Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mengapa Harga Bitcoin Tetap Stagnan Meski Investor Serbu ETF Spot

Finansial
Mata Uang Kripto
News Publisher
04 Mar 2026
1440 dibaca
1 menit
Mengapa Harga Bitcoin Tetap Stagnan Meski Investor Serbu ETF Spot

TLDR

Inflow besar ke ETF Bitcoin tidak selalu berujung pada peningkatan harga Bitcoin di pasar spot.
Struktur ETF memungkinkan adanya penjualan saham sebelum pembelian aset yang mendasarinya, yang dapat menciptakan ketidaksesuaian di pasar.
Ketegangan geopolitik dan faktor eksternal lainnya dapat mempengaruhi dinamika harga Bitcoin meskipun ada minat investor yang tinggi.
Permintaan terhadap ETF bitcoin spot di AS meningkat drastis dengan masuknya dana sebesar 1,4 miliar dolar dalam lima hari terakhir. Hal ini terjadi meskipun harga bitcoin di pasar spot tidak menunjukkan kenaikan signifikan. Data menunjukkan 11 ETF spot telah mengumpulkan total dana lebih dari 55 miliar dolar sejak peluncurannya pada Januari 2024.Mekanisme ETF memungkinkan authorized participants (AP) melakukan penciptaan dan penebusan saham ETF dengan metode short selling, dimana mereka dapat menjual saham yang belum dimiliki sebelum melakukan pembelian bitcoin di pasar spot. Hal ini menyebabkan adanya jeda waktu antara arus dana masuk ke ETF dan realisasi pembelian bitcoin di pasar spot. Sementara itu, tekanan jual lain juga muncul pada saat pembelian spot dilakukan.Akibat mekanisme ini, inflow dana ETF yang besar tidak selalu berbanding lurus dengan kenaikan harga bitcoin di pasar spot. Perubahan harga bitcoin menjadi tertahan atau ‘stuck’ pada level tertentu, yang menciptakan kesan harga bitcoin stabil meskipun permintaan ETF meningkat. Fenomena ini bisa menciptakan kondisi pasar yang sedikit tidak sesuai (mispricing) dalam situasi pasar yang sangat volatile.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.