Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Robot humanoid tampilkan kung fu mabuk dengan nunchaku di Gala Musim Semi China

Share

Sebuah grup yang berfokus pada teknologi terbaru dan inovasi dalam berbagai bidang seperti robotik, energi terbarukan, dan seni ilmiah.

28 Feb 2026, 03.32 WIB

Inpex dan Osaka Gas Kembangkan Pabrik E-Methane Besar untuk 10.000 Rumah Tangga

Inpex dan Osaka Gas Kembangkan Pabrik E-Methane Besar untuk 10.000 Rumah Tangga
Dua perusahaan besar Jepang, Inpex dan Osaka Gas, baru-baru ini meluncurkan salah satu fasilitas uji metanasi CO2 terbesar di dunia yang dapat menghasilkan gas sintetis untuk memenuhi kebutuhan gas sekitar 10.000 rumah tangga setiap tahun. Proyek ini didanai oleh NEDO dan bertujuan untuk mengubah karbon dioksida menjadi metana lewat proses katalitik. Fasilitas yang dibangun di Prefektur Niigata ini menggunakan CO2 yang ditangkap dari pabrik Inpex di Koshijihara sebagai bahan baku. Dengan teknologi hidrogenasi menggunakan katalis, proses ini berhasil menghasilkan gas sintetis dengan kandungan metana mencapai 96 persen. Produk gas sintetis hasil dari fasilitas ini sudah mulai disalurkan ke jaringan gas alam pada 20 Februari sebagai bagian dari demonstrasi teknologi. Dengan kapasitas 400 normal meter kubik CO2 per jam, fasilitas ini mampu menyediakan gas sintetis bersih dengan standar lingkungan yang diakui resmi oleh sertifikat dari Japan Gas Association. Osaka Gas berperan penting dalam mengembangkan teknologi inti reaksi metanasi yang efisien dan merancang peralatan fasilitas agar proses produksi berlangsung optimal. Sementara Inpex memimpin pengelolaan serta pengoperasian lokasi fasilitas tersebut. Proyek ini mendukung visi Inpex 2035 yang fokus pada teknologi rendah karbon dan energi bersih serta sejalan dengan inisiatif Energy Transition 2025 dari Daigas Group. Hadirnya teknologi ini memberikan harapan besar bagi pemenuhan kebutuhan energi masa depan yang lebih ramah lingkungan.
27 Feb 2026, 20.20 WIB

Pendiri Intellexa dan Tiga Terdakwa Divonis Terkait Skandal Spyware di Yunani

Pendiri Intellexa dan Tiga Terdakwa Divonis Terkait Skandal Spyware di Yunani
Kasus kebocoran data spyware yang mempengaruhi Yunani pada periode 2020-2021 telah berujung pada vonis berat di pengadilan. Pendiri startup Intellexa bersama tiga orang lainnya dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara yang sangat lama, meskipun durasi hukuman sebenarnya dibatasi hingga delapan tahun saja. Skandal ini mencuat ketika seorang jurnalis keuangan dan pemimpin partai oposisi utama PASOK Sosialis mengungkapkan bahwa ponselnya telah dimonitor menggunakan spyware Predator. Spyware ini dikembangkan oleh perusahaan Cytrox yang menjadi bagian dari konsorsium Intellexa dan digunakan untuk mengawasi sejumlah politisi, menteri, serta pejabat penting lainnya. Akibat dari pengungkapan ini, pemerintah sayap kanan-tengah di Yunani mengalami guncangan besar hingga terjadi pemecatan sejumlah pejabat tinggi, termasuk kepala dinas intelijen EYP dan kepala staf perdana menteri. Meskipun terdapat tuduhan penyadapan ilegal, pemerintah membantah terlibat atau secara sengaja melakukan penyadapan tersebut. Pengadilan Pidana Ringan di Athena memutuskan hukuman penjara dengan total mencapai 126 tahun untuk masing-masing terdakwa. Namun demikian, mereka hanya diwajibkan menjalani hukuman selama maksimal delapan tahun. Kasus ini juga dikembalikan ke jaksa untuk dilakukan penyelidikan lanjutan mengenai tindakan spionase dan pelanggaran lain yang mungkin terjadi. Berbagai tanggapan muncul dari para pihak yang terlibat. Jurnalis yang menjadi korban spyware merasa puas dengan hasil putusan, sementara pengadu lain menilai keputusan tersebut sebagai bentuk balas dendam. Proses hukum dan politik yang berkaitan dengan kasus ini masih akan berlanjut ke tahap banding.
27 Feb 2026, 13.15 WIB

Kekhawatiran Pelaku Digital Soal PP TUNAS: Hambat Inovasi dan Batasi Akses Anak

Kekhawatiran Pelaku Digital Soal PP TUNAS: Hambat Inovasi dan Batasi Akses Anak
Pada bulan Maret mendatang, Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 (PP TUNAS) akan mulai berlaku penuh. Peraturan ini dibuat untuk mengatur penyelenggaraan sistem elektronik khususnya dalam melindungi anak-anak dari konten digital yang berbahaya. Namun, aturan ini juga mewajibkan penyelenggara layanan digital melakukan klasifikasi risiko dan pembatasan akses sesuai usia anak. Asosiasi E-commerce Indonesia (iDEA) mengungkapkan kekhawatiran terhadap rancangan aturan ini. Mereka menilai bahwa aturan tersebut terlalu membatasi akses ke hampir semua layanan digital dan memasukkan banyak layanan ke dalam kategori risiko tinggi tanpa mempertimbangkan perlindungan yang sudah ada pada platform. Ini dinilai bisa merugikan pengguna dan pelaku usaha. Satu hal yang menjadi sorotan adalah verifikasi usia yang belum memiliki standar teknis yang jelas dan seragam. Hal ini berpotensi menimbulkan risiko terhadap privasi dan keamanan data pengguna serta menambah biaya kepatuhan bagi perusahaan. Selain itu, aturan ini juga dapat menyebabkan fragmentasi sistem di antara platform digital yang bisa membingungkan pengguna. Beban administratif yang diwajibkan oleh PP TUNAS, seperti penilaian mandiri dan pelaporan risiko, dinilai belum proporsional dan bisa menyulitkan pelaku usaha digital. Beberapa pihak mengatakan bahwa hal ini bisa menghambat inovasi, memperlambat pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia, dan membuat investasi di sektor digital menjadi kurang menarik. Pelaku usaha dan asosiasi seperti Kadin Indonesia menekankan pentingnya aturan yang implementatif dan adaptif. Mereka berharap pemerintah dapat memperhitungkan dampak regulasi ini secara keseluruhan, agar aturan pelindung anak ini tidak justru membatasi akses anak remaja terhadap layanan digital penting seperti komunikasi, pendidikan, dan transaksi digital.
27 Feb 2026, 12.15 WIB

Tim ITS Raih Juara Utama RoboBoat 2026, Bukti Keunggulan Teknologi Robot Maritim

Tim ITS Raih Juara Utama RoboBoat 2026, Bukti Keunggulan Teknologi Robot Maritim
Tim mahasiswa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil membawa harum nama Indonesia di ajang internasional dengan memenangkan kompetisi RoboBoat 2026 di Florida, Amerika Serikat. Kompetisi ini menantang peserta untuk menciptakan kapal otonom yang dapat menjalankan misi secara mandiri di laut terbuka dengan berbagai tantangan teknis. RoboBoat 2026 diikuti oleh 36 tim dari 10 negara, termasuk universitas ternama di dunia seperti MIT dan Georgia Institute of Technology. Dalam kompetisi ini, tim ITS mencatatkan prestasi luar biasa dengan menyapu bersih semua kategori utama, yaitu Autonomy Challenge dan Design and Documentation. Kategori Autonomy Challenge menguji kemampuan kapal dalam menjalankan misi keselamatan pasca-bencana, seperti identifikasi area terdampak dan menyalurkan bantuan secara otomatis di pelabuhan yang rumit. Tim ITS sukses menunjukkan kemampuan kapal merespons situasi kompleks dengan stabil dan cepat dalam mengambil keputusan. Selain itu, ITS juga memenangkan Design and Documentation karena laporan teknis dan dokumentasi mereka dianggap terbaik oleh juri. Kolaborasi berbagai jurusan teknik dari mulai Teknik Fisika hingga Sistem Informasi menjadi kunci keberhasilan mereka dalam mengembangkan kapal tanpa awak yang kompleks dan canggih. Prestasi ini menandai langkah penting bagi Indonesia dalam pengembangan teknologi robotika maritim dan otonomi kendaraan laut. Keberhasilan tim ITS membuktikan bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing dan berinovasi di level global, sekaligus memberikan inspirasi bagi pengembangan teknologi masa depan di tanah air.
26 Feb 2026, 21.00 WIB

Jest Ubah Cara Main Game Mobile Lewat Pesan dengan Pendapatan Besar

Jest Ubah Cara Main Game Mobile Lewat Pesan dengan Pendapatan Besar
Selama ini, para pengembang game mobile harus membagi pendapatan mereka dengan toko aplikasi besar hingga 30%. Hal ini membuat banyak pihak mencari cara baru untuk mendistribusikan game tanpa harus bergantung pada App Store atau Google Play. Di sinilah Jest hadir sebagai solusi inovatif yang memanfaatkan teknologi pesan berfitur canggih bernama Rich Communication Services atau RCS. RCS memungkinkan pengiriman pesan dengan media yang lebih kaya, interaktif, dan bahkan bisa melakukan pembayaran langsung. Jest memanfaatkan fitur ini untuk menyajikan game langsung di dalam aplikasi pesan, sehingga pemain bisa mengaksesnya dengan cepat tanpa harus mengunduh aplikasi baru. Cara ini sangat praktis mengingat tren penurunan jumlah unduhan game mobile baru yang terus terjadi. Platform ini sudah menjalani fase beta dan menunjukkan hasil yang menjanjikan. Dalam empat bulan, permainan yang dikirim lewat Jest sudah dimainkan lebih dari satu juta kali, dan pesan yang dipertukarkan mencapai 300 ribu. Tingkat retensi pemain juga tiga sampai empat kali lebih baik dibanding game mobile biasa, serta biaya mendapatkan pemain baru jauh lebih rendah. Lebih menarik lagi, pengembang mendapat 90% pendapatan dari setiap game yang mereka buat, berbeda jauh dari sistem lama yang memakan bagian besar dari keuntungan mereka. Jest juga mempunyai sistem pembagian hasil yang mendukung kolaborasi antar studio, memberi insentif bagi studio untuk saling menguntungkan satu sama lain dalam ekosistem platform ini. Didukung oleh pendanaan awal sebesar 7 juta dolar AS dan rencana ekspansi ke banyak negara, Jest berpotensi menjadi perubahan besar dalam industri game mobile. Dengan hadirnya dana khusus untuk membantu pengembang di semua tahap, platform ini siap mendukung ekosistem game yang lebih inklusif dan menguntungkan semua pihak.
26 Feb 2026, 13.11 WIB

Teknologi Cetak 3D Tercepat di Dunia dengan Proyeksi Holografik dari China

Teknologi cetak 3D sudah dikenal luas dan digunakan dalam berbagai bidang mulai dari pembuatan objek digital, pembentukan tulang yang disesuaikan untuk pasien hingga perbaikan senjata militer. Namun proses pencetakan secara tradisional mengandalkan nozzle yang membangun objek lapis demi lapis, yang sangat memakan waktu dan kadang mengorbankan ketepatan. Sekelompok ilmuwan dari Universitas Tsinghua di China mengembangkan teknik baru yang bisa mengubah cairan menjadi objek padat tiga dimensi dalam waktu kurang dari satu detik. Cara ini menggunakan proyeksi holografik untuk memadatkan material cetak yang ditempatkan dalam sebuah wadah transparan. Teknik ini adalah perpaduan antara metode pahat dan cetak, yang memungkinkan komponen dengan ukuran milimeter dicetak hanya dalam waktu sekitar 0,6 detik. Kecepatan ini jauh melampaui metode cetak lapis demi lapis yang biasa digunakan saat ini. Karena ketepatan dan kecepatan yang sangat tinggi, teknologi ini membuka peluang baru dalam berbagai aplikasi industri dan medis yang membutuhkan bentuk kompleks dengan waktu produksi sangat singkat. Misalnya, bisa berpotensi digunakan untuk pencetakan jaringan pembuluh darah buatan dan struktur biologis lainnya. Terobosan ini bukan hanya meningkatkan efisiensi pencetakan 3D tapi juga bisa mengubah cara manufaktur di masa depan, menjadikan produksi massal dengan kualitas tinggi lebih mudah dan cepat. Ini adalah langkah penting menuju teknologi cetak 3D yang lebih canggih dan praktis.
26 Feb 2026, 07.00 WIB

Terobosan Terapi CAR-T Baru Mengalahkan Kanker Tumor Padat Lewat Deteksi Antigen Rendah

Terapi CAR-T selama ini sangat efektif untuk mengatasi kanker darah, tetapi menghadapi tantangan besar ketika digunakan pada tumor padat. Hal ini disebabkan oleh sulitnya menemukan target antigen yang umum pada semua sel kanker dalam tumor padat dan tingkat ekspresi antigen yang rendah sehingga sulit dideteksi. Sebuah studi terbaru dari Columbia University menemukan bahwa antigen CD70 sebenarnya ada di 100% sel kanker pada beberapa tumor padat seperti ginjal, ovarium, dan pankreas, meskipun jumlahnya sangat sedikit hingga tidak terdeteksi dengan metode standar. Peneliti mengembangkan CAR-T tipe baru yang disebut HIT receptor, yang memiliki kemampuan deteksi ultra-sensitif terhadap antigen CD70 pada tingkat yang 10-50 kali lebih rendah dibandingkan CAR-T konvensional. Ini adalah kombinasi antara reseptor CAR dan reseptor T sel alami untuk sinyal internal yang lebih responsif. Pengujian pada model tikus menunjukkan keberhasilan mengeliminasi tumor ginjal, ovarium, dan pankreas dengan menggunakan HIT receptor tanpa melewatkan sel kanker dengan tingkat antigen rendah, menandai kemajuan penting dalam pengobatan kanker tumor padat. Peneliti merencanakan uji klinis fase I pada manusia untuk menguji keamanan terapi ini. Jika berhasil, terapi ini bisa menjadi terobosan besar bagi penderita kanker yang selama ini sulit diobati dengan terapi CAR-T standar.
26 Feb 2026, 05.26 WIB

Samsung Galaxy S26: Tiga Model dengan Peningkatan AI dan Kamera Canggih

Samsung baru saja memperkenalkan seri terbaru Galaxy S26 yang terdiri dari tiga varian yakni S26, S26 Plus, dan S26 Ultra. Perangkat baru ini menampilkan beberapa peningkatan teknologi, terutama dalam performa yang didukung Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5. Salah satu nilai tambah pada smartphone ini adalah fitur AI baru yang membantu pengguna dalam aktivitas sehari-hari, seperti menyaring panggilan tidak dikenal dan mengedit foto hanya dengan mengetik perintah. Varian S26 menjadi model paling terjangkau dengan harga mulai dari 899,99 dolar AS. Smartphone ini memiliki layar OLED berukuran 6,3 inci, baterai 4.300mAh, dan tiga kamera belakang dengan sensor utama 50 megapiksel. Selain itu, ponsel ini mendukung refresh rate hingga 120Hz dan dilengkapi RAM 12GB serta penyimpanan 256GB yang cukup besar untuk kebutuhan sehari-hari. Samsung Galaxy S26 Plus hadir sebagai versi lebih besar dengan layar 6,7 inci dan kapasitas baterai 4.900mAh. Dengan harga mulai 1,099,99 dolar AS, model ini menawarkan pengalaman layar dan daya tahan baterai yang lebih baik dibandingkan versi standar. Fitur teknis lainnya mirip dengan S26, membuatnya pilihan menarik bagi pengguna yang menginginkan layar luas tapi tidak ingin repot membawa perangkat terlalu besar. Model tertinggi, Galaxy S26 Ultra, dibanderol mulai 1,299,99 dolar AS. Ponsel ini memiliki layar terbesar yaitu 6,9 inci dan baterai 5.000mAh. Keunggulan lainnya adalah kamera utamanya yang beresolusi 200 megapiksel, sensor ultrawide 50 megapiksel, serta dua lensa telefoto dengan zoom optik 3x dan 5x. Selain itu, S26 Ultra memiliki fitur privasi layar yang membuat konten sulit dilihat oleh orang di sebelah Anda, serta mendukung penggunaan S Pen untuk catatan dan pekerjaan kreatif. Ketiga model mengusung sistem operasi Android 16 dan dilengkapi berbagai konektivitas modern seperti 5G, Wi-Fi 7, dan Bluetooth 6. Wireless charging pun tersedia dengan daya pengisian berbeda di setiap model sesuai kapasitas baterai. Samsung berusaha memberikan keseimbangan antara performa, kamera, dan fitur khusus dalam tiga opsi yang berbeda agar dapat memenuhi beragam kebutuhan pengguna.
26 Feb 2026, 01.20 WIB

Samsung Galaxy S26 Ultra Resmi Meluncur dengan Kamera 200MP dan Snapdragon Terbaru

Samsung telah meluncurkan Galaxy S26 Ultra pada event Galaxy Unpacked di San Francisco, California, Amerika Serikat. Smartphone ini menghadirkan layar besar 6,9 inci dengan teknologi Dynamic AMOLED 2X beresolusi QHD+ dan refresh rate variatif antara 1Hz hingga 120Hz. Fitur Vision Booster menjaga layar tetap cerah dan jelas saat digunakan di bawah sinar matahari terang. Di sektor kamera, Galaxy S26 Ultra membawa sensor utama 200MP dengan bukaan f/1.4 dan dukungan Optical Image Stabilization (OIS). Smartphone ini juga memiliki kamera ultra-wide 50MP dan dua kamera telephoto yang menawarkan zoom optik dari 2x hingga 10x untuk menghasilkan foto jarak jauh yang tajam dan berkualitas tinggi. Dapur pacu Galaxy S26 Ultra menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy dan sistem operasi Android 16 dengan antarmuka One UI 8.5. Samsung menawarkan beberapa pilihan RAM dan penyimpanan, mulai dari 12GB RAM dengan 256GB penyimpanan hingga varian tertinggi 16GB RAM dengan 1TB penyimpanan internal. Baterai yang digunakan memiliki kapasitas 5.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat kabel QC2.0 dan pengisian cepat nirkabel melalui Super-Fast Wireless Charging. Fitur Wireless PowerShare juga tersedia untuk mengisi daya perangkat lain secara nirkabel. Daya baterai bisa terisi hingga 75% dalam 30 menit pengisian cepat kabel. Harga Samsung Galaxy S26 Ultra di Indonesia dibanderol mulai dari Rp 24,499,000 untuk varian 12GB/256GB, Rp 27,499,000 untuk varian 12GB/512GB, dan Rp 31,999,000 untuk varian tertinggi 16GB/1TB. Perangkat ini menggabungkan teknologi mutakhir dengan desain dan fitur yang cocok untuk pengguna kelas atas yang mengutamakan performa dan kualitas kamera.
25 Feb 2026, 04.50 WIB

Peter Williams Dijatuhi Penjara 7 Tahun karena Jual Alat Hacking Rahasia ke Rusia

Peter Williams adalah mantan manajer umum Trenchant, bagian dari perusahaan kontraktor pertahanan L3Harris yang mengembangkan alat peretasan dan pengawasan canggih untuk pemerintah AS dan sekutunya. Pada tahun lalu, Williams mengakui telah menjual rahasia dagang perusahaan itu kepada sebuah pihak di Rusia. Williams, warga Australia yang tinggal di Washington, D.C., mengaku menjual tujuh rahasia dagang kepada broker Rusia bernama Operation Zero yang dikenal membeli informasi kerentanan perangkat seperti Android dan iPhone serta aplikasi pesan seperti Telegram. Pemerintah Amerika Serikat telah menjatuhkan sanksi kepada Operation Zero yang mengklaim hanya menjual ulang alat-alat tersebut kepada pemerintah dan perusahaan Rusia. Alat ini bisa memungkinkan pengakses untuk mengendalikan jutaan perangkat secara global. Selama masa 2022 hingga 2025, Williams mengaku memperoleh 1,3 juta dolar AS dalam bentuk kripto dari penjualan tersebut. Kejadian ini bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman besar terhadap keamanan siber dunia. Hukuman tujuh tahun penjara yang dijatuhkan kepada Williams menjadi peringatan bagi semua pihak tentang bahaya penjualan dan penyebaran teknologi peretasan yang seharusnya hanya digunakan untuk kepentingan keamanan nasional dan aliansi internasional.
Setelahnya

Baca Juga

  • Lompatan Teknologi Global

  • Dari Reaktor ke Ramadan

  • Jejak Teknologi Masa Depan

  • Robot humanoid tampilkan kung fu mabuk dengan nunchaku di Gala Musim Semi China

  • Gelombang Teknologi Pintar

  • Dinamika AI Global 2026

  • Humanoids go mainstream as China’s robotics champions appear at CCTV spectacle

  • Sorotan Inovasi Global: Sains & Teknologi

  • Frontier Otomasi & AI

  • AI menciptakan hewan buatan yang seiring waktu mengembangkan penglihatan yang berfungsi tanpa instruksi