Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Bos Microsoft Ramal AI Gantikan Karyawan Kantoran dalam 18 Bulan

Share

Grup ini membahas perkembangan teknologi dan inovasi di berbagai bidang, termasuk AI, ruang angkasa, dan startup.

28 Feb 2026, 22.18 WIB

Xiaomi 17 Ultra: Smartphone Kamera Terbaik dengan Zoom Optik Inovatif

Xiaomi 17 Ultra: Smartphone Kamera Terbaik dengan Zoom Optik Inovatif
Xiaomi meluncurkan 17 Ultra sebagai smartphone unggulan dengan fokus utama pada kemampuan kamera yang menggunakan sensor 1 inci dan teknologi LOFIC untuk rentang dinamis tinggi. Kamera dilengkapi zoom optik kontinu 75mm hingga 100mm yang belum umum ada di smartphone lain. Kerjasama Xiaomi dengan Leica meningkatkan kualitas lensa dan tuning software kamera sehingga menghasilkan gambar mendekati kualitas profesional. Selain itu, baterai 6.800 mAh berbasis silikon-karbon memberikan daya tahan lebih lama, dan layar datar 1,5K dengan refresh rate tinggi serta kecerahan puncak sangat mendukung pengalaman visual. Dengan spesifikasi dan fitur kamera unggul, Xiaomi 17 Ultra ditujukan untuk pengguna yang mengutamakan fotografi kelas atas tanpa kompromi. Tren ini mendorong persaingan di segmen Ultra dan bisa memengaruhi arah pengembangan fitur kamera dan baterai pada smartphone masa depan.
27 Feb 2026, 22.37 WIB

Griffin: Perangkat Lunak Baru Mempercepat Perkembangan Reaktor Nuklir Canggih

Griffin: Perangkat Lunak Baru Mempercepat Perkembangan Reaktor Nuklir Canggih
Para ilmuwan Amerika Serikat telah mengembangkan perangkat lunak simulasi bernama Griffin yang mampu mensimulasikan berbagai proses kompleks dalam reaktor nuklir. Dengan kemampuan prediksi yang mendalam, perangkat lunak ini membantu para insinyur melihat bagaimana reaktor akan bekerja dalam kondisi nyata tanpa harus membuat prototipe fisik. Griffin dikembangkan oleh laboratorium Idaho National Laboratory dan Argonne National Laboratory, serta dibangun di atas platform simulasi MOOSE. Perangkat ini dapat menggabungkan simulasi dan analisis neutron, aliran panas, mekanika struktural, dan perilaku bahan dalam satu model yang terintegrasi. Perangkat lunak ini dapat digunakan untuk beragam jenis reaktor nuklir, termasuk reaktor cair, reaktor suhu tinggi, hingga reaktor mikro. Selain itu, Griffin juga berperan dalam pengembangan teknologi nuklir untuk misi luar angkasa NASA seperti roket termal nuklir dan sistem tenaga di bulan dan Mars. Selain untuk teknologi tenaga nuklir, Griffin juga membantu riset fusi dengan mensimulasikan interaksi neutron dalam pembiakan bahan bakar tritium, yang penting bagi pembangunan pembangkit energi fusi di masa depan. Dengan demikian, manfaat Griffin sangat luas di bidang energi dan eksplorasi ruang angkasa. Penggunaan Griffin diharapkan dapat mempercepat inovasi teknologi nuklir dengan biaya lebih rendah dan risiko lebih kecil. Profesor menyatakan bahwa perangkat lunak ini akan menjadi alat penting dalam mewujudkan energi nuklir yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan untuk masa depan.
26 Feb 2026, 01.00 WIB

Galaxy S26 Ultra Hadirkan Layar Privacy Display dan AI Canggih untuk Privasi Maksimal

Galaxy S26 Ultra Hadirkan Layar Privacy Display dan AI Canggih untuk Privasi Maksimal
Samsung memperkenalkan Galaxy S26 Ultra dengan fitur baru bernama Privacy Display yang membatasi sudut pandang layar agar orang di sekitar tidak dapat mengintip isi layar. Teknologi ini sebelumnya sudah ada di laptop, tapi sekarang diimplementasikan dalam ponsel dengan kemampuan mengaktifkan atau menonaktifkannya sesuai kebutuhan. Fitur Privacy Display bekerja dengan dua set piksel: satu untuk tampilan langsung ke pengguna dan satu lagi yang memproyeksikan cahaya ke sisi samping. Pengguna bisa mematikan set piksel yang memproyeksikan ke samping agar layar terlihat gelap dari sudut pandang samping, meningkatkan privasi saat menggunakan ponsel di tempat umum. Samsung juga menyediakan pengaturan yang bisa disesuaikan untuk mengaktifkan Privacy Display hanya pada notifikasi tertentu atau berdasarkan aplikasi yang sedang digunakan, bahkan dapat diotomatisasi sesuai lokasi pengguna. Hal ini membuat fitur tersebut sangat fleksibel dan sesuai kebutuhan sehari-hari. Selain fitur layar, Galaxy S26 Ultra mengalami peningkatan hardware seperti lensa kamera utama dan telefoto dengan aperture lebih besar untuk hasil foto lebih baik, terutama di kondisi cahaya rendah. Sektor AI juga di-upgrade dengan kemampuan edit foto yang lebih canggih dan asisten Google Gemini untuk membantu pengguna di beberapa aplikasi seperti ridesharing dan belanja. Ponsel ini dipersenjatai oleh chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 khusus Samsung dan dibanderol mulai harga 1.299,00 dollar AS untuk versi dengan 256GB penyimpanan dan 12GB RAM. Secara keseluruhan, Galaxy S26 Ultra masih menjadi perangkat yang menarik untuk pengguna yang mencari privasi dan teknologi AI dalam satu paket.
25 Feb 2026, 21.00 WIB

Adobe Firefly Hadirkan Quick Cut, Bantu Editor Video Fokus Berkarya Lebih Cepat

Adobe Firefly Hadirkan Quick Cut, Bantu Editor Video Fokus Berkarya Lebih Cepat
Adobe meluncurkan sebuah fitur baru bernama Quick Cut yang terintegrasi dalam alat pengeditan video Firefly. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk secara otomatis menyusun klip video berdasarkan instruksi teks yang mereka berikan sehingga proses editing menjadi lebih cepat dan mudah. Pengguna dapat mengunggah klip video mereka sendiri atau bahkan menghasilkan footage baru dengan bantuan AI dan menyusunnya secara otomatis menjadi draft video yang terstruktur. Dengan demikian, pengguna tidak lagi harus memulai dari timeline kosong yang seringkali membuat proses editing menjadi lambat dan membosankan. Selain otomatis menggabungkan klip, Quick Cut juga menyediakan kontrol atas panjang video, aspek rasio, serta kemampuan mengedit menggunakan timeline transkripsi. Ini memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan hasil draft edit sesuai keinginan mereka sebelum melakukan penyempurnaan lebih lanjut. Adobe menegaskan bahwa Quick Cut tidak dirancang untuk menghasilkan video akhir yang siap ditayangkan, melainkan sebuah pondasi awal bagi kreator untuk mempercepat proses penyusunan isi video dan menghilangkan tahap-tahap yang tidak kreatif dan repetitif dalam editing. Dengan teknologi ini, kreator video dapat lebih fokus pada membangun alur cerita dan memperhalus elemen audio visual, alih-alih terjebak pada pekerjaan teknis yang membosankan. Adobe berharap fitur ini akan membantu banyak editor video dalam meningkatkan efisiensi kerja mereka.
17 Feb 2026, 23.44 WIB

Pentingnya Pengelolaan Memori dalam Infrastruktur AI yang Mahal dan Kompleks

Pentingnya Pengelolaan Memori dalam Infrastruktur AI yang Mahal dan Kompleks
Biasanya saat membahas biaya pembangunan infrastruktur AI, perhatian utama jatuh pada Nvidia dan GPU yang mereka produksi. Namun, ada faktor lain yang sama pentingnya, yaitu harga chip memori DRAM yang kini melonjak hingga 7 kali lipat dalam satu tahun terakhir. Kenaikan ini menjadi tantangan besar bagi para hyperscaler atau perusahaan besar yang membangun banyak data center baru dengan investasi miliaran dolar. Seiring dengan kenaikan harga memori, pengelolaan data agar dapat diakses dengan efisien oleh model-model AI jadi sangat penting. Jika pengelolaan memori dilakukan dengan baik, kueri AI bisa dilakukan dengan jumlah token yang lebih sedikit, sehingga biayanya turun dan performa meningkat. Ini menjadi masalah krusial yang bisa menentukan apakah perusahaan bisa bertahan atau tidak di bisnis AI. Pembahasan menarik datang dari Dan O’Laughlin dan Val Bercovici, yang mengupas bagaimana caching prompt pada model Anthropic seperti Claude dapat menghemat biaya. Mereka menjelaskan ada opsi untuk menyimpan prompt di memori cache mulai dari 5 menit hingga 1 jam, dengan biaya yang berbeda. Manajemen yang tepat memastikan data penting tetap ada di cache dan menghindari pembuangan data yang masih dibutuhkan. Selain Anthropic, startup seperti TensorMesh juga mengerjakan optimasi cache di lapisan teknologi AI yang lebih rendah. Lebih jauh lagi, para engineer dan pengguna akhir AI kini semakin pintar dalam mengatur 'model swarms' atau kumpulan model AI agar bisa memanfaatkan memori cache bersama secara optimal. Semua inovasi ini punya potensi besar untuk menurunkan biaya pemrosesan, membuka peluang bisnis baru. Kesimpulannya, manajemen memori akan menjadi bagian penting untuk keberhasilan AI ke depan. Dengan harga memori yang semakin mahal dan kebutuhan operasional yang terus meningkat, kemampuan mengelola memori adalah kunci efisiensi dan daya saing. Perusahaan yang mampu melakukannya akan menjadi pionir di era AI yang semakin berkembang dan terjangkau.
17 Feb 2026, 21.00 WIB

Emergent: Platform AI dari India Raih Pendapatan 100 Juta Dolar dalam 8 Bulan

Emergent adalah sebuah startup dari India yang menghadirkan platform coding berbasis AI, yang disebut vibe-coding, yang kini sudah digunakan oleh lebih dari 6 juta orang di seluruh dunia. Platform ini memudahkan pengguna, terutama bisnis kecil dan orang tanpa keahlian coding, untuk membuat berbagai aplikasi yang mereka butuhkan dengan cepat dan mudah. Dalam waktu hanya delapan bulan sejak diluncurkan, Emergent telah mencapai pendapatan tahunan sebesar 100 juta dolar. Startup ini juga memiliki sekitar 150.000 pelanggan yang membayar, menunjukkan bahwa banyak bisnis kecil yang mengandalkan teknologi ini untuk menjalankan operasi mereka secara digital. Mayoritas aplikasi yang dibuat menggunakan platform Emergent berfokus pada kebutuhan bisnis seperti CRM, ERP, serta manajemen inventori dan logistik. Sekitar 70% pengguna bahkan tidak memiliki pengalaman coding sebelumnya, sehingga platform ini sangat membantu mereka untuk mewujudkan ide aplikasi tanpa perlu belajar bahasa pemrograman. Emergent juga baru saja meluncurkan aplikasi mobile yang memungkinkan pengguna membuat aplikasi dan langsung mempublikasikannya ke App Store dan Play Store. Fitur ini mendukung cara kerja pengguna yang bisa berinteraksi dengan AI secara asinkron dan memanfaatkan perangkat mobile untuk pengembangan aplikasi. Dengan pendanaan besar dari SoftBank Vision Fund 2 dan Khosla Ventures dan penilaian perusahaan yang melonjak hingga 300 juta dolar, Emergent semakin siap untuk memperluas jangkauan globalnya, termasuk menguji layanan enterprise untuk menjangkau perusahaan yang memerlukan keamanan dan kepatuhan lebih ketat dalam penggunaan platform.
17 Feb 2026, 20.11 WIB

SpaceX dan xAI Ikut Kompetisi Pentagon Kembangkan Drone Swarm Otonom

SpaceX bersama anak perusahaannya yang bergerak di bidang kecerdasan buatan, xAI, ikut serta dalam kompetisi rahasia yang diadakan oleh Pentagon. Kompetisi ini bertujuan untuk menciptakan sistem drone swarm otonom yang dapat dikendalikan melalui perintah suara. Hadiahnya mencapai sekitar 100 juta dolar AS dan berlangsung selama enam bulan. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Defense Innovation Unit Pentagon dan ingin menemukan perangkat lunak yang mampu mengubah perintah suara menjadi instruksi digital untuk menggerakkan banyak drone secara bersamaan. Tujuannya agar personel militer tanpa pelatihan pilot khusus bisa mengendalikan sistem drone dengan mudah dalam situasi tempur atau darurat. Fokus Pentagon pada sistem otonom didorong oleh meningkatnya penggunaan drone yang murah dan mudah diakses dalam berbagai konflik global. Selain itu, drone juga mulai menjadi masalah keamanan domestik seperti mengganggu bandara dan kerumunan besar, terutama saat acara global seperti Piala Dunia FIFA dan perayaan 250 tahun kemerdekaan AS. Selain SpaceX, banyak perusahaan teknologi besar seperti OpenAI, Google, dan Anthropic juga sudah bekerja sama dengan Pentagon dalam mengembangkan sistem AI untuk program pertahanan. Ini menandakan tren yang semakin kuat antara industri teknologi dan militer di Amerika Serikat. Keterlibatan SpaceX dalam kompetisi ini bisa menambah posisi perusahaan sebagai kontraktor pertahanan sekaligus memperkuat integrasi teknologi satelit, peluncuran roket, dan AI untuk berbagai keperluan militer. Ini juga menimbulkan perdebatan mengingat pernyataan awal Elon Musk yang menentang senjata otonom kini berbalik aktif mengembangkan teknologi tersebut.
16 Feb 2026, 06.42 WIB

AI Diprediksi Otomatisasi Mayoritas Pekerjaan Kantoran dalam 18 Bulan

Kecerdasan buatan atau AI kini semakin berkembang dengan cepat dan mengancam pekerjaan kantoran di berbagai bidang seperti pengacara, akuntan, dan manajer proyek. CEO Microsoft AI, Mustafa Suleyman, memprediksi bahwa dalam waktu 12 sampai 18 bulan, sebagian besar pekerjaan tersebut akan terotomatisasi oleh AI. Prediksi ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan pekerja dan investor karena otomatisasi AI dianggap mampu mengerjakan tugas profesional yang rumit. Selain Microsoft, perusahaan teknologi lain seperti Anthropic dan OpenAI juga mengingatkan tentang dampak besar AI terhadap dunia kerja. Dalam dunia rekayasa perangkat lunak, misalnya, teknologi AI sudah digunakan untuk membantu menulis kode, mengubah peran programmer menjadi lebih strategis. Namun, kualitas output AI masih memerlukan pengecekan ulang oleh manusia agar hasilnya akurat dan aman. Meskipun AI dijanjikan sebagai alat efisiensi, riset melewati menunjukkan bahwa di beberapa bidang, AI belum secara signifikan meningkatkan produktivitas dan bahkan dapat memperlambat pekerjaan karena perlu verifikasi berulang. Selain itu, ada kekhawatiran praktik 'AI washing' yang digunakan perusahaan untuk membenarkan PHK. Dengan adopsi AI yang masih baru, perubahan besar di dunia kerja jadi nyata dan tetap menjadi perdebatan tentang seberapa cepat dan besar dampaknya. Namun, satu hal pasti bahwa dunia kerja profesional akan mengalami transformasi signifikan dalam waktu dekat.
11 Feb 2026, 04.20 WIB

Bos Boston Dynamics Robert Playter Mundur, CFO Amanda McMaster Ambil Alih Sementara

Boston Dynamics, perusahaan robotika terkemuka yang berbasis di Massachusetts, tengah mengalami pergantian kepemimpinan. Robert Playter, CEO perusahaan sejak tahun 2020 yang juga telah berkarir selama 30 tahun di sana, memutuskan untuk mundur dari jabatannya. Keputusannya diumumkan secara internal dan menjadi perhatian penting dalam industri robotika. Sebagai tindakan sementara, Amanda McMaster, yang selama ini menjabat sebagai Chief Financial Officer (CFO) perusahaan, akan mengambil alih posisi CEO hingga ditemukan pengganti yang tepat. Pengumuman ini menandai transisi kepemimpinan yang signifikan di Boston Dynamics, terutama mengingat peran penting Playter selama bertahun-tahun. Boston Dynamics memberikan penghormatan khusus kepada Playter yang dianggap sebagai icon dalam dunia robotika global. Ia dikenal berjasa dalam pengembangan robot-robot inovatif seperti Spot, robot berkaki empat pertama yang mampu dikomersialkan, dan Atlas, robot humanoid canggih yang menunjukkan kemajuan teknologi perusahaan. Sejarah perusahaan ini panjang dan penuh perubahan kepemilikan, mulai dari didirikan oleh Marc Raibert di MIT pada tahun 1992, kemudian diakuisisi oleh Alphabet pada 2013, SoftBank pada 2017, dan terakhir oleh Hyundai pada 2021. Meski demikian, Boston Dynamics tetap menjadi pemimpin dalam inovasi robot bergerak berkat kontribusi para pemimpinnya. Untuk sementara, Boston Dynamics berkomitmen menjaga stabilitas dan kelanjutan inovasi sambil mencari pemimpin baru yang bisa melanjutkan visi Playter. Pergantian CEO ini dianggap sebagai bagian dari proses alami pertumbuhan perusahaan di industri teknologi tinggi yang sangat dinamis.

Baca Juga

  • Panorama Sains & Teknologi

  • Front Baru AI dan Perangkat Pintar

  • Terobosan Teknologi Global

  • Gejolak Tekno-Ekonomi

  • Frontier Teknologi Terkini

  • Revolusi AI Chip 2026

  • Inovasi Teknologi Terdepan

  • Tekno-Bisnis Nusantara

  • Revolusi Tekno-Bisnis 2026

  • Era Robotika dan Energi Bersih