
Courtesy of TechCrunch
Parlemen Eropa Larang AI di Perangkat Kerja Demi Lindungi Data Rahasia
Meningkatkan kesadaran akan risiko keamanan dan privasi data dalam penggunaan AI di institusi pemerintahan Eropa dan menegaskan perlunya regulasi yang ketat terkait penggunaan data pribadi saat menggunakan layanan AI, terutama yang dikelola oleh perusahaan berbasis AS.
17 Feb 2026, 23.30 WIB
218 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Parlemen Eropa menjaga keamanan data dengan melarang penggunaan alat AI pada perangkat kerja.
- Regulasi data di Eropa sedang dalam pembahasan untuk memudahkan perusahaan teknologi, meskipun ada kritik terhadap langkah tersebut.
- Subpoena DHS menunjukkan bagaimana pemerintah AS dapat meminta informasi dari perusahaan teknologi, mempengaruhi privasi individu.
Brussels, Belgia - Parlemen Eropa telah memutuskan untuk melarang para anggota legislatif menggunakan alat AI bawaan pada perangkat kerja mereka. Keputusan ini diambil karena kekhawatiran serius mengenai keamanan data dan privasi, khususnya terkait pengunggahan korespondensi rahasia ke server perusahaan AI yang berbasis di luar Eropa.
Departemen IT Parlemen Eropa menjelaskan bahwa mereka tidak dapat menjamin keamanan data yang dikirimkan ke server perusahaan AI seperti Anthropic, Microsoft, dan OpenAI. Mereka juga masih menilai sejauh mana informasi pengguna dibagikan oleh platform AI tersebut.
Alasan utama pelarangan ini berkaitan dengan potensi risiko bahwa otoritas AS dapat meminta perusahaan teknologi mengungkapkan data pengguna, yang berarti korespondensi penting dapat terbuka pada pihak yang tidak berwenang dan membahayakan privasi anggota parlemen.
Di sisi lain, Komisi Eropa pernah mengusulkan pelonggaran aturan perlindungan data demi memudahkan perusahaan teknologi dalam menggunakan data warga Eropa untuk melatih model AI. Namun, rencana ini mendapat banyak kritik karena dianggap terlalu menguntungkan raksasa teknologi AS dan mengorbankan perlindungan data warga Eropa.
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan dari beberapa negara Uni Eropa yang mulai mempertimbangkan kembali kerjasama mereka dengan perusahaan teknologi besar asal AS menyusul tindakan pemerintah AS yang menggunakan subpoena untuk mengambil data pengguna, yang telah diikuti oleh beberapa perusahaan teknologi besar.
Referensi:
[1] https://techcrunch.com/2026/02/17/european-parliament-blocks-ai-on-lawmakers-devices-citing-security-risks/
[1] https://techcrunch.com/2026/02/17/european-parliament-blocks-ai-on-lawmakers-devices-citing-security-risks/
Analisis Ahli
Shoshana Zuboff
"Perlindungan data pribadi adalah kunci terhadap kontrol berlebihan oleh korporasi teknologi besar; kebijakan seperti ini penting untuk menjaga demokrasi dan kebebasan individu."
Analisis Kami
"Keputusan Parlemen Eropa ini menunjukkan bahwa ketakutan terhadap pengumpulan data yang tidak terkendali oleh perusahaan asing sangat beralasan, mengingat potensi penyalahgunaan dan pelanggaran privasi. Namun, jika dilakukan terlalu kaku, ini bisa memperlambat adopsi teknologi AI yang sebenarnya penting untuk kemajuan digital institusi pemerintah."
Prediksi Kami
Uni Eropa kemungkinan akan memperketat regulasi dan kontrol penggunaan AI di sektor publik serta mendorong pengembangan solusi AI berbasis lokal untuk mengurangi ketergantungan pada perusahaan teknologi asal AS.
Pertanyaan Terkait
Q
Mengapa Parlemen Eropa memblokir penggunaan alat AI oleh para anggotanya?A
Parlemen Eropa memblokir penggunaan alat AI karena risiko keamanan dan privasi yang terkait dengan pengunggahan data rahasia ke cloud.Q
Apa risiko yang terkait dengan penggunaan alat AI di perangkat kerja?A
Risiko terkait meliputi potensi kebocoran informasi sensitif dan ketidakpastian mengenai bagaimana data tersebut digunakan oleh perusahaan AI.Q
Apa yang dilakukan Komisi Eropa terkait perlindungan data?A
Komisi Eropa telah mengusulkan perubahan regulasi untuk mempermudah perusahaan teknologi dalam menggunakan data warga Eropa untuk melatih model AI.Q
Apa hubungan antara subpoena DHS dengan perusahaan teknologi?A
DHS mengeluarkan subpoena untuk meminta informasi dari perusahaan teknologi tentang individu yang kritis terhadap kebijakan pemerintah, meskipun tidak ada keputusan pengadilan yang mendukungnya.Q
Siapa yang terlibat dalam masalah ini terkait dengan kebijakan Trump?A
Donald Trump terlibat dalam masalah ini karena kebijakan dan tindakan pemerintahannya yang mempengaruhi perusahaan teknologi di AS.




