Batas Usia Media Sosial untuk Anak-Anak, Tren Regulasi Global 2025-2026
Teknologi
Keamanan Siber
18 Feb 2026
25 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Banyak negara mulai menerapkan peraturan untuk membatasi akses anak-anak ke media sosial.
Kebijakan yang berbeda di berbagai negara menunjukkan pendekatan yang bervariasi terhadap masalah ketagihan media sosial.
Pentingnya melindungi anak-anak dari dampak negatif media sosial semakin diakui di tingkat global.
Banyak negara kini tengah berupaya membatasi penggunaan media sosial di kalangan anak-anak demi melindungi mereka dari ketagihan dan dampak negatif lainnya. Indonesia sudah menetapkan aturan PP Tunas pada Maret 2025 yang membagi usia anak menjadi beberapa kategori, dimana anak 13-18 tahun bisa menggunakan media sosial tapi dengan izin dari orang tua. Aturan ini bukan pemblokiran total seperti di beberapa negara lain.
Australia menjadi salah satu negara yang paling ketat dalam pembatasan ini dengan memblokir seluruh akun media sosial bagi anak di bawah 16 tahun mulai Desember 2025. Langkah ini diikuti oleh Malaysia yang sedang mempertimbangkan aturan serupa, menandakan bahwa kekhawatiran atas paparan media sosial terus meningkat di wilayah Asia Pasifik.
Prancis juga mengambil langkah tegas dengan melarang anak di bawah 15 tahun menggunakan media sosial dan bahkan melarang penggunaan ponsel di sekolah menengah atas. Aturan ini dijadwalkan mulai berlaku pada September 2026, menunjukkan adanya perhatian khusus terhadap kesehatan mental dan fokus pendidikan anak-anak di negara tersebut.
India, sebagai salah satu pasar digital terbesar di dunia, kini juga mulai membuka diskusi mengenai pembatasan usia terhadap penggunaan media sosial. Menteri Teknologi Informasi India menyatakan pentingnya pembatasan ini dan saat ini pemerintah tengah mencari kebijakan terbaik untuk melaksanakannya, meskipun belum diputuskan platform mana yang akan paling berpengaruh.
Dalam perkembangan global ini, platform besar seperti Meta dan Google diperkirakan akan menghadapi tantangan regulasi baru yang ketat. Semakin banyak pemerintah yang melihat regulasi usia sebagai solusi utama untuk mengurangi dampak negatif penggunaan media sosial oleh anak-anak, sambil mencari keseimbangan antara perlindungan dan kebebasan digital.
Analisis Ahli
Ashwini Vaishnaw
Pembatasan media sosial berdasarkan usia sangat penting untuk melindungi anak-anak dari konten negatif dan risiko seperti deepfake. Pemerintah India berkomitmen mencari langkah terbaik yang dapat diterapkan secara efektif tanpa menghambat akses digital yang produktif.