Fokus

Front Baru AI dan Perangkat Pintar

Share

Kumpulan artikel ini menyoroti dinamika terbaru di ranah teknologi, mulai dari peluncuran perangkat Huawei untuk kebangkitan global, kunci digital generasi berikutnya di smartphone, hingga solusi otomasi pabrik berbasis AI dari Doosan Robotics. Termasuk juga kolaborasi pendiri Reface dan Prisma untuk meningkatkan inferensi model AI secara on-device, ketegangan pada puncak konferensi AI di India antara Altman dan Amodei, serta strategi Lenovo menghadapi krisis pasokan memori dengan dukungan AI.

26 Feb 2026, 23.01 WIB

Huawei Luncurkan Mate 80 Pro Internasional, Siap Rebut Pasar Global Lagi

Huawei Luncurkan Mate 80 Pro Internasional, Siap Rebut Pasar Global Lagi
Huawei Technologies kembali menunjukkan kekuatannya dengan meluncurkan smartphone terbaru, Mate 80 Pro, di Madrid, Spanyol. Ini menandai langkah besar perusahaan untuk masuk kembali ke pasar smartphone global setelah beberapa tahun fokus di pasar domestik. Peluncuran ini menunjukkan ambisi Huawei untuk memperluas jangkauan produk mereka ke seluruh dunia. Mate 80 Pro versi internasional menggunakan prosesor Kirin 9030 Pro yang dirancang sendiri oleh Huawei, dan berjalan pada sistem operasi EMUI 15 yang berbasis Android. Ini berbeda dengan versi domestik yang menggunakan HarmonyOS, sistem operasi buatan Huawei sendiri. Dengan langkah ini, Huawei mencoba menggabungkan kekuatan teknologi lokal dan global agar produknya tetap kompetitif di pasar internasional. Peluncuran di Madrid ini menandai kembalinya Huawei ke pasar global untuk model bar-type Mate setelah empat tahun vakum. Mate 80 Pro yang sebelumnya telah diluncurkan di China pada November menunjukkan keseriusan Huawei dalam memperkuat posisinya sebagai pemain utama di industri smartphone, meskipun menghadapi sanksi dari Amerika Serikat. Selain smartphone, Huawei juga memperkenalkan produk wearable baru yang menambahkan fitur ‘wheelchair mode’, menunjukkan komitmen perusahaan terhadap inklusivitas dan inovasi dalam teknologi perangkat yang bisa dikenakan. Ini memperlihatkan bahwa Huawei tak hanya fokus pada smartphone, tetapi juga pada ekosistem perangkat pintar yang lengkap. Pada tahun 2025, Huawei berhasil merebut posisi nomor 1 di pasar smartphone China dengan pangsa pasar 16,4 persen, mengalahkan Apple yang memiliki 16,2 persen. Data ini menunjukkan kekuatan dan potensi Huawei untuk kembali bersaing secara global, dengan Mate 80 Pro sebagai produk andalan mereka untuk merebut pasar internasional.
26 Feb 2026, 20.03 WIB

Aliro, Standar Baru Akses Digital yang Mudahkan Hidup dengan Satu Digital Wallet

Aliro, Standar Baru Akses Digital yang Mudahkan Hidup dengan Satu Digital Wallet
Connectivity Standards Alliance baru saja merilis spesifikasi versi 1.0 untuk Aliro, sebuah standar komunikasi dan kredensial baru yang dirancang untuk menyederhanakan cara pengguna mengakses berbagai pintu dan akses menggunakan smartphone atau smartwatch mereka. Aliro bertujuan untuk menghilangkan kebutuhan aplikasi dan kunci digital yang berbeda-beda dengan menyatukan teknologi komunikasi yang ada seperti NFC, Bluetooth, dan Ultra-Wideband dalam satu sistem yang lebih mudah digunakan. Aliro didukung oleh perusahaan besar seperti Apple, Google, dan Samsung yang berencana mengintegrasikannya dalam digital wallet mereka. Dengan begitu, pengguna dapat membuka pintu rumah, gedung perkantoran, hotel, dan berbagai area lain cukup dengan satu kunci digital yang tersimpan di perangkat mereka, tanpa perlu aplikasi tambahan atau perangkat tambahan. Teknologi yang sudah ada tetap digunakan, seperti NFC untuk tap-to-unlock dan kombinasi Bluetooth serta Ultra-Wideband untuk akses jarak jauh dan hands-free. Aliro menyediakan standar bagaimana kredensial digital ini dibuat, disimpan, dan diverifikasi secara aman, termasuk dalam kondisi offline, sehingga akses tetap dapat dilakukan di tempat tanpa koneksi internet. Aliro juga menaruh perhatian besar pada keamanan dan privasi dengan memakai kriptografi asimetris serta menggunakan program sertifikasi untuk memastikan perangkat yang menggunakan Aliro memiliki standar tinggi dan terhindar dari implementasi yang tidak konsisten atau rentan. Seperti Matter yang sukses menyatukan standar IoT, Aliro diharapkan menjadi solusi revolusioner untuk masalah fragmentasi di industri akses digital. Meski 1.0 adalah awal, pengembangan lebih lanjut akan menambah fitur seperti berbagi kunci digital secara lebih kaya dan melebar ke berbagai skenario penggunaan tanpa menghilangkan kompatibilitas dengan perangkat yang sudah ada.
19 Feb 2026, 23.44 WIB

Doosan Robotics: Mendorong Otomatisasi AI Modular untuk Industri Masa Depan

Doosan Robotics: Mendorong Otomatisasi AI Modular untuk Industri Masa Depan
Doosan Robotics baru-baru ini mendapat penghargaan Best of Innovation di CES 2026 karena solusi AI dan robot kolaboratif atau cobot mereka yang inovatif. Perusahaan Korea ini berfokus tidak hanya pada perangkat keras cobot, tapi juga pada sistem integrasi AI yang mudah digunakan dan cepat dipasang di pabrik dan gudang nyata. Tujuannya adalah membawa otomatisasi yang ramah manusia dan dapat diadaptasi secara modular untuk membantu meningkatkan produktivitas dan keselamatan kerja. Pendekatan modern Doosan menekankan otomatisasi bertahap dengan memulai dari proses yang paling repetitif dan berat seperti palletizing dan depalletizing. Kelebihan cobot mereka adalah dapat digunakan bersama pekerja tanpa memerlukan ruang khusus atau pagar pengaman dengan waktu pemasangan yang sangat singkat. Hal ini membuat perusahaan lebih cepat merasakan manfaat tanpa mengganggu sistem kerja yang sudah ada. Solusi AI terbaru dengan NVIDIA memungkinkan operator menggunakan bahasa alami untuk memprogram robot, sehingga menghilangkan kebutuhan keahlian teknis yang mahal dan sulit. Dengan demikian, proses penyesuaian pallet yang sering berubah bisa dilakukan dengan mudah tanpa harus merancang ulang sistem secara keseluruhan. Ini sangat mengurangi hambatan bagi banyak perusahaan yang selama ini takut dan ragu mengadopsi otomatisasi. Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa cobot bukanlah pengganti tenaga kerja manusia, melainkan mitra yang membantu pekerja mengatasi tugas-tugas monoton, berbahaya, dan melelahkan. Alih-alih kehilangan pekerjaan, banyak pekerja dialihkan ke peran yang lebih fokus pada pengelolaan proses, pemecahan masalah, dan peningkatan kualitas. Dengan populasi pekerja menua dan kekurangan SDM, cobot menjadi sangat penting untuk menjaga kelangsungan operasi industri. Ke depan, otomatisasi akan semakin pintar dengan AI yang bisa memahami konteks dan membuat keputusan secara mandiri. Penggunaan cobot juga akan semakin mudah dengan antarmuka yang intuitif dan kemampuan reconfigurasi cepat oleh operator biasa. Fokus utama bukan lagi sekadar efisiensi, tapi menciptakan lingkungan kerja yang lebih manusiawi, aman, dan fleksibel, sehingga otomatisasi akan menjadi bagian alami dari kehidupan kerja sehari-hari.
19 Feb 2026, 21.43 WIB

Mirai: Mempercepat AI Langsung di Perangkat untuk Masa Depan Hemat Biaya

Mirai: Mempercepat AI Langsung di Perangkat untuk Masa Depan Hemat Biaya
Banyak perusahaan saat ini fokus pada pengembangan AI yang bergantung pada cloud dan pusat data besar, tetapi Mirai sebuah startup di London memiliki visi berbeda. Mereka fokus mengembangkan teknologi yang memungkinkan AI berjalan langsung di perangkat seperti ponsel dan laptop agar lebih efisien dan hemat biaya. Mirai didirikan oleh Dima Shvets dan Alexey Moiseenkov yang sebelumnya terlibat dalam aplikasi viral berbasis AI. Mereka mengembangkan mesin inferensi khusus yang dioptimalkan untuk Apple Silicon, sehingga meningkatkan kecepatan eksekusi model AI hingga 37 persen tanpa menurunkan kualitas hasil. Startup ini juga tengah menyiapkan SDK yang mudah digunakan sehingga pengembang aplikasi hanya perlu menambahkan beberapa baris kode untuk menggunakan teknologi AI on-device mereka. Selain fokus pada teks dan suara, mereka berencana mendukung pengolahan citra di masa mendatang. Tim Mirai sedang menggandeng penyedia model AI dan produsen chip untuk meningkatkan performa serta merencanakan perluasan ke perangkat berbasis Android. Mereka juga membuat sistem orkestrasi yang memungkinkan kombinasi penggunaan AI di perangkat dengan cloud untuk tugas-tugas yang lebih berat. Investasi awal sebesar 10 juta dolar dari berbagai pemodal dan figur berpengaruh menunjukkan keyakinan pasar pada solusi edge AI yang mereka tawarkan. Di masa depan, penggunaan AI on-device berpotensi menjadi tren utama karena manfaat efisiensi biaya dan privasi yang ditawarkannya.
19 Feb 2026, 20.49 WIB

Ketegangan Rivalitas OpenAI dan Anthropic di Tengah KTT AI India

Dalam acara India AI Impact Summit yang digelar di New Delhi, Perdana Menteri Narendra Modi mengajak para pembicara untuk menunjukkan solidaritas dengan bergandengan tangan. Semua eksekutif AI yang hadir di panggung seperti OpenAI dan Anthropic diajak untuk bersatu dalam inovasi teknologi, namun hal tersebut menjadi momen yang agak canggung. Sam Altman, CEO OpenAI, dan Dario Amodei, CEO Anthropic, yang merupakan dua pesaing terkuat dalam dunia kecerdasan buatan, justru tidak bergandengan tangan seperti para pembicara lainnya. Mereka sengaja menunjukkan jarak dalam aksi solidaritas tersebut, yang mencerminkan ketegangan antara kedua perusahaan. Rivalitas ini semakin memanas setelah OpenAI mengumumkan rencana memasang iklan pada ChatGPT, sementara Anthropic meluncurkan iklan di Super Bowl yang mengkritik kebijakan OpenAI tersebut. Konflik semakin dalam ketika Altman menanggapi dengan menyebut Anthropic tidak jujur dan otoriter. Meski persaingan ketat, kedua perusahaan AI tersebut juga memperkuat kehadirannya di India. OpenAI membuka dua kantor baru dan bekerja sama dengan TCS untuk mengembangkan alat AI dalam pendidikan tinggi. Sementara Anthropic juga membuka kantor di India dan berkolaborasi dengan Infosys untuk penerapan teknologi AI. Momen di summit ini membuktikan bahwa meskipun ada persaingan sengit dalam industri AI, negara seperti India menjadi pusat penting bagi pengembangan teknologi tersebut. Persaingan ini bisa memberikan keuntungan kompetitif sekaligus menjadi tantangan dalam kolaborasi global di masa depan.