalam pasar repo bernilai lebih dari 300 miliar dolar per hari, banyak proses masih bergantung pada sistem lama. Karena itu, mereka menyerukan pembentukan kelompok kerja antar regulator dan pelaku pasar untuk menetapkan tata kelola, standar, dan ketahanan agar pasar tokenisasi bisa berkembang secara aman dan efisien.
04 Mar 2026, 19.15 WIB

Kenaikan Bitcoin di Tengah Perang Timur Tengah dan Harapan Regulasi Baru di AS

Kenaikan Bitcoin di Tengah Perang Timur Tengah dan Harapan Regulasi Baru di AS
Bitcoin hampir menyentuh harga 72.000 dolar, mencapai level tertinggi dalam sebulan meskipun pasar tradisional mengalami tekanan karena konflik di Timur Tengah. Faktor utama adalah peluang legislasi stabilcoin dan harapan perdamaian antara Iran dan AS yang meningkatkan sentimen investor di pasar kripto. kenaikan ini membangkitkan minat investor institusional terhadap cryptocurrency, terutama produk spot ETF. Legislasi Clarity Act yang sedang dipertimbangkan di AS diperkirakan akan memberikan manfaat besar bagi altcoin dan stablecoin, memicu optimisme pasar. Sementara itu, laporan mengenai komunikasi rahasia antara Iran dan CIA memberikan sinyal bahwa negosiasi damai mungkin masih berlangsung, mengurangi ketidakpastian geopolitik. Hal ini memperkuat posisi Bitcoin sebagai aset yang relatif tahan banting di tengah gejolak pasar keuangan. Volatilitas pasar diprediksi akan terus tinggi terutama jika jalur minyak di Selat Hormuz tetap terganggu dan harga minyak melonjak. Namun, tekanan untuk membuka kembali jalur tersebut akan meningkat seiring waktu, yang dapat membantu stabilisasi pasar. Bitcoin dianggap sebagai indikator awal perbaikan sentimen investor dan dapat memberikan pandangan terkait stabilitas pasar ke depan.
04 Mar 2026, 18.37 WIB

Bitcoin dan Logam Mulia Menguat karena Ketegangan Timur Tengah Memanas

Bitcoin dan Logam Mulia Menguat karena Ketegangan Timur Tengah Memanas
Bitcoin mencapai level tertinggi satu bulan di angka 71.800 USD didorong oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Emosi pasar dipengaruhi oleh konflik militer antara Israel dan Iran yang semakin memanas dan menyebabkan pelarian modal ke aset safe haven. Logam mulia seperti emas dan perak juga mengalami kenaikan signifikan, 1,8% dan 5,3% secara berturut-turut, dalam 24 jam terakhir. Sementara itu, pasar saham AS stagnan dan gagal mengikuti kenaikan tajam yang terlihat di pasar kripto dan logam berharga. Peningkatan harga aset safe haven berpotensi berlanjut jika konflik tidak mereda, yang menunjukkan preferensi investor untuk menghindari risiko di pasar keuangan konvensional. Hal ini mencerminkan pola klasik di mana ketidakpastian geopolitik mendorong diversifikasi ke aset yang dianggap lebih aman.
04 Mar 2026, 16.22 WIB

Bitcoin Tampil Tangguh di Tengah Krisis Timur Tengah, Emas Justru Tertinggal

Bitcoin Tampil Tangguh di Tengah Krisis Timur Tengah, Emas Justru Tertinggal
Bitcoin melonjak lebih dari 6% dalam 24 jam terakhir, mencapai harga tertinggi multi-minggu di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Konflik ini melibatkan Iran yang memblokade pasokan minyak melalui Selat Hormuz, menimbulkan kekhawatiran inflasi dan ketidakpastian pasar energi global. Selain itu, mata uang kripto utama lain seperti Ether, XRP, dan Solana juga mengalami kenaikan signifikan. Harga emas yang biasanya menjadi aset aman justru turun dari puncaknya di atas 5.400 dolar per ounce ke level sekitar 5.160 dolar, sementara indeks saham di Asia, termasuk Kospi Korea Selatan, mengalami tekanan tajam akibat peningkatan biaya impor minyak. Data CoinDesk menunjukkan Bitcoin telah berhasil mempertahankan level turunannya di sekitar 65.000 dolar selama krisis ini. Tagus Capital menilai Bitcoin kini menunjukkan karakter defensif yang lebih fleksibel daripada emas di masa krisis. Fenomena ini menandai perubahan persepsi terhadap Bitcoin sebagai aset investasi yang dapat diandalkan selama periode ketidakpastian geopolitik dan ekonomi. Ke depan, Bitcoin diprediksi akan semakin diminati sebagai alternatif safe haven selain emas, meskipun tingkat volatilitasnya tetap menjadi faktor risiko yang perlu diperhatikan oleh para investor.
04 Mar 2026, 14.34 WIB

Ray Dalio Kritik Bitcoin Saat Harga Emas dan Bitcoin Berbeda Arah di Krisis

Ray Dalio mengkritik bitcoin karena tidak memiliki dukungan bank sentral, kurang privasi, dan risiko dari komputasi kuantum. Pendiri Bridgewater Associates ini menyarankan agar investor tidak membandingkan bitcoin dengan emas sebagai safe haven. Namun, pergerakan harga emas dan bitcoin pada saat pernyataan ini menimbulkan pertanyaan atas klaimnya. Pada hari Dalio mengeluarkan pernyataan, harga emas turun 3% sementara bitcoin turun 0,7%. Sejak Oktober, harga bitcoin telah turun lebih dari 45% sedangkan emas naik 30%. Konflik AS-Iran memicu volatilitas harga kedua aset tersebut, menunjukkan keduanya belum berperilaku sepenuhnya seperti safe haven. Dalio tetap menyimpan sekitar 1% portofolionya dalam bitcoin dan bahkan merekomendasikan alokasi hingga 15% pada bitcoin atau emas sebagai diversifikasi. Pasar masih mempertimbangkan masa depan bitcoin sebagai aset pelindung kekayaan di tengah ketidakpastian geopolitik dan finansial.
04 Mar 2026, 13.09 WIB

Mengapa Harga Bitcoin Tetap Stagnan Meski Investor Serbu ETF Spot

Permintaan terhadap ETF bitcoin spot di AS meningkat drastis dengan masuknya dana sebesar 1,4 miliar dolar dalam lima hari terakhir. Hal ini terjadi meskipun harga bitcoin di pasar spot tidak menunjukkan kenaikan signifikan. Data menunjukkan 11 ETF spot telah mengumpulkan total dana lebih dari 55 miliar dolar sejak peluncurannya pada Januari 2024. Mekanisme ETF memungkinkan authorized participants (AP) melakukan penciptaan dan penebusan saham ETF dengan metode short selling, dimana mereka dapat menjual saham yang belum dimiliki sebelum melakukan pembelian bitcoin di pasar spot. Hal ini menyebabkan adanya jeda waktu antara arus dana masuk ke ETF dan realisasi pembelian bitcoin di pasar spot. Sementara itu, tekanan jual lain juga muncul pada saat pembelian spot dilakukan. Akibat mekanisme ini, inflow dana ETF yang besar tidak selalu berbanding lurus dengan kenaikan harga bitcoin di pasar spot. Perubahan harga bitcoin menjadi tertahan atau ‘stuck’ pada level tertentu, yang menciptakan kesan harga bitcoin stabil meskipun permintaan ETF meningkat. Fenomena ini bisa menciptakan kondisi pasar yang sedikit tidak sesuai (mispricing) dalam situasi pasar yang sangat volatile.
04 Mar 2026, 12.43 WIB

Bitcoin Tertekan Konflik Iran dan Makroekonomi, Harga Kembali Turun

Bitcoin mengalami tekanan signifikan dengan kegagalan menembus 70.000 USD sebanyak tiga kali sejak crash awal Februari. Harga BTC bergerak di kisaran 67.600 USD saat sesi Asia hari Rabu, turut dipengaruhi oleh volatilitas pasar dan sentimen global yang tidak stabil. Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz dan kenaikan harga minyak semakin memperberat kondisi pasar dengan menekan sentimen risiko global. Analis melihat kemungkinan penurunan harga Bitcoin ke 63.000 USD jika resistensi 70.000 USD tidak mampu dilewati. Bitcoin semakin dianggap sebagai aset cadangan alternatif meskipun pasar masih belum sepenuhnya menerima karena risiko tinggi. Pergerakan harga jangka pendek akan dipengaruhi oleh perkembangan konflik Iran, dinamika aliran masuk ETF, dan kondisi makroekonomi global.
04 Mar 2026, 10.07 WIB

Kenaikan Bitcoin ke 68.000 USD: Short-Covering dan Ketidakpastian Geopolitik

Bitcoin mengalami kenaikan kembali ke 68.000 USD yang sebagian besar didorong oleh mekanisme short-covering setelah sentimen bearish terkait ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pasar tidak yakin akan resolusi segera sehingga pergerakan ini lebih didorong oleh posisi trading daripada keyakinan fundamental. Bitcoin ETF mendapatkan inflow sekitar 1,45 miliar USD dalam lima hari terakhir, dan indikator teknikal seperti RSI mulai memperlihatkan pemulihan. Volume perdagangan spot juga naik, menandakan stabilitas pasar namun tanpa tanda-tanda optimisme kuat di pasar derivatif yang masih didominasi penjual. Prediksi pasar menunjukkan penurunan probabilitas bitcoin jatuh ke harga 65.000 USD dan 60.000 USD dalam waktu dekat. Hal ini menandakan bahwa bitcoin telah menemukan support sementara meskipun para trader tetap berhati-hati dan belum yakin akan adanya rally besar atau penurunan signifikan selanjutnya.
04 Mar 2026, 05.27 WIB

Trump Dorong Pengesahan RUU Stablecoin untuk Lindungi Industri Kripto AS

Donald Trump mengingatkan bahwa para bank berusaha menghambat pengesahan GENIUS Act serta mendorong Kongres segera menyelesaikan RUU struktur pasar kripto. Ia menegaskan pentingnya RUU ini untuk memastikan industri kripto tetap berkembang di AS dan tidak pindah ke negara lain seperti China. RUU struktur pasar kripto masih macet di Senat akibat perbedaan pendapat antara sektor perbankan dan perusahaan kripto soal izin pihak ketiga memberikan hasil pada simpanan stablecoin. Pemerintah pusat telah mencoba memfasilitasi negosiasi, namun sampai kini belum tercapai kesepakatan. Jika RUU ini tak segera disahkan, industri kripto AS bisa kehilangan keunggulan kompetitif dan berpotensi berpindah ke pasar internasional. Proses pengesahan juga berisiko tertunda karena jadwal politik yang padat di tahun-tahun menjelang pemilu besar.
Sebelumnya
Setelahnya

Baca Juga

  • Kripto di Badai Global

  • Revolusi Mobile AI Barcelona 2026

  • Waspada Penipuan Digital

  • Teluk Terbakar

  • AI: Konflik & Inovasi

  • Perjudian Geopolitik: Bursa Konflik

  • Jejak Tata Surya Purba

  • Arena Dominasi Digital & Geopolitik

  • Inovasi Penunjang Koloni Lunar

  • Panen THR Ojol 2026