
Keberlanjutan lingkungan sering dipahami sebagai usaha manusia melalui kebijakan dan inovasi, tetapi sebenarnya banyak sistem alami berperan besar, terutama yang dikelola oleh hewan dan mikroorganisme. Contohnya, penyerbukan tanaman yang dilakukan oleh berbagai serangga dan hewan penting untuk sekitar 75% tanaman pangan dunia.
Hewan tidak hanya berperan dalam penyerbukan, tetapi juga mempengaruhi siklus karbon dan penyebaran benih. Misalnya, paus di laut membantu mengangkut nutrisi yang mendukung penyerapan karbon, sedangkan serangga seperti lady beetles dan parasitic wasps membantu mengendalikan hama secara alami di lahan pertanian.
Mikroorganisme tanah juga sangat penting untuk kesehatan ekosistem karena mereka terlibat dalam dekomposisi bahan organik, fiksasi nitrogen, dan pembentukan hubungan simbiotik dengan akar tanaman. Aktivitas mereka membantu meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman yang berdampak pada produksi pangan global.
Sayangnya, berbagai spesies serangga, termasuk lebah liar, menghadapi ancaman kepunahan akibat aktivitas manusia seperti perubahan penggunaan lahan, polusi, dan perubahan iklim. Penurunan ini melemahkan sistem biologis yang sangat penting untuk ketahanan pangan dan stabilitas iklim.
Tindakan yang diperlukan meliputi pengurangan penggunaan pestisida, adopsi praktik agroekologi, perlindungan habitat, dan integrasi solusi berbasis alam dalam desain perkotaan dan industri. Dengan begitu, manusia dapat berkolaborasi dengan alam untuk menjaga keberlanjutan hidup di bumi.