Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bitcoin Tertekan Konflik Iran dan Makroekonomi, Harga Kembali Turun

Finansial
Mata Uang Kripto
News Publisher
04 Mar 2026
298 dibaca
1 menit
Bitcoin Tertekan Konflik Iran dan Makroekonomi, Harga Kembali Turun

AI summary

Bitcoin mengalami volatilitas tinggi dengan penurunan harga yang signifikan dan ketidakpastian pasar.
Ketegangan geopolitik, terutama terkait dengan Iran, mempengaruhi pasar saham dan cryptocurrency secara keseluruhan.
Persepsi terhadap Bitcoin sebagai aset cadangan sedang berkembang meskipun ada tantangan dan risiko yang terkait.
Bitcoin mengalami tekanan signifikan dengan kegagalan menembus 70.000 USD sebanyak tiga kali sejak crash awal Februari. Harga BTC bergerak di kisaran 67.600 USD saat sesi Asia hari Rabu, turut dipengaruhi oleh volatilitas pasar dan sentimen global yang tidak stabil.Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz dan kenaikan harga minyak semakin memperberat kondisi pasar dengan menekan sentimen risiko global. Analis melihat kemungkinan penurunan harga Bitcoin ke 63.000 USD jika resistensi 70.000 USD tidak mampu dilewati.Bitcoin semakin dianggap sebagai aset cadangan alternatif meskipun pasar masih belum sepenuhnya menerima karena risiko tinggi. Pergerakan harga jangka pendek akan dipengaruhi oleh perkembangan konflik Iran, dinamika aliran masuk ETF, dan kondisi makroekonomi global.

Experts Analysis

Wojciech Kaszycki
Menilai bahwa rebound Bitcoin yang cepat merupakan akibat dari tekanan jual yang dipaksakan dan likuiditas yang tipis, dan menganggap bahwa keberlanjutan aliran masuk ETF adalah sinyal penting berikutnya.
Alex Kuptsikevich
Memperkirakan potensi penurunan Bitcoin sampai ke 63.000 USD jika level resistensi tetap kuat, mencerminkan skeptisisme terhadap kelanjutan reli harga.
Gracy Chen
Menganggap Bitcoin sebagai aset cadangan yang sedang berkembang namun masih sulit diterima karena risiko dan sejarahnya yang relatif muda dibandingkan emas.
Editorial Note
Situasi pasar saat ini menunjukkan bahwa Bitcoin belum bisa bebas dari pengaruh eksternal seperti geopolitik dan kondisi makroekonomi yang ketat. Meskipun dianggap sebagai aset cadangan masa depan, volatilitas tinggi dan kurangnya kejelasan fundamental membuat investor harus tetap berhati-hati.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.