
Courtesy of CoinDesk
Bitcoin Tertekan Konflik Iran dan Makroekonomi, Harga Kembali Turun
Memberikan gambaran tentang kondisi terkini pasar cryptocurrency dalam konteks geopolitik dan makroekonomi global, serta memberikan wawasan mengenai potensi pergerakan harga Bitcoin dan aset kripto lainnya ke depan.
04 Mar 2026, 12.43 WIB
83 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Bitcoin mengalami volatilitas tinggi dengan penurunan harga yang signifikan dan ketidakpastian pasar.
- Ketegangan geopolitik, terutama terkait dengan Iran, mempengaruhi pasar saham dan cryptocurrency secara keseluruhan.
- Persepsi terhadap Bitcoin sebagai aset cadangan sedang berkembang meskipun ada tantangan dan risiko yang terkait.
Asia, Asia Pasifik - Bitcoin mengalami tekanan signifikan dengan kegagalan menembus 70.000 USD sebanyak tiga kali sejak crash awal Februari. Harga BTC bergerak di kisaran 67.600 USD saat sesi Asia hari Rabu, turut dipengaruhi oleh volatilitas pasar dan sentimen global yang tidak stabil.
Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz dan kenaikan harga minyak semakin memperberat kondisi pasar dengan menekan sentimen risiko global. Analis melihat kemungkinan penurunan harga Bitcoin ke 63.000 USD jika resistensi 70.000 USD tidak mampu dilewati.
Bitcoin semakin dianggap sebagai aset cadangan alternatif meskipun pasar masih belum sepenuhnya menerima karena risiko tinggi. Pergerakan harga jangka pendek akan dipengaruhi oleh perkembangan konflik Iran, dinamika aliran masuk ETF, dan kondisi makroekonomi global.
Referensi:
[1] https://www.coindesk.com/markets/2026/03/04/bitcoin-holds-ether-solana-slide-as-mideast-woes-drag-asian-equities-to-multi-year-lows
[1] https://www.coindesk.com/markets/2026/03/04/bitcoin-holds-ether-solana-slide-as-mideast-woes-drag-asian-equities-to-multi-year-lows
Analisis Ahli
Wojciech Kaszycki
"Menilai bahwa rebound Bitcoin yang cepat merupakan akibat dari tekanan jual yang dipaksakan dan likuiditas yang tipis, dan menganggap bahwa keberlanjutan aliran masuk ETF adalah sinyal penting berikutnya."
Alex Kuptsikevich
"Memperkirakan potensi penurunan Bitcoin sampai ke 63.000 USD jika level resistensi tetap kuat, mencerminkan skeptisisme terhadap kelanjutan reli harga."
Gracy Chen
"Menganggap Bitcoin sebagai aset cadangan yang sedang berkembang namun masih sulit diterima karena risiko dan sejarahnya yang relatif muda dibandingkan emas."
Analisis Kami
"Situasi pasar saat ini menunjukkan bahwa Bitcoin belum bisa bebas dari pengaruh eksternal seperti geopolitik dan kondisi makroekonomi yang ketat. Meskipun dianggap sebagai aset cadangan masa depan, volatilitas tinggi dan kurangnya kejelasan fundamental membuat investor harus tetap berhati-hati."
Prediksi Kami
Bitcoin dan pasar kripto lainnya kemungkinan akan terus mengalami volatilitas tinggi dengan tekanan menurun jika ketegangan geopolitik dan masalah likuiditas tidak segera mereda, berpotensi menekan harga ke kisaran 63.000 USD atau lebih rendah dalam jangka pendek.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang menyebabkan penurunan harga Bitcoin?A
Penurunan harga Bitcoin disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk ketegangan geopolitik dan likuiditas yang tipis selama penjualan akhir pekan.Q
Bagaimana kinerja Ethereum dan BNB saat ini?A
Ethereum turun 2,2% dalam 24 jam terakhir, sementara BNB naik 5,2% dalam seminggu.Q
Apa dampak ketegangan di Iran terhadap pasar saham Asia?A
Ketegangan di Iran menyebabkan investor cemas, yang berkontribusi pada penurunan besar di pasar saham Asia, termasuk yang terjadi di Korea Selatan.Q
Mengapa Gracy Chen menganggap Bitcoin sebagai aset cadangan yang muncul?A
Gracy Chen percaya bahwa Bitcoin adalah aset cadangan yang muncul karena banyak orang belum sepenuhnya menerima konsepnya, meskipun lebih sulit untuk diinvestasikan dibandingkan emas yang sudah ada lama.Q
Apa yang dikatakan Wojciech Kaszycki tentang pergerakan harga Bitcoin?A
Wojciech Kaszycki menyatakan bahwa setelah Bitcoin mencapai kembali di atas $70K, sinyal yang lebih penting adalah apakah aliran ETF tetap stabil.