
Ultrahuman baru saja meluncurkan perangkat wearable terbaru mereka, Ring Pro, yang menghadirkan sejumlah peningkatan dibandingkan generasi sebelumnya. Salah satu fitur utama Ring Pro adalah daya tahan baterai yang bisa mencapai 15 hari, jauh lebih lama dibandingkan model Ring Air yang hanya mampu bertahan 4-6 hari. Selain itu, Ring Pro mampu menyimpan data kesehatan hingga 250 hari secara offline, memberikan kenyamanan bagi penggunanya.
Ring Pro juga dilengkapi dengan sensor detak jantung yang sudah didesain ulang agar memberikan sinyal yang lebih akurat terutama selama tidur dan masa pemulihan. Untuk performa, perangkat ini mengusung prosesor dual-core yang lebih cepat dan fitur keselamatan baru yang memungkinkan cincin dilepas dengan mudah jika terjadi keadaan darurat. Pilihan warna dan ukuran juga semakin beragam untuk memenuhi preferensi pengguna.
Selain perangkat cincin pintar itu sendiri, Ultrahuman menyediakan Pro Charging case yang mampu menambah daya tahan baterai hingga 45 hari. Case ini juga mampu menyimpan data hingga satu tahun dan memiliki berbagai fitur tambahan, seperti speaker, pelacak jarak dekat, pengisian daya nirkabel, serta indikator baterai yang memudahkan pengguna untuk memantau statusnya secara real-time.
Harga preorder Ring Pro dibanderol seharga Rp 8.00 juta ($479) dan akan tersedia secara global, kecuali di Amerika Serikat karena ada masalah paten dengan perusahaan smart ring Oura. Meskipun begitu, Ultrahuman memastikan bahwa pembaruan platform AI terbaru mereka, yakni Jade, tetap dapat diakses oleh semua pengguna di seluruh dunia, termasuk di AS.
Jade merupakan platform AI biointelligence real-time yang mampu memberikan insight kesehatan dan menawarkan fitur seperti deteksi fibrilasi atrium (AFIB) dan latihan pernapasan yang dipandu. Ultrahuman berambisi mengembangkan Jade menjadi agen kesehatan otonom yang aktif sepanjang waktu, yang nantinya juga bisa mengontrol perangkat smart home dan bahkan memesan makanan secara otomatis.