Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Gelombang Teknologi Pintar

Share

Kumpulan artikel ini menyoroti dinamika teranyar di dunia teknologi, mulai dari penurunan penjualan smartphone, peluncuran solusi AI seperti digital twin berbasis email, pendanaan besar untuk agen AI real-time, tantangan keamanan data terhadap malware AI, hingga penunjukan generasi milenial dan Gen Z sebagai kepala ilmuwan di perusahaan AI dan robotika China.

28 Feb 2026, 02.27 WIB

Asal Usul Ponsel Trump T1: Mirip Banget dengan HTC U24 Pro

Asal Usul Ponsel Trump T1: Mirip Banget dengan HTC U24 Pro
Ponsel Trump T1 telah menjadi misteri selama beberapa bulan karena sulit ditemukan dan dikonfirmasi keberadaannya. Pengamat teknologi mencoba mengungkap apakah ponsel itu benar-benar ada dan apa yang menjadi basis desainnya. Akhirnya, setelah menyelidiki baik dari spesifikasi maupun bentuk fisik, ada dugaan kuat bahwa ponsel Trump T1 didasarkan pada model HTC U24 Pro. HTC U24 Pro adalah ponsel kelas menengah yang diluncurkan pada tahun 2024 dengan harga sekitar 549 euro, atau setara sekitar 600 dolar AS. Ponsel ini memiliki desain unik dengan bodi yang sedikit asimetris dan layar melengkung, serta sensor dan port yang tidak biasa untuk kelasnya, seperti jack headphone dan slot microSD, yang juga ditemukan pada ponsel Trump T1. Meski HTC membantah secara langsung membuat ponsel Trump, kemiripan antara kedua ponsel tersebut sangat mencolok sehingga kemungkinan besar keduanya menggunakan jasa perusahaan ODM yang sama dalam hal desain dan produksi. Hal ini juga didukung oleh fakta bahwa Trump Mobile menyatakan bekerja sama dengan mitra produksi di luar Amerika Serikat, tetapi menutup-nutupi identitas dan lokasi mereka. Spesifikasi lain yang mirip termasuk penggunaan chip Qualcomm Snapdragon 7 Gen 3, ukuran layar 6,8 inci OLED, dan fitur pengisian daya cepat 60W. Namun, ada beberapa perbedaan seperti kapasitas baterai yang lebih besar pada ponsel Trump T1, menunjukkan beberapa personalisasi dilakukan. HTC U24 Pro sendiri mendapat ulasan yang biasa-biasa saja dan dianggap kurang kompetitif dibanding pesaingnya. Dengan banyaknya kemiripan ini, masih belum jelas seberapa jauh Trump T1 bisa bersaing di pasar ponsel pintar. Desain dan spesifikasi yang diadopsi dari ponsel kelas menengah lama menunjukkan ponsel ini kemungkinan tidak akan memiliki fitur atau inovasi canggih yang diharapkan dari perangkat flagship. Konsumen disarankan untuk tetap skeptis sampai ada rincian resmi dan ulasan independen.
27 Feb 2026, 19.00 WIB

Ultrahuman Hadirkan Smart Ring dan AI Baru untuk Pantau Kesehatan Lebih Canggih

Ultrahuman Hadirkan Smart Ring dan AI Baru untuk Pantau Kesehatan Lebih Canggih
Ultrahuman baru saja meluncurkan perangkat wearable terbaru mereka, Ring Pro, yang menghadirkan sejumlah peningkatan dibandingkan generasi sebelumnya. Salah satu fitur utama Ring Pro adalah daya tahan baterai yang bisa mencapai 15 hari, jauh lebih lama dibandingkan model Ring Air yang hanya mampu bertahan 4-6 hari. Selain itu, Ring Pro mampu menyimpan data kesehatan hingga 250 hari secara offline, memberikan kenyamanan bagi penggunanya. Ring Pro juga dilengkapi dengan sensor detak jantung yang sudah didesain ulang agar memberikan sinyal yang lebih akurat terutama selama tidur dan masa pemulihan. Untuk performa, perangkat ini mengusung prosesor dual-core yang lebih cepat dan fitur keselamatan baru yang memungkinkan cincin dilepas dengan mudah jika terjadi keadaan darurat. Pilihan warna dan ukuran juga semakin beragam untuk memenuhi preferensi pengguna. Selain perangkat cincin pintar itu sendiri, Ultrahuman menyediakan Pro Charging case yang mampu menambah daya tahan baterai hingga 45 hari. Case ini juga mampu menyimpan data hingga satu tahun dan memiliki berbagai fitur tambahan, seperti speaker, pelacak jarak dekat, pengisian daya nirkabel, serta indikator baterai yang memudahkan pengguna untuk memantau statusnya secara real-time. Harga preorder Ring Pro dibanderol seharga Rp 8.00 juta ($479) dan akan tersedia secara global, kecuali di Amerika Serikat karena ada masalah paten dengan perusahaan smart ring Oura. Meskipun begitu, Ultrahuman memastikan bahwa pembaruan platform AI terbaru mereka, yakni Jade, tetap dapat diakses oleh semua pengguna di seluruh dunia, termasuk di AS. Jade merupakan platform AI biointelligence real-time yang mampu memberikan insight kesehatan dan menawarkan fitur seperti deteksi fibrilasi atrium (AFIB) dan latihan pernapasan yang dipandu. Ultrahuman berambisi mengembangkan Jade menjadi agen kesehatan otonom yang aktif sepanjang waktu, yang nantinya juga bisa mengontrol perangkat smart home dan bahkan memesan makanan secara otomatis.
27 Feb 2026, 04.22 WIB

Kelangkaan RAM Jadi Pemicu Penurunan Rekor Industri Smartphone 2026

Kelangkaan RAM Jadi Pemicu Penurunan Rekor Industri Smartphone 2026
Industri smartphone diperkirakan mengalami penurunan pengiriman yang sangat tajam pada tahun 2026 akibat kelangkaan RAM yang terjadi karena dominasi permintaan dari perusahaan AI besar seperti Microsoft, Amazon, OpenAI, dan Google. Permintaan tinggi ini menyebabkan kelangkaan chip memori yang berdampak langsung pada harga dan ketersediaan smartphone serta perangkat lain yang menggunakan RAM. Menurut laporan IDC, pengiriman smartphone diperkirakan turun sebesar 12,9% tahun ini, yang menjadi volume pengiriman terendah dalam lebih dari satu dekade terakhir. Di sisi harga, rata-rata harga jual smartphone justru meningkat hingga 14% dan mencapai rekor sebesar Rp 8.73 juta ($523) , mencerminkan peningkatan biaya komponen yang sulit dihindari oleh produsen. Kelangkaan ini sangat merugikan segmen smartphone dengan harga di bawah Rp 1.67 juta ($100) , yang berisiko menjadi tidak menguntungkan untuk diproduksi. Dampak terbesar dirasakan oleh produsen smartphone murah dan merek kecil yang berpotensi keluar dari pasar, sehingga memberi peluang bagi pemain besar seperti Apple dan Samsung untuk menguasai pangsa pasar lebih besar. Krisis RAM tidak hanya berdampak pada smartphone, tapi juga perangkat lain seperti Raspberry Pi, Framework, Samsung, serta menunda peluncuran produk besar seperti PlayStation 6 dan headset Meta. Permintaan besar dari pusat data AI membuat suplai chip memori lebih terbatas dan harga tetap tinggi, dengan stabilisasi harga baru diperkirakan terjadi pada pertengahan 2027. Rencana peluncuran iPhone 17e oleh Apple sebagai ponsel budget mungkin menjadi indikator bagaimana produsen berusaha beradaptasi dengan kondisi pasar baru yang lebih mahal dan terbatas. Secara keseluruhan, situasi ini menandai perubahan besar dalam industri teknologi yang membutuhkan strategi baru dari semua pelaku pasar dalam menghadapi tantangan kelangkaan komponen.
27 Feb 2026, 00.00 WIB

Read AI Luncurkan Ada, Asisten Email AI yang Bantu Atur Jadwal dan Jawab Pertanyaan

Read AI Luncurkan Ada, Asisten Email AI yang Bantu Atur Jadwal dan Jawab Pertanyaan
Read AI baru saja meluncurkan sebuah fitur baru bernama Ada, yaitu asisten digital berbasis email yang didukung kecerdasan buatan. Ada membantu para pengguna dalam mengelola jadwal pertemuan mereka, menjawab pertanyaan berbasis data perusahaan, dan membalas email otomatis, terutama saat pengguna sedang tidak aktif atau sedang cuti. Asisten ini disebut sebagai 'digital twin' karena dapat bertugas menggantikan pengguna dalam menyelesaikan berbagai tugas rutin secara otomatis 24 jam nonstop. Pengguna bisa mulai menggunakan Ada hanya dengan mengirim email dan meminta panduan konfigurasi kepada alamat khusus yang telah disediakan. Selain mengatur jadwal, Ada juga bisa menyediakan informasi dari basis pengetahuan perusahaan serta data dari rapat-rapat sebelumnya. Ada mampu berkomunikasi dengan pihak lain saat mencari slot waktu yang cocok untuk rapat tanpa mengungkap detail meeting. Ke depannya, Ada akan diperluas aksesnya melalui platform lain seperti Slack dan Microsoft Teams. Ditambah lagi, Read AI terus mengembangkan fitur AI lainnya untuk menambah produktivitas, seperti pembaruan dalam perangkat lunak layanan pelanggan dan pencarian informasi berbasis AI. Saat ini, Read AI sudah punya lebih dari 5 juta pengguna aktif per bulan dan terus bertambah dengan cepat. Perusahaan tersebut berambisi mencapai 10 juta pengguna dan memperluas pangsa pasarnya, khususnya di pasar Amerika Serikat maupun internasional.
24 Feb 2026, 20.00 WIB

Nimble: Menghadirkan Data Web Terstruktur untuk Perusahaan dengan AI Canggih

Nimble: Menghadirkan Data Web Terstruktur untuk Perusahaan dengan AI Canggih
Meski terlihat sederhana, pencarian web masih menjadi bidang penting karena bisnis kini mengandalkan AI untuk mengolah data besar mereka. Nimble, sebuah startup di New York, menawarkan platform yang memanfaatkan agen AI untuk mencari data secara langsung dari web, memeriksa keabsahan data tersebut, dan mengubahnya menjadi format tabel yang mudah dipakai oleh perusahaan. Masalah yang sering dihadapi AI dalam pencarian web adalah hasil yang banyak dalam bentuk teks biasa yang sulit diproses di lingkungan skala besar serta risiko kesalahan seperti halusinasi data. Nimble mengatasi ini dengan memvalidasi informasi dan menyajikannya dalam database terstruktur untuk integrasi yang mulus dengan data perusahaan. Perusahaan ini telah bermitra dengan pelaku besar seperti Databricks, Snowflake, AWS, dan Microsoft agar solusi mereka dapat digunakan dalam arsitektur data perusahaan, menyatukan data internal dengan data hasil pencarian web yang valid. Ini memungkinkan pencarian yang diperhalus dan sesuai dengan kebutuhan khusus tiap perusahaan. Nimble sudah melayani lebih dari 100 pelanggan besar termasuk perusahaan Fortune 500 yang berasal dari berbagai sektor seperti ritel, keuangan, dan teknologi AI. Pendanaan Seri B sebesar 47 juta dolar AS dipimpin oleh Norwest menandai kepercayaan besar terhadap potensi teknologi Nimble. Ke depan, dengan semakin pentingnya data terpercaya dalam mendukung kecerdasan buatan, teknologi seperti Nimble diprediksi akan menjadi tulang punggung pengambilan keputusan strategis di banyak perusahaan besar karena memberikan data web yang real-time, valid, dan mudah diintegrasikan.
19 Feb 2026, 19.15 WIB

Melindungi Diri dari Malware Canggih Berbasis AI di Tahun 2026

Pada tahun 2026, malware berbasis kecerdasan buatan telah berkembang menjadi ancaman yang sangat adaptif dan pintar. Berbeda dengan virus tradisional yang statis, malware ini dapat belajar sendiri dan mengubah perilakunya secara real-time agar bisa menghindari alat keamanan lama. Platform serangan otomatis berbasis AI kini memungkinkan siapa saja dengan kemampuan dasar untuk melancarkan serangan phishing dan pencurian data secara massal dengan tingkat kecanggihan tinggi. Untuk melindungi identitas digital, sangat penting menggunakan otentikasi multi-faktor, terutama metode yang tahan terhadap phishing seperti passkey. Pendekatan zero-trust harus diterapkan, yang berarti tidak ada perangkat atau jaringan yang otomatis dianggap aman, bahkan di rumah. Menggunakan pengelola kata sandi yang terpercaya juga dapat membantu menjaga agar setiap layanan menggunakan kata sandi unik dan membatasi hak akses pada akun bersama. Perlindungan pada perangkat endpoint perlu ditingkatkan dengan teknologi seperti EDR dan XDR. Patch dan pembaruan otomatis harus diaktifkan untuk mencegah eksploitasi celah keamanan yang bisa ditemukan AI dengan cepat. Menghapus aplikasi yang tidak perlu, membatasi hak administrator, dan mengenkripsi hard disk adalah langkah penting untuk mengamankan data apabila perangkat dicuri atau terkena serangan. Data sensitif harus dipisahkan dan dienkripsi dengan baik, baik saat disimpan maupun saat dikirimkan. Membagi jaringan di rumah untuk perangkat kerja, gadget pintar, dan tamu dapat mengurangi risiko penyebaran serangan. Backup data secara rutin, termasuk salinan offline, penting untuk pemulihan jika data utama rusak akibat serangan ransomware yang semakin pintar menargetkan file penting. Serangan phishing dengan bantuan AI sudah sangat meyakinkan, menggunakan pesan dan media yang dibuat secara otomatis dengan detail kontekstual. Oleh karena itu, penting untuk selalu waspada dan menerapkan aturan menunggu dan memverifikasi setiap permintaan data penting. Penggunaan alat AI untuk produktivitas juga harus diawasi agar tidak menjadi titik lemah yang dapat dimanfaatkan penyerang, termasuk dengan berulang kali memeriksa aktivitas dan mengubah kredensial.
19 Feb 2026, 11.13 WIB

Talenta Muda Milenial Pimpin Inovasi AI dan Robotika di Perusahaan Teknologi Tiongkok

Perusahaan teknologi besar di Tiongkok seperti Tencent dan AgiBot kini mengandalkan generasi milenial dan Gen Z untuk mengisi posisi kepala ilmuwan. Mereka dipercaya memimpin riset canggih dalam bidang kecerdasan buatan (AI) dan robotika demi kemajuan teknologi di masa depan. Salah satu tokoh utama adalah Vinces Yao Shunyu, yang berusia 28 tahun dan pernah bergabung dengan OpenAI. Saat ini ia menjabat sebagai ilmuwan AI utama di bawah kantor CEO Tencent dan berkontribusi penting terhadap pemikiran desain model AI lewat konsep 'context learning'. Pengalaman juga hadir dari Zhang Zhengyou, pakar visi komputer dengan rekam jejak internasional yang bergabung dengan Tencent sejak 2018 serta peraih Helmholtz Prize. Ini memperkuat tim riset Tencent di bidang AI dan penglihatan komputer. PrimeBot dan AgiBot, dua perusahaan yang fokus pada robotika, juga menunjuk pakar muda sebagai ilmuwan utama. Dong Hao dari Universitas Peking dan Luo Jianlan yang berpengalaman di Google DeepMind dan Google X memimpin pengembangan teknologi mereka. Langkah perusahaan ini mencerminkan strategi jangka panjang untuk menggabungkan potensi talenta muda dan pengalaman global dalam mengembangkan AI serta robotika, yang diyakini akan memperkuat posisi Tiongkok di panggung teknologi dunia.

Baca Juga

  • Dari Reaktor ke Ramadan

  • Jejak Teknologi Masa Depan

  • Robot humanoid tampilkan kung fu mabuk dengan nunchaku di Gala Musim Semi China

  • Gelombang Teknologi Pintar

  • Dinamika AI Global 2026

  • Humanoids go mainstream as China’s robotics champions appear at CCTV spectacle

  • Sorotan Inovasi Global: Sains & Teknologi

  • Frontier Otomasi & AI

  • Lompatan Teknologi Global

  • AI menciptakan hewan buatan yang seiring waktu mengembangkan penglihatan yang berfungsi tanpa instruksi