TLDR
Katalis berbasis karbon dapat secara efektif memecah PFAS menjadi produk yang kurang berbahaya. Teknologi ini menggunakan sinar matahari, yang membuatnya lebih ramah lingkungan dan hemat energi. Tim peneliti berencana untuk mengembangkan sensor portabel untuk mendeteksi PFAS di lingkungan. PFAS adalah bahan kimia yang sangat stabil dan digunakan di banyak produk seperti pakaian tahan air dan peralatan masak anti lengket. Namun, bahan ini sulit diuraikan secara alami sehingga menumpuk di lingkungan dan tubuh manusia, menimbulkan risiko kesehatan seperti kanker.Sebuah tim internasional yang dipimpin oleh University of Bath mengembangkan katalis berbasis karbon yang menggunakan cahaya matahari untuk mengurai PFAS menjadi karbondioksida dan fluoride, yang lebih aman dan mudah terurai di lingkungan.Katalis ini menggabungkan karbon nitride dengan polimer PIM-1 yang berfungsi menjebak molekul PFAS dekat permukaan katalis, sehingga proses penguraian lebih efisien pada pH netral, kondisi yang biasanya ditemukan di air alami.Metode ini lebih ramah lingkungan dan hemat energi karena menggunakan cahaya matahari, bukan suhu tinggi atau bahan kimia keras. Selain itu, teknologi ini juga berpotensi dikembangkan menjadi sensor portabel yang dapat mendeteksi kadar PFAS melalui pengukuran fluoride.Para peneliti sedang mencari mitra industri untuk mengembangkan teknologi ini agar dapat digunakan secara nyata. Jika berhasil, teknologi ini bisa menjadi solusi penting untuk mengatasi pencemaran PFAS sekaligus memudahkan pemantauan kualitas lingkungan.