Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Robot humanoid tampilkan kung fu mabuk dengan nunchaku di Gala Musim Semi China

Share

Sebuah grup yang berfokus pada teknologi terbaru dan inovasi dalam berbagai bidang seperti robotik, energi terbarukan, dan seni ilmiah.

24 Feb 2026, 19.14 WIB

Australia Mulai Investasi Besar untuk Kapal Selam Nuklir Canggih

Australia Mulai Investasi Besar untuk Kapal Selam Nuklir Canggih
Australia telah melakukan langkah besar dengan membayar 310 juta dolar Australia untuk komponen reaktor nuklir pertama yang dibangun di Inggris, yang akan digunakan untuk kapal selam SSN-AUKUS. Tindakan ini menandai fase baru dalam membangun kapal selam serang nuklir generasi berikutnya. Komponen ini penting untuk memulai pembuatan sistem propulsi kapal selam yang akan diproduksi di galangan kapal Osborne Naval Shipyard di Australia Selatan pada akhir dekade ini. Pemerintah menekankan bahwa langkah awal ini penting untuk menjaga jadwal produksi tetap sesuai rencana. Kerjasama antara Australia, Inggris, dan Amerika Serikat dalam proyek SSN-AUKUS juga melibatkan dialog industri pertahanan, di mana mereka membahas teknis seperti radar, produksi komponen, dan integrasi tenaga kerja. Hal ini menunjukkan koordinasi erat antara negara-negara mitra. Australia juga berinvestasi besar dalam infrastruktur, termasuk dana 3,9 miliar dolar Australia untuk pembangunan galangan kapal di Osborne, yang akan menjadi pusat fabrikasi dan perakitan kapal selam nuklir pertama buatan dalam negeri. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pertahanan yang lebih luas untuk menghadapi meningkatnya pengaruh militer China di kawasan Indo-Pasifik. Meski mendapat kritik, pemerintah Australia yakin proyek ini berjalan sesuai jadwal dan mendukung keamanan regional.
18 Feb 2026, 19.20 WIB

Batas Usia Media Sosial untuk Anak-Anak, Tren Regulasi Global 2025-2026

Batas Usia Media Sosial untuk Anak-Anak, Tren Regulasi Global 2025-2026
Banyak negara kini tengah berupaya membatasi penggunaan media sosial di kalangan anak-anak demi melindungi mereka dari ketagihan dan dampak negatif lainnya. Indonesia sudah menetapkan aturan PP Tunas pada Maret 2025 yang membagi usia anak menjadi beberapa kategori, dimana anak 13-18 tahun bisa menggunakan media sosial tapi dengan izin dari orang tua. Aturan ini bukan pemblokiran total seperti di beberapa negara lain. Australia menjadi salah satu negara yang paling ketat dalam pembatasan ini dengan memblokir seluruh akun media sosial bagi anak di bawah 16 tahun mulai Desember 2025. Langkah ini diikuti oleh Malaysia yang sedang mempertimbangkan aturan serupa, menandakan bahwa kekhawatiran atas paparan media sosial terus meningkat di wilayah Asia Pasifik. Prancis juga mengambil langkah tegas dengan melarang anak di bawah 15 tahun menggunakan media sosial dan bahkan melarang penggunaan ponsel di sekolah menengah atas. Aturan ini dijadwalkan mulai berlaku pada September 2026, menunjukkan adanya perhatian khusus terhadap kesehatan mental dan fokus pendidikan anak-anak di negara tersebut. India, sebagai salah satu pasar digital terbesar di dunia, kini juga mulai membuka diskusi mengenai pembatasan usia terhadap penggunaan media sosial. Menteri Teknologi Informasi India menyatakan pentingnya pembatasan ini dan saat ini pemerintah tengah mencari kebijakan terbaik untuk melaksanakannya, meskipun belum diputuskan platform mana yang akan paling berpengaruh. Dalam perkembangan global ini, platform besar seperti Meta dan Google diperkirakan akan menghadapi tantangan regulasi baru yang ketat. Semakin banyak pemerintah yang melihat regulasi usia sebagai solusi utama untuk mengurangi dampak negatif penggunaan media sosial oleh anak-anak, sambil mencari keseimbangan antara perlindungan dan kebebasan digital.
17 Feb 2026, 23.30 WIB

Parlemen Eropa Larang AI di Perangkat Kerja Demi Lindungi Data Rahasia

Parlemen Eropa Larang AI di Perangkat Kerja Demi Lindungi Data Rahasia
Parlemen Eropa telah memutuskan untuk melarang para anggota legislatif menggunakan alat AI bawaan pada perangkat kerja mereka. Keputusan ini diambil karena kekhawatiran serius mengenai keamanan data dan privasi, khususnya terkait pengunggahan korespondensi rahasia ke server perusahaan AI yang berbasis di luar Eropa. Departemen IT Parlemen Eropa menjelaskan bahwa mereka tidak dapat menjamin keamanan data yang dikirimkan ke server perusahaan AI seperti Anthropic, Microsoft, dan OpenAI. Mereka juga masih menilai sejauh mana informasi pengguna dibagikan oleh platform AI tersebut. Alasan utama pelarangan ini berkaitan dengan potensi risiko bahwa otoritas AS dapat meminta perusahaan teknologi mengungkapkan data pengguna, yang berarti korespondensi penting dapat terbuka pada pihak yang tidak berwenang dan membahayakan privasi anggota parlemen. Di sisi lain, Komisi Eropa pernah mengusulkan pelonggaran aturan perlindungan data demi memudahkan perusahaan teknologi dalam menggunakan data warga Eropa untuk melatih model AI. Namun, rencana ini mendapat banyak kritik karena dianggap terlalu menguntungkan raksasa teknologi AS dan mengorbankan perlindungan data warga Eropa. Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan dari beberapa negara Uni Eropa yang mulai mempertimbangkan kembali kerjasama mereka dengan perusahaan teknologi besar asal AS menyusul tindakan pemerintah AS yang menggunakan subpoena untuk mengambil data pengguna, yang telah diikuti oleh beberapa perusahaan teknologi besar.
17 Feb 2026, 20.08 WIB

Adani Investasi 100 Miliar Dolar Bangun Pusat Data AI Berenergi Terbarukan di India

Adani Investasi 100 Miliar Dolar Bangun Pusat Data AI Berenergi Terbarukan di India
Adani Group, sebuah konglomerat besar asal India, mengumumkan rencana ambisius untuk berinvestasi 100 miliar dolar AS selama 10 tahun ke depan demi membangun pusat data khusus AI di India. Investasi ini ditujukan untuk mendukung perkembangan kecerdasan buatan dengan menggunakan energi terbarukan agar ramah lingkungan. Langkah ini juga menegaskan keinginan India untuk menjadi pemain penting dalam bidang teknologi AI di dunia. Proyek ini akan berjalan hingga tahun 2035 dan diharapkan bisa menarik tambahan investasi sekitar 150 miliar dolar AS ke industri terkait. Hasilnya, ekosistem infrastruktur AI di India diperkirakan mencapai nilai 250 miliar dolar AS dalam satu dekade ke depan. Lokasi pusat data akan mencakup kota Visakhapatnam, Noida, Hyderabad, dan Pune, dengan dukungan dari perusahaan teknologi besar seperti Google, Microsoft, dan Flipkart. Adani berencana membangun infrastruktur pusat data yang menghubungkan kapasitas daya dan pengolahan data secara paralel hingga mencapai 5 gigawatt. Mereka juga memanfaatkan portofolio energi terbarukan yang sudah ada, termasuk proyek besar di Khavda dengan daya 30 gigawatt, sebagian sudah beroperasi dan sebagian lagi dalam pengembangan. Tujuan utama adalah memastikan pusat data ini menggunakan listrik karbon-netral. Untuk mendukung rencana tersebut, Adani juga akan mengembangkan produksi domestik komponen penting seperti transformator, perangkat elektronik daya, dan sistem manajemen termal. Strategi ini bertujuan mengurangi risiko gangguan pada rantai pasok global yang selama ini menjadi kendala bagi pembangunan teknologi canggih. Sebelumnya, Adani melalui joint venture AdaniConneX bersama EdgeConneX sudah mengoperasikan kapasitas pusat data sekitar 2 gigawatt di India. Dengan rencana perluasan ini, mereka berharap bisa memimpin perkembangan infrastruktur AI yang terintegrasi dan berkelanjutan, sekaligus mendorong India menjadi pusat teknologi AI yang kompetitif di panggung global.
17 Feb 2026, 16.00 WIB

Cohere Luncurkan Model AI Multibahasa Offline untuk Bahasa Asia Selatan

Cohere Luncurkan Model AI Multibahasa Offline untuk Bahasa Asia Selatan
Perusahaan AI bernama Cohere baru saja meluncurkan keluarga model AI multibahasa yang dinamai Tiny Aya. Model-model ini unik karena bobotnya terbuka untuk umum, yang berarti siapa saja bisa menggunakan dan mengubah kode dasarnya. Tiny Aya mendukung lebih dari 70 bahasa dan bisa digunakan langsung di perangkat seperti laptop tanpa harus terhubung ke internet. Model Tiny Aya dikembangkan oleh anak perusahaan riset Cohere, Cohere Labs. Model ini sangat mendukung berbagai bahasa di Asia Selatan, seperti Bengali, Hindi, Punjabi, Urdu, Gujarati, Tamil, Telugu, dan Marathi. Ukuran model dasarnya berisi sekitar 3,35 miliar parameter yang menunjukkan tingkat kompleksitas dan kapabilitasnya. Selain model dasar, Cohere juga menghadirkan varian TinyAya-Global yang disesuaikan agar lebih baik dalam mengikuti perintah pengguna. Ada juga varian regional seperti TinyAya-Earth untuk bahasa Afrika, TinyAya-Fire untuk bahasa Asia Selatan, dan TinyAya-Water untuk bahasa Asia Pasifik, Asia Barat, dan Eropa. Cohere menggunakan sumber daya komputer yang tidak berlebihan untuk melatih model ini, yakni dengan menggunakan 64 GPU H100 dari Nvidia. Karena model ini bisa dijalankan di perangkat tanpa internet, mereka sangat cocok untuk wilayah dengan banyak bahasa dan koneksi internet yang tidak selalu stabil, seperti di India. Model-model Tiny Aya bisa diunduh dan digunakan dari platform populer seperti HuggingFace, Kaggle, dan Ollama untuk pengembangan lokal. Cohere juga akan membagikan dataset pelatihan dan evaluasi serta laporan teknis terkait proses pelatihannya. Rencana perusahaan untuk go public juga semakin memperlihatkan potensi bisnis yang besar.
17 Feb 2026, 08.07 WIB

Robot Humanoid Tiongkok Gabungkan Seni Bela Diri dan Teknologi Canggih

Pada Gala Musim Semi 2026 di Beijing, pertunjukan spektakuler memperlihatkan kolaborasi antara manusia dan robot humanoid dalam mempraktikkan seni bela diri tradisional Tiongkok. Acara ini menunjukkan bagaimana teknologi mutakhir bisa menyatu dengan budaya lama dalam bentuk yang menghibur sekaligus menginspirasi. Robot-robot canggih dari Unitree Robotics dan perusahaan lain menampilkan gerakan 'Drunken Fist' serta menggunakan berbagai senjata tradisional dengan ketepatan dan kelincahan luar biasa, melampaui batas bawah hardware robotik sebelumnya. Aksi-aksi sulit seperti parkour, salto udara tiga meter, dan rotasi tujuh setengah putaran berhasil dilakukan robot selama pertunjukan, memperlihatkan teknologi sensor dan kontrol gerak yang sangat maju di baliknya. Investasi besar senilai 100 juta yuan mendukung produksi acara ini, sekaligus menjadi simbol bahwa Tiongkok menargetkan posisi puncak dalam pasar robot humanoid global dengan dukungan pemerintah dan industri. Meskipun saat ini robot-robot ini masih beroperasi di lingkungan hiburan terkontrol, kemampuan teknis yang telah dicapai membuka kemungkinan besar untuk penerapan nyata pada bidang industri dan logistik dalam waktu dekat.
14 Feb 2026, 20.00 WIB

Ring Batalkan Kerja Sama dengan Flock Safety, Tapi Terus Gunakan Teknologi Pengawasan AI

Ring, perusahaan kamera keamanan rumah milik Amazon, baru-baru ini membatalkan kemitraan mereka dengan Flock Safety yang kontroversial karena kekhawatiran publik tentang hubungan perusahaan tersebut dengan ICE dan sistem pengawasan yang terlalu luas. Meskipun membatalkan kerja sama dengan Flock, Ring tetap menjalankan alat Community Requests melalui kemitraan dengan Axon yang juga terkait erat dengan lembaga pemerintah Amerika Serikat, termasuk Departemen Keamanan Dalam Negeri. Community Requests memungkinkan polisi lokal meminta rekaman video dari warga tanpa surat perintah, yang dapat membuka potensi akses tidak langsung oleh badan imigrasi seperti ICE melalui perjanjian 287(g). Axon memiliki banyak kontrak dengan pemerintah dan pernah mempekerjakan mantan direktur ICE, menimbulkan pertanyaan apakah sikap Ring yang memutus Flock karena hubungan dengan ICE konsisten jika mereka tetap memakai Axon. Penarikan diri Ring dari Flock Safety tampak sebagai respons terhadap tekanan publik yang kuat, tapi perusahaan belum memberikan klarifikasi lengkap terkait kebijakan penggunaan teknologi pengawasan dan perlindungan privasi pengguna.
14 Feb 2026, 05.10 WIB

Terobosan Material Baterai Hong Kong Tingkatkan Masa Pakai EV dan Turunkan Biaya

Para ilmuwan di City University of Hong Kong berhasil memecahkan masalah besar di industri kendaraan listrik, yaitu penurunan tegangan baterai yang memperpendek umur pakai. Tim riset ini fokus pada material katoda lithium-rich layered oxides (LLO), yang dikenal memiliki kapasitas tinggi dan biaya rendah, tapi biasanya cepat rusak. Melalui penelitian mendalam, mereka menstabilkan struktur atomik bahan ini dengan menambahkan ion logam transisi. Modifikasi ini mencegah pelepasan oksigen dan kerusakan struktur selama pemakaian, yang selama ini menjadi penyebab utama penurunan tegangan. Selain itu, tim menambahkan lapisan karbon yang melindungi permukaan katoda dari korosi dan pelepasan logam saat baterai digunakan. Kombinasi teknik ini membuat baterai jadi lebih tahan lama dan stabil, sekaligus mempertahankan performa tinggi dalam jangka panjang. Untuk memperluas dampak riset ini, mereka mendirikan perusahaan SuFang New Energy Technology dan sudah memproduksi bahan ini sebanyak 100 ton per tahun. Rencananya produksi akan ditingkatkan hingga 1.000 ton per tahun di Asia Tenggara atau Korea, sekaligus membuka 100 lapangan pekerjaan baru. Selain baterai dengan elektrolit cair, tim juga mengembangkan teknologi sel baterai solid-state yang lebih aman dan bertenaga tinggi. Proyek ini diharapkan selesai dikomersialisasi dalam tiga tahun, mendukung percepatan adopsi kendaraan listrik dan penyimpanan energi terbarukan di seluruh dunia.
14 Feb 2026, 05.00 WIB

Mikroelektroda Lentur ala Kirigami untuk Antarmuka Otak-COMPUTER Lebih Canggih

Para ilmuwan dari Chinese Academy of Sciences telah menciptakan mikroelektroda yang lentur dan dapat bergerak mengikuti pergerakan otak. Inovasi ini diharapkan mengatasi masalah pergeseran elektroda yang sering terjadi pada teknologi antarmuka otak-komputer. Desain elektroda ini terinspirasi oleh seni kirigami dari Jepang, yang menggunakan teknik potong dan lipat untuk membuat struktur tiga dimensi yang rumit. Dengan desain ini, elektroda menjadi lebih fleksibel dan mampu beradaptasi dengan pergerakan jaringan otak. Sistem mikroelektroda tersebut telah diuji pada monyet makaka, di mana berhasil merekam aktivitas ratusan neuron secara bersamaan. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan di jurnal Nature Electronics pada awal Februari. Teknologi ini membuka peluang besar bagi pengembangan antarmuka otak-komputer yang lebih adaptif, stabil, dan mampu merekam sinyal saraf dengan presisi tinggi. Hal ini penting untuk aplikasi medis seperti terapi neuroprotesa dan kendali perangkat robotik melalui pikiran. Dengan kemajuan ini, masa depan teknologi BCI diprediksi akan semakin canggih dan personal, menghadirkan solusi inovatif untuk membantu orang dengan gangguan neurologis serta memperluas kemampuan manusia melalui teknologi.
Sebelumnya

Baca Juga

  • Lompatan Teknologi Global

  • Dari Reaktor ke Ramadan

  • Jejak Teknologi Masa Depan

  • Robot humanoid tampilkan kung fu mabuk dengan nunchaku di Gala Musim Semi China

  • Gelombang Teknologi Pintar

  • Dinamika AI Global 2026

  • Humanoids go mainstream as China’s robotics champions appear at CCTV spectacle

  • Sorotan Inovasi Global: Sains & Teknologi

  • Frontier Otomasi & AI

  • AI menciptakan hewan buatan yang seiring waktu mengembangkan penglihatan yang berfungsi tanpa instruksi