Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Lompatan Teknologi Global

Share

Kompilasi artikel ini mengeksplorasi lompatan teknologi global—dari reaktor nuklir bawah tanah yang mendapatkan pasokan uranium, transistor ultra-efisien, hingga inovasi kendaraan listrik, kecerdasan buatan tingkat enterprise, dan fitur pengenalan wajah pada smart glasses. Terdapat pula insight soal strategi peluncuran gawai terkini, optimasi pengalaman pengguna di platform streaming, serta akselerasi startup Tiongkok yang menyalip Google, menyoroti dampak inovasi pada industri dan konsumen.

28 Feb 2026, 00.57 WIB

CRISPR Gene Drives: Teknologi Genetik Revolusioner untuk Pengendalian Hama

CRISPR Gene Drives: Teknologi Genetik Revolusioner untuk Pengendalian Hama
Selama ini, pengendalian hama dilakukan dengan menyemprot pestisida atau menangani hama dari luar, namun cara ini hanya sementara dan berulang. Kini, muncul teknologi baru bernama CRISPR gene drives yang memungkinkan rekayasa genetika pada populasi hama agar sifat modifikasinya diwariskan hampir 100% pada generasi berikutnya. Ini berarti perlakuan dilakukan dari dalam, mengubah genetik hama hingga populasi bisa dikendalikan dengan cara yang lebih cepat dan permanen. CRISPR gene drives bekerja dengan mengontrol cara gen diwariskan saat reproduksi. Biasanya, gen memiliki peluang 50% untuk diteruskan, tapi dengan teknologi ini, komponen CRISPR-Cas yang disisipkan akan menyalin modifikasi gen ke kromosom lawan, sehingga gen modifikasi diwariskan hampir selalu. Proses ini seperti pembaruan perangkat lunak yang menyebar dan memperbaiki sistem pada banyak komputer, namun di sini terjadi pada organisme hidup. Salah satu aplikasi penting adalah pada nyamuk Anopheles gambiae yang menjadi vektor malaria. Studi berhasil memodifikasi gen yang mengatur kesuburan betina sehingga populasi nyamuk ini runtuh dalam beberapa generasi percobaan. Selain itu, metode ini juga dapat mengatasi masalah resistensi pestisida pada hama pertanian melalui teknik self-eliminating yang hanya bertahan sementara dan kemudian hilang dari populasi. Namun, gene drives menimbulkan risiko jika tidak terkontrol, seperti menyebar ke populasi di luar target wilayah. Oleh karena itu, berbagai sistem pengamanan dikembangkan termasuk gene drives yang berbentuk rantai daisy agar efeknya berkurang seiring waktu, penggunaan protein anti-CRISPR sebagai tombol off, dan bahkan reversal drives yang dapat membalik efek modifikasi jika diperlukan. Strategi ini mirip dengan teknologi safety di bidang pesawat atau nuklir. Meski potensi dan hasil awal sangat menjanjikan, tantangan terbesar masih ada di pengelolaan ekologi yang kompleks, resistensi mutasi pada organisme target, hingga koordinasi pengawasan lintas negara. Penerimaan masyarakat juga penting agar teknologi ini dapat diaplikasikan secara bertanggung jawab, transparan, dan bermanfaat luas, khususnya dalam memerangi penyakit seperti malaria dan mengatasi kerusakan pertanian.
27 Feb 2026, 10.46 WIB

Terobosan Baterai Lithium 700 Wh/kg dengan Elektrolit Fluorokarbon Baru

Terobosan Baterai Lithium 700 Wh/kg dengan Elektrolit Fluorokarbon Baru
Para ilmuwan di Cina berhasil membuat baterai lithium dengan kepadatan energi sangat tinggi, mencapai sekitar 700 watt-jam per kilogram pada suhu kamar. Ini merupakan peningkatan besar dibandingkan baterai komersial saat ini yang hanya sekitar 250 watt-jam per kilogram. Kunci dari terobosan ini adalah penggunaan elektrolit baru yang berbasis pelarut hidrokarbon yang mengandung fluor, bukan mengandalkan pelarut karbonat lama yang memiliki keterbatasan dalam mobilitas ion dan performa pada suhu rendah. Elektrolit ini memungkinkan ion lithium bergerak lebih bebas dengan melemahkan interaksi lithium-fluorin, sehingga baterai tak hanya lebih padat energi tapi juga bisa beroperasi dengan baik di suhu sangat rendah seperti -50 derajat Celsius. Meskipun hasil ini baru dari skala laboratorium dan belum siap produksi massal, jika berhasil dikembangkan lebih lanjut maka baterai jenis ini bisa digunakan di berbagai bidang, mulai dari kendaraan listrik jarak jauh, pesawat luar angkasa, hingga robot yang bekerja di lingkungan ekstrem. Namun, masih diperlukan banyak pengujian mengenai aspek keamanan, stabilitas jangka panjang, dan biaya produksi sebelum baterai ini bisa dipasarkan secara luas dan membawa perubahan besar bagi teknologi penyimpanan energi.
26 Feb 2026, 19.31 WIB

Deep Fission: Reaktor Nuklir Modular Satu0.00 km (Mil) Bawah Tanah Hemat Biaya

Deep Fission: Reaktor Nuklir Modular Satu0.00 km (Mil) Bawah Tanah Hemat Biaya
Deep Fission, startup asal California, mengembangkan teknologi reaktor modular kecil yang disebut ‘Gravity’ dengan cara menaruhnya satu0.00 km (mil) di bawah tanah. Cara ini memanfaatkan tekanan alami dari kolom air di kedalaman tersebut sehingga tidak perlu perlengkapan tekanan permukaan yang mahal. Untuk mendukung uji coba dan demonstrasi, Deep Fission menandatangani kesepakatan pembelian bahan bakar uranium rendah dengan Urenco USA, pemasok bahan bakar yang telah melayani pasar Amerika Serikat lebih dari 15 tahun. Ini menjadi langkah penting menuju komersialisasi reaktor mereka. Perbedaan utama dari teknologi ini adalah biaya konstruksinya yang bisa turun hingga 80 persen dibandingkan pembangkit nuklir tradisional. Lingkungan alami bawah tanah juga berperan sebagai pelindung pasif terhadap radiasi dan bahaya lain tanpa perlu struktur besar di permukaan. Perusahaan sudah memulai proyek percontohan di Parsons, Kansas, dan melayani kebutuhan listrik di era kecerdasan buatan dan pusat data besar yang memerlukan pasokan listrik stabil dan besar. Sistem modular mereka mudah diskalakan dengan banyak reaktor di satu lokasi. Kemitraan dengan Urenco juga memastikan pasokan bahan bakar yang andal dan bebas dari gejolak geopolitik, yang sangat penting dalam pengembangan teknologi nuklir baru. Deep Fission termasuk dalam program Reactor Pilot dari Departemen Energi AS yang mendukung percepatan teknologi energi inovatif.
26 Feb 2026, 01.20 WIB

Samsung Galaxy S26 Ultra Resmi Rilis: Teknologi Kamera dan Layar Terbaru

Samsung Galaxy S26 Ultra Resmi Rilis: Teknologi Kamera dan Layar Terbaru
Samsung baru saja meluncurkan smartphone flagship terbarunya, Galaxy S26 Ultra, dalam acara Galaxy Unpacked yang digelar di San Francisco, Amerika Serikat, pada Februari 2026. Perangkat ini hadir dengan berbagai teknologi terbaru yang diklaim dapat memenuhi kebutuhan para pengguna yang menginginkan performa dan kualitas layar serta kamera terbaik. Samsung Galaxy S26 Ultra memiliki layar berukuran 6,9 inci dengan resolusi QHD+ menggunakan panel Dynamic AMOLED 2X. Layar ini dapat menyesuaikan refresh rate dari 1Hz hingga 120Hz secara adaptif, serta dilengkapi fitur Vision Booster untuk menjaga visibilitas layar agar tetap optimal meskipun di bawah cahaya terang. Di sektor kamera, Galaxy S26 Ultra menawarkan sensor utama sebesar 200MP dengan bukaan f/1.4 dan fitur OIS untuk stabilisasi, serta kemampuan zoom optik berkualitas tinggi hingga 10x. Ada juga kamera ultra-wide 50MP dan dua kamera telephoto dengan berbagai tingkat zoom optik dan fitur OIS untuk hasil foto yang tajam dan jelas dari berbagai jarak. Perangkat ini menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy, dengan sistem operasi Android 16 terbaru dan antarmuka One UI 8.5. Untuk pasar Indonesia, pilihan RAM mulai dari 12GB hingga 16GB dengan kapasitas penyimpanan hingga 1TB tersedia, menjadikan Galaxy S26 Ultra sangat menarik bagi pengguna yang membutuhkan performa tinggi dan kapasitas besar. Baterai berkapasitas 5.000 mAh mendukung pengisian cepat menggunakan kabel QC2.0 dan pengisian nirkabel cepat. Fitur Wireless PowerShare juga memungkinkan pengisian daya perangkat lain secara nirkabel. Harga Galaxy S26 Ultra di Indonesia berbeda menurut varian, mulai dari Rp 24.499.000 hingga Rp 31.999.000.
25 Feb 2026, 19.58 WIB

Peneliti Cina Ciptakan Transistor Terkecil dan Hemat Energi untuk Chip AI Masa Depan

Peneliti Cina Ciptakan Transistor Terkecil dan Hemat Energi untuk Chip AI Masa Depan
Para peneliti di Peking University, Cina, berhasil mengembangkan transistor terkecil dan paling hemat energi yang dapat digunakan untuk chip kecerdasan buatan (AI) masa depan. Transistor ini disebut ferroelectric field-effect transistor (FeFET), yang menyimpan dan memproses data dalam satu unit, mirip dengan cara kerja otak manusia. Teknologi chip konvensional saat ini menggunakan silikon yang menyimpan data dan memprosesnya secara terpisah. Hal ini menyebabkan konsumsi energi tinggi dan panas berlebih saat memindahkan data. Dengan peningkatan kebutuhan AI yang memproses data jumlah besar, teknologi chip ini mulai menunjukkan keterbatasan signifikan. Perbedaan utama dari FeFET yang dikembangkan adalah penggunaan elektroda gerbang dengan ukuran satu nanometer, lebih kecil dari molekul DNA yang lebarnya sekitar dua nanometer. Desain ini memungkinkan pengoperasian pada tegangan hanya 0,6 volt, sehingga lebih hemat energi dibandingkan model FeFET sebelumnya yang memerlukan 1,5 volt. Transistor ini juga menawarkan kecepatan operasi yang sangat tinggi dengan waktu respons hanya 1,6 nanodetik. Ini akan memungkinkan chip AI melakukan komputasi lebih cepat dan efisien, sekaligus mengurangi penggunaan tenaga listrik secara signifikan. Pengembangan ini sudah dipatenkan oleh Peking University dan diperkirakan akan membawa perubahan besar di bidang pembuatan chip, termasuk kemungkinan menciptakan chip dengan node di bawah satu nanometer. Ini menjadi harapan agar data center masa depan dan perangkat AI bisa lebih hemat energi dan memiliki performa lebih tinggi.
25 Feb 2026, 01.00 WIB

Samsung Tawarkan Kredit 30 Dolar dan Trade-In Hingga 900 Dolar Jelang Galaxy S26

Samsung akan memperkenalkan seri Galaxy S26 terbaru pada acara Unpacked yang dijadwalkan pada 25 Februari. Bersamaan dengan peluncuran ponsel baru ini, Samsung juga kemungkinan memperkenalkan earbud dan perangkat wearable terbaru. Sebelum acara, Samsung memberikan kesempatan bagi para calon pembeli untuk mendapatkan kredit promosi senilai 30 dolar yang bisa digunakan untuk membeli aksesori resmi Samsung. Kredit promosi senilai 30 dolar ini dapat diklaim dengan cara mendaftar terlebih dahulu di situs Samsung atau aplikasi Shop Samsung sebelum pukul 1 siang ET atau 10 pagi PT pada hari sebelum peluncuran. Pendaftaran ini hanya membutuhkan nama dan alamat email, tanpa harus memasukkan informasi pembayaran apapun. Namun, kredit ini hanya berlaku untuk pembelian aksesori, bukan untuk mengurangi harga ponsel Galaxy S26. Selain kredit promosi, Samsung juga menawarkan program trade-in yang memungkinkan pelanggan menukar ponsel lama mereka untuk mendapatkan kredit hingga 900 dolar saat membeli Galaxy S26. Misalnya, menukar Galaxy S24 Ultra bisa mendapatkan kredit hingga 700 dolar, asalkan perangkat memenuhi syarat dan tidak memiliki kerusakan yang parah. Ini bisa menjadi cara menarik untuk menekan harga pembelian Galaxy S26 yang baru. Berbicara soal fitur, rumor mengenai Galaxy S26 mengindikasikan ada mode privasi yang mampu memblokir konten dari aplikasi tertentu atau bagian layar agar lebih aman dan rahasia. Selain itu, ponsel ini juga diprediksi membawa peningkatan besar dalam teknologi AI, terutama untuk fitur kamera yang lebih terang dan pintar dalam mengambil gambar. Fitur-fitur ini diharapkan dapat menarik minat pengguna yang menyukai teknologi canggih dan privasi. Secara keseluruhan, Samsung tampaknya mempersiapkan peluncuran Galaxy S26 dengan strategi pemasaran yang kuat, memanfaatkan kredit aksesori dan program trade-in agar konsumen tertarik melakukan upgrade. Dengan fitur terbaru dan program finansial yang menguntungkan, Galaxy S26 diprediksi akan menjadi salah satu ponsel flagship yang diminati banyak pengguna tahun ini.
24 Feb 2026, 18.47 WIB

Geely Tolak Perang Harga, Fokus Tingkatkan Teknologi dan Kualitas Mobil Listrik

Geely Auto adalah produsen mobil listrik paling laris di daratan China dengan model Galaxy Xingyuan yang populer. Perusahaan menghadapi tantangan pasar otomotif yang mulai menurun dan ancaman perang harga yang merugikan. CEO Geely Auto, Jerry Gan Jiayue, menegaskan bahwa perusahaan tidak akan terlibat dalam persaingan harga yang bisa merugikan industri, yang disebutnya sebagai 'involusi'. Involusi di sini berarti persaingan berlebihan yang bisa menurunkan harga sampai di bawah biaya produksi. Sebagai gantinya, Geely memilih untuk fokus pada pengembangan teknologi kendaraan listrik dengan fitur jarak tempuh lebih jauh dan pengisian baterai lebih cepat, yang lebih memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan industri. Perusahaan menjanjikan akan berkompetisi berdasarkan kualitas produk, merek, layanan pelanggan, dan etika bisnis, bukan dengan menurunkan harga. Strategi ini diharapkan bisa menjaga pertumbuhan berkelanjutan sektor otomotif di China. Geely juga menjadi perusahaan otomotif China pertama yang mengumumkan strategi harga untuk tahun 2026, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi perang diskon di pasar yang sedang lambat.
16 Feb 2026, 00.30 WIB

Glean: Lapisan Intelijen Penting yang Menghubungkan AI dengan Data Perusahaan

Glean mulai dikenal sebagai mesin pencari untuk berbagai alat SaaS dalam perusahaan, seperti Slack dan Jira. Tujuan awalnya adalah membantu pekerja menemukan informasi dengan lebih mudah di lingkungan kerja digital yang kompleks dan terpisah-pisah. Namun, perkembangan AI dan model bahasa besar membuat Glean bertransformasi menjadi lapisan yang lebih canggih yang menghubungkan berbagai model AI dengan data perusahaan. Menurut CEO Glean, Arvind Jain, model bahasa besar seperti ChatGPT atau Gemini sangat hebat dalam kemampuan generatif dan penalaran, tapi mereka tidak memahami konteks bisnis secara mendalam. Oleh karena itu, Glean menawarkan konektifitas yang dalam dengan sistem kerja perusahaan, sehingga AI bisa bekerja lebih baik dengan data yang relevan dan akses yang terkontrol. Salah satu keunggulan Glean ialah fleksibilitas dalam menggunakan berbagai model AI sebagai lapisan abstraksi. Artinya, perusahaan tidak perlu terpaku pada satu penyedia layanan AI saja. Mereka bisa memilih atau menggabungkan kemampuan model yang berbeda sesuai kebutuhan yang berubah-ubah dengan teknologi yang terus berkembang. Keamanan dan tata kelola data menjadi fokus utama. Glean membangun lapisan governance yang memastikan hanya orang yang berhak bisa mengakses informasi tertentu. Sistem ini juga mencegah model AI menghasilkan jawaban yang salah (halusinasi) dengan selalu memverifikasi berdasarkan sumber asli dan memberikan kutipan setiap barisnya. Glean mendapat dukungan besar dari investor, terbukti dengan pendanaan Seri F sebesar 150 juta dolar yang menaikkan valuasinya hingga 7,2 miliar dolar. Hal ini menunjukkan bahwa model bisnis yang fokus pada lapisan jasa intelijen yang menghubungkan data perusahaan dan model AI memiliki potensi besar di masa depan.
13 Feb 2026, 22.05 WIB

Meta Siapkan Fitur Pengenalan Wajah di Kacamata Pintar Meski Kritik Meninggi

Meta merencanakan peluncuran teknologi pengenalan wajah pada kacamata pintar mereka yang bisa mengenali orang lewat jaringan sosial Meta dan akun publik Instagram. Fitur ini disebut "Name Tag" dan akan membantu pemakai melihat siapa yang mereka temui menggunakan bantuan AI Meta di kacamata pintar Ray-Ban dan Oakley. Rencana peluncuran fitur ini unik karena Meta ingin mengumumkannya saat perhatian kritik dan kelompok sipil sedang fokus pada masalah lain sehingga kemungkinan serangan terhadap fitur baru ini bisa berkurang. Namun, upaya ini mendapat perhatian karena teknologi pengenalan wajah umumnya menimbulkan kekhawatiran soal privasi. Meta sebelumnya sempat menggunakan teknologi pengenalan wajah untuk menandai orang di foto Facebook tahun 2017 tapi menghentikannya tahun 2021 karena masalah hukum dan privasi. Kini perusahaan kembali mempertimbangkan teknologi serupa dengan mode 'super-sensing' yang selalu aktif di kacamata pintar mereka. Berbagai pihak menyoroti risiko keamanan data dan potensi pelanggaran privasi, apalagi teknologi ini juga sedang diuji oleh mahasiswa Harvard yang bisa mengakses data pribadi lewat pengenalan wajah publik. Produk serupa ada yang membantu pengguna tunanetra mengenali orang, tapi Meta ingin memperluas fungsinya secara lebih agresif. Meta menyebut mereka masih dalam tahap mempertimbangkan fitur tersebut dan akan berhati-hati jika benar-benar meluncurkannya. Namun, langkah ini menunjukkan tren industri teknologi yang ingin memperluas penggunaan AI dan pengenalan wajah pada perangkat wearable meskipun tantangan regulasi dan etika masih besar.
13 Feb 2026, 01.30 WIB

Spotify dan Revolusi AI: Pengembang Terbaiknya Tidak Menulis Kode Lagi

Spotify telah memanfaatkan kecerdasan buatan secara luas untuk mengubah cara mereka mengembangkan aplikasi streaming musik. Menurut co-CEO mereka, Gustav Söderström, para pengembang terbaik di perusahaan tidak menulis kode sama sekali sejak Desember 2024 karena bantuan AI. Sistem internal bernama 'Honk' memungkinkan pengembangan kode secara real-time dan remote dengan bantuan AI bernama Claude Code. Hal ini mempercepat proses pembuatan fitur baru dan perbaikan aplikasi secara signifikan, sehingga insinyur dapat bekerja bahkan saat dalam perjalanan. Sepanjang tahun 2025, Spotify telah meluncurkan lebih dari 50 fitur baru, termasuk fitur yang dibantu AI seperti Prompted Playlists, Page Match untuk audiobook, dan About This Song, yang sangat meningkatkan pengalaman pengguna. Spotify juga menciptakan dataset khusus yang unik terkait musik, tidak seperti data umum seperti Wikipedia, karena konteks musik dapat sangat subjektif dan bervariasi berdasarkan budaya dan geografi. Dataset ini penting untuk melatih model AI mereka supaya semakin akurat dan relevan. Selain itu, Spotify mengizinkan artis menandai metadata soal pembuatan musik yang melibatkan AI dan terus mengawasi adanya spam di platform mereka. Ini menunjukkan pendekatan yang hati-hati dalam menggabungkan teknologi baru di industri musik.
Setelahnya

Baca Juga

  • Jejak Teknologi Masa Depan

  • Robot humanoid tampilkan kung fu mabuk dengan nunchaku di Gala Musim Semi China

  • Gelombang Teknologi Pintar

  • Dinamika AI Global 2026

  • Humanoids go mainstream as China’s robotics champions appear at CCTV spectacle

  • Sorotan Inovasi Global: Sains & Teknologi

  • Frontier Otomasi & AI

  • Lompatan Teknologi Global

  • Dari Reaktor ke Ramadan

  • AI menciptakan hewan buatan yang seiring waktu mengembangkan penglihatan yang berfungsi tanpa instruksi