Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Era Robotika dan Energi Bersih

Share

Kumpulan artikel ini membahas terobosan terkini dalam bidang teknologi, mulai dari komputer optimasi kuantum, aplikasi AI untuk kurasi podcast, hingga robot humanoid dan inovasi penyimpanan energi dengan baterai air. Artikel-artikel tersebut juga menyoroti tantangan global dan dampak lingkungan terkait konsumsi energi manusia serta solusi berkelanjutan. Bersama-sama, mereka menggambarkan peta jalan menuju masa depan yang lebih efisien dan cerdas.

28 Feb 2026, 21.19 WIB

Metacritic Ambil Langkah Tegas Lawan Ulasan Game Berbasis AI Palsu

Metacritic Ambil Langkah Tegas Lawan Ulasan Game Berbasis AI Palsu
Resident Evil Requiem memiliki jutaan pemain dan skor Metacritic yang tinggi, namun muncul ulasan yang diduga ditulis oleh AI dari outlet Videogamer dengan profil penulis palsu. Hal ini memicu kekhawatiran terkait keaslian ulasan di platform ulasan game utama. Metacritic co-founder Marc Doyle telah menghapus ulasan tersebut dan beberapa lainnya, serta mengonfirmasi kebijakan mereka yang melarang ulasan AI. Videogamer sendiri mengalami PHK besar dan beralih menggunakan konten AI sehingga menurunkan kualitas dan kredibilitas ulasannya. Metacritic berencana melakukan audit lebih ketat terhadap outlet ulasan untuk menghilangkan ulasan yang ditulis oleh AI palsu demi menjaga integritas dan kepercayaan. Langkah ini penting karena skor ulasan mempengaruhi penjualan game dan kesehatan studio pengembang.
27 Feb 2026, 10.41 WIB

Teknik Baru Deteksi Cacat Tersembunyi untuk Elektronik Ultra-Tipis Lebih Andal

Teknik Baru Deteksi Cacat Tersembunyi untuk Elektronik Ultra-Tipis Lebih Andal
Peneliti di Rice University berhasil mengembangkan teknik baru untuk mendeteksi cacat tersembunyi dalam material isolator dua dimensi yang banyak digunakan dalam elektronik ultra-tipis. Cacat ini dapat menjebak muatan listrik dan melemahkan material sehingga perangkat lebih mudah rusak. Salah satu material yang sering digunakan adalah hexagonal boron nitride atau hBN. Meskipun atom-atomnya tersusun rapi, cacat seperti misalignment panjang dan sempit bisa terjadi selama pemindahan dan penanganan bahan ini. Cacat ini disebut stacking faults dan sulit dideteksi dengan mikroskop biasa karena terlihat halus dan mulus. Namun, dengan menggunakan spektroskopi katodoluminesensi, peneliti dapat melihat peta cahaya ultraviolet yang memunculkan lokasi cacat tersebut. Penemuan ini sangat penting karena cacat yang tak terdeteksi selama ini bisa membuat perangkat elektronik menjadi tidak stabil dan mudah rusak pada tegangan rendah. Dengan teknik ini, kualitas dan keandalan komponen elektronik bisa ditingkatkan secara signifikan. Teknologi ini membuka jalan bagi pengembangan transistor, fotodetektor, dan perangkat kuantum yang lebih dapat diandalkan di masa depan. Penelitian ini membawa harapan untuk membuat elektronik ultra-tipis yang lebih kuat dan tahan lama.
27 Feb 2026, 04.40 WIB

Katalis Berbasis Cahaya Matahari untuk Mengurai Bahan Kimia 'Forever' PFAS di Lingkungan

Katalis Berbasis Cahaya Matahari untuk Mengurai Bahan Kimia 'Forever' PFAS di Lingkungan
PFAS adalah bahan kimia yang sangat stabil dan digunakan di banyak produk seperti pakaian tahan air dan peralatan masak anti lengket. Namun, bahan ini sulit diuraikan secara alami sehingga menumpuk di lingkungan dan tubuh manusia, menimbulkan risiko kesehatan seperti kanker. Sebuah tim internasional yang dipimpin oleh University of Bath mengembangkan katalis berbasis karbon yang menggunakan cahaya matahari untuk mengurai PFAS menjadi karbondioksida dan fluoride, yang lebih aman dan mudah terurai di lingkungan. Katalis ini menggabungkan karbon nitride dengan polimer PIM-1 yang berfungsi menjebak molekul PFAS dekat permukaan katalis, sehingga proses penguraian lebih efisien pada pH netral, kondisi yang biasanya ditemukan di air alami. Metode ini lebih ramah lingkungan dan hemat energi karena menggunakan cahaya matahari, bukan suhu tinggi atau bahan kimia keras. Selain itu, teknologi ini juga berpotensi dikembangkan menjadi sensor portabel yang dapat mendeteksi kadar PFAS melalui pengukuran fluoride. Para peneliti sedang mencari mitra industri untuk mengembangkan teknologi ini agar dapat digunakan secara nyata. Jika berhasil, teknologi ini bisa menjadi solusi penting untuk mengatasi pencemaran PFAS sekaligus memudahkan pemantauan kualitas lingkungan.
24 Feb 2026, 20.59 WIB

Terobosan Toshiba dan MIRISE: Robot Otonom Dengan Komputer Optimasi Kuantum

Terobosan Toshiba dan MIRISE: Robot Otonom Dengan Komputer Optimasi Kuantum
Toshiba dan MIRISE Technologies memperkenalkan teknologi baru yang menggabungkan komputer optimasi terinspirasi kuantum, Toshiba SBM, langsung ke dalam robot mobile otonom. Teknologi ini membantu robot melakukan pelacakan beberapa objek secara real-time dan membuat keputusan yang cepat meskipun terbatas oleh ukuran dan konsumsi daya yang kecil. Teknologi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan sektor logistik dan mobilitas pintar yang terus berkembang, terutama karena kekurangan tenaga kerja manusia. Robot dan kendaraan otonom perlu mendeteksi rute dan hambatan menggunakan alat seperti kamera dan LiDAR, sehingga teknologi SBM sangat penting dalam menghadapi kompleksitas tugas tersebut. SBM bekerja menggunakan algoritma yang terinspirasi oleh komputasi kuantum tapi tanpa perlu perangkat kuantum sebenarnya, sehingga bisa dijalankan di perangkat standar seperti FPGA. Toshiba dan MIRISE berhasil mengembangkan algoritma pelacakan multi-objek yang mampu bekerja secara efisien di lingkungan ramai dengan banyak objek yang saling berpotongan atau tertutup. Hasil pengujian menunjukkan teknologi ini memberikan peningkatan akurasi hingga 4% dibanding standar umum dan 23% untuk situasi objek tertutup. Selain itu, teknologi ini mampu mencapai kecepatan pelacakan 23 frame per detik, dua kali dari standar minimum yang dibutuhkan dalam kendaraan otonom. Dalam uji coba nyata, robot yang menggunakan teknologi SBM berhasil menunjukkan kemampuan perencanaan jalur dinamis sambil menghindari objek bergerak dengan lebih efisien, berkat data pelacakan yang mendetail dan pengolahan posisi serta prediksi pergerakan objek yang akurat.
23 Feb 2026, 23.55 WIB

Particle Hadirkan Fitur Podcast Clips, Mempermudah Update Berita Lewat Audio

Particle Hadirkan Fitur Podcast Clips, Mempermudah Update Berita Lewat Audio
Particle adalah aplikasi berita baru dari mantan insinyur Twitter yang kini bisa menggabungkan berita dari web dengan potongan podcast. Dengan fitur Podcast Clips, aplikasi ini mengekstrak momen-momen penting dari podcast sehingga kamu bisa mendengarkan komentar singkat saat membaca berita tanpa harus memutar keseluruhan podcast yang panjang. Kamu juga diberi pilihan untuk membaca transkrip yang menyoroti kata-kata saat diucapkan, membuat pengalaman mengikuti berita jadi lebih interaktif dan mudah dipahami. CEO Particle, Sara Beykpour, menjelaskan bahwa mereka menggunakan teknologi AI untuk menghubungkan bagian podcast yang relevan dengan setiap berita, sehingga satu podcast yang membahas banyak topik bisa dipecah menjadi klip-klip yang berkaitan dengan cerita tertentu. Podcast kini jadi sumber berita yang makin dipercaya dan penting. Teknologi ini penting karena banyak tokoh teknologi dan pejabat publik yang memilih podcast untuk menyampaikan pernyataan penting, bukan media tradisional. Selain itu, Particle menggunakan teknologi dari ElevenLabs untuk transkripsi, tapi cara mereka menentukan tepatnya bagian mana yang harus dipotong adalah rahasia perusahaan. Fitur Podcast Clips memungkinkan kamu bahkan melihat daftar semua podcast yang membahas seorang tokoh terkenal, contoh CEO OpenAI, lengkap dalam satu halaman. Selain itu, Particle juga meluncurkan langganan berbayar bernama Particle+ yang menambah kemampuan seperti memilih suara dalam audio, meringkas berita dengan gaya penulisan favorit, dan fitur AI chatbot untuk pertanyaan pribadi. Tidak hanya itu, versi Android terbaru menghadirkan konten berita yang lebih aktual, misalnya soal Olimpiade Musim Dingin 2026, serta tambahan halaman definisi entitas dan topik terkait. Menariknya, sebagian besar pengguna Particle ada di luar Amerika Serikat, dengan India sebagai pasar terbesar kedua.
23 Feb 2026, 03.13 WIB

OpenMind Buka Jalan bagi Robot Humanoid Tiongkok ke Pasar Global

Perusahaan OpenMind yang berbasis di Amerika Serikat sedang mengembangkan sistem operasi robot berbasis AI bernama OM1, yang bersifat open-source dan dapat digunakan pada berbagai jenis robot. Tujuan utama OM1 adalah membantu produsen robot, termasuk dari Tiongkok, agar dapat lebih mudah mengembangkan dan mendistribusikan produk mereka di berbagai pasar global. Tiongkok dikenal unggul dalam pengembangan perangkat keras robotik berkat rantai pasokan yang terintegrasi dan persaingan dalam negeri yang ketat, sehingga mempercepat inovasi dan iterasi produk. Beberapa perusahaan robot besar dari Tiongkok sudah menjalin kerja sama dengan OpenMind untuk melangkah ke pasar internasional. OpenMind juga mendorong penggunaan perangkat lunak yang dikembangkan dan dihosting di AS, dengan data lokal dan infrastruktur cloud, untuk membantu perusahaan robot Tiongkok mengatasi berbagai kendala regulasi yang kompleks ketika memasuki pasar AS. Sistem operasi OM1 sendiri dapat digunakan di berbagai jenis robot, mulai dari robot berkaki empat, humanoid, hingga drone dan robot beroda. Fokus OpenMind adalah mengembangkan robot yang berinteraksi langsung dengan manusia di lingkungan seperti toko ritel, rumah sakit, dan sekolah. Mereka tidak berencana memasuki pasar robot industri yang sudah sangat matang dengan pemain besar seperti Amazon. OpenMind juga memberikan dukungan pemasaran untuk membantu perusahaan robot Tiongkok menyesuaikan konten mereka agar lebih menarik bagi konsumen di Barat. Dengan kolaborasi ini, OpenMind berupaya membuka peluang produk robot humanoid dari Tiongkok untuk diterima secara luas di pasar internasional, sekaligus menyediakan teknologi dan strategi pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan global. Langkah ini diprediksi akan mempercepat adopsi robot cerdas yang ramah pengguna di berbagai sektor dunia.
22 Feb 2026, 04.38 WIB

Sam Altman Singkirkan Mitos Penggunaan Air AI dan Tekankan Energi Terbarukan

Sam Altman, CEO OpenAI, baru-baru ini menghadiri sebuah acara di India dan membantah kekhawatiran yang selama ini beredar tentang penggunaan air ChatGPT yang diklaim sangat tinggi per setiap kueri. Dia menjelaskan bahwa klaim seperti ‘17 galon air per kueri’ adalah informasi yang tidak benar dan sangat menyesatkan, berasal dari masa ketika pusat data masih menggunakan pendinginan evaporatif yang kini sudah tidak lagi dipakai. Walaupun demikian, Altman tetap mengakui bahwa konsumsi energi total yang meningkat akibat pemakaian AI secara besar-besaran memang menjadi masalah yang harus diperhatikan oleh dunia. Dia menekankan bahwa fokus yang tepat adalah bagaimana dunia beralih ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan seperti nuklir, angin, dan tenaga surya agar penggunaan AI menjadi lebih berkelanjutan. Dalam perbincangan dengan seorang pewawancara yang mengutip Bill Gates, Altman juga menepis klaim bahwa sebuah query ChatGPT setara dengan menggunakan 1,5 baterai iPhone. Ia menyampaikan bahwa konsumsi energi per kueri sangat jauh lebih kecil dari itu. Lebih lanjut, dia menyampaikan perbandingan penggunaan energi antara manusia dan AI harus dilihat dari sisi pelatihan dan operasi secara menyeluruh. Menurut Altman, pelatihan manusia memakan sumber daya energi dan waktu yang sangat besar selama bertahun-tahun, termasuk 20 tahun hidup dan makanan yang dikonsumsi, plus proses evolusi manusia selama ribuan tahun. Maka, membandingkan energi pelatihan AI dan manusia harus dilakukan secara proporsional, dan pada akhirnya AI sudah mulai efisien dalam merespons kueri setelah model dilatih. Diskusi tentang konsumsi energi dan air AI memang kompleks dan seringkali diwarnai oleh informasi yang kurang tepat. Klarifikasi dari Altman ini penting untuk membangun pemahaman yang lebih akurat dan mendorong industri teknologi untuk lebih transparan dan bertanggung jawab dalam penggunaan sumber daya alam.
21 Feb 2026, 15.19 WIB

Baterai Ramah Lingkungan dari Air Rendaman Tahu Tahan Hingga 120.000 Siklus

Para peneliti dari City University of Hong Kong dan Southern University of Science and Technology mengembangkan baterai baru dengan menggunakan air rendaman tahu (tofu brine) sebagai bahan utama. Baterai ini menggunakan elektrode organik dan elektrolit yang netral dan tidak beracun, menjadikannya ramah lingkungan dan sangat aman digunakan dibandingkan baterai lithium-ion yang biasa dipakai. Salah satu keunggulan utama baterai ini adalah daya tahan siklus pengisian yang sangat lama, lebih dari 120.000 kali, jauh melampaui baterai konvensional yang hanya sampai ribuan siklus. Ini berarti baterai ini bisa dipakai bertahun-tahun tanpa perlu diganti, yang sangat bagus untuk aplikasi penyimpanan energi besar seperti di pembangkit listrik tenaga surya atau angin. Karena menggunakan elektrolit netral dan berbahan dasar air, baterai ini tidak bersifat asam maupun mudah terbakar, sehingga sangat aman digunakan tanpa risiko kebakaran atau polusi lingkungan. Namun, kapasitas energi baterai ini belum setinggi baterai lithium-ion, sehingga kurang cocok untuk aplikasi yang membutuhkan energi besar dalam volume kecil seperti ponsel atau kendaraan listrik. Walaupun masih dalam tahap penelitian, baterai ini punya potensi besar untuk mengatasi masalah limbah dan bahaya yang sering muncul dari baterai konvensional. Dengan siklus umur yang panjang dan bahan yang murah serta ramah lingkungan, teknologi ini sangat menjanjikan untuk masa depan penyimpanan energi hijau. Akan tetapi, untuk benar-benar bisa digunakan secara luas di pasaran, teknologi ini harus bisa diskalakan, harga produksinya murah, dan kapabilitasnya stabil di luar laboratorium. Jika berhasil, baterai dari rendaman tahu bisa menjadi solusi efisien untuk penyimpanan energi di jaringan listrik dan sistem cadangan listrik di berbagai bidang.

Baca Juga

  • Humanoids go mainstream as China’s robotics champions appear at CCTV spectacle

  • Bos Microsoft Ramal AI Gantikan Karyawan Kantoran dalam 18 Bulan

  • Front Baru AI dan Perangkat Pintar

  • Terobosan Teknologi Global

  • Gejolak Tekno-Ekonomi

  • Frontier Teknologi Terkini

  • Semua berita penting dari KTT Dampak AI India yang sedang berlangsung

  • Google adds music-generation capabilities to the Gemini app

  • Revolusi AI Chip 2026

  • Inovasi Teknologi Terdepan