Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Frontier Otomasi & AI

Share

Sekumpulan artikel ini mengulas inovasi teknologi mutakhir, mulai dari kendaraan otonom, kecerdasan buatan, hingga jet siluman, serta dampaknya terhadap geopolitik, industri, dan privasi konsumen.

28 Feb 2026, 00.14 WIB

MindsEye 2026: Dari Kegagalan Besar Menuju Kesempatan Kedua yang Penuh Tantangan

MindsEye 2026: Dari Kegagalan Besar Menuju Kesempatan Kedua yang Penuh Tantangan
MindsEye diluncurkan sebagai game dengan harapan besar pada Juni 2025, namun peluncuran tersebut berakhir buruk dan membuat banyak orang putus asa. Meski demikian, pengembang Build a Rocket Boy tak menyerah dan terus mengerjakan pembaruan yang cukup besar sepanjang tahun 2026 untuk memperbaiki pengalaman bermain, dengan pembaruan terbesar diumumkan pada awal Februari sebagai usaha 'reset' merek dan game. Cerita MindsEye berpusat pada karakter Jacob Diaz, seorang mantan tentara dengan augmentasi teknologi yang menyelidiki mengapa robot masa depan yang diproduksi oleh Silva Corp tiba-tiba berperilaku aneh. Latar tempatnya adalah Redrock City, sebuah kota futuristik seperti Las Vegas yang terasa kurang hidup dan agak steril, membuat pemain sulit merasa benar-benar tenggelam dalam dunia game. Gameplay MindsEye menggabungkan elemen open-world dengan berbagai mode tambahan seperti tantangan ala Spec Ops MW2. Mekanisme mengemudi cukup memuaskan dengan kontrol yang solid dan fitur keren seperti belokan handbrake, namun tulisan dan pacing cerita seringkali terasa dipaksakan selama perjalanan dan dunia permainan tampak kosong dan kurang insentif eksplorasi. Walaupun sudah mendapatkan banyak pembaruan, game masih dipenuhi oleh berbagai gangguan teknis seperti kecacatan AI, glitch visual dan suara, serta keseimbangan audio yang buruk. Cerita pun mendapat kritik karena kurang mendalam dan klimaks yang terasa tiba-tiba, membuat beberapa adegan terbaik tidak tereksploitasi dengan baik sehingga kesan berakhirnya cerita terasa menggantung. Penulis menyimpulkan bahwa MindsEye tidak terlalu buruk untuk dimainkan setelah pembaruan, namun masih jauh dari kata sempurna. Game ini layak dicoba hanya oleh mereka yang sangat penasaran dan jika dapat diperoleh dengan harga diskon. Potensi untuk perbaikan di masa depan tetap ada, namun kemungkinan MindsEye berkembang menjadi game besar seperti No Man's Sky sangat kecil.
27 Feb 2026, 18.45 WIB

Pemerintah Matangkan Skema THR dan BHR untuk Pengemudi Ojek Online Jelang Lebaran

Pemerintah Matangkan Skema THR dan BHR untuk Pengemudi Ojek Online Jelang Lebaran
Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan kebijakan Tunjangan Hari Raya (THR) dan Bantuan Hari Raya (BHR) bagi pengemudi ojek online jelang Lebaran. Diskusi ini muncul untuk memastikan para pengemudi bisa mendapatkan manfaat dan kesejahteraan lebih baik di Hari Raya. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyampaikan bahwa keputusan final akan diambil setelah berdiskusi dengan Presiden dan pejabat terkait. Hal ini dilakukan untuk mendapat keputusan yang tepat dan diterima semua pihak. Pemerintah juga sudah mengadakan pertemuan dengan perusahaan aplikasi transportasi digital untuk menyamakan pandangan dan memastikan skema bantuan ini tidak memberatkan pengemudi maupun perusahaan penyedia layanan. Selain itu, pemerintah berupaya memperluas jumlah penerima manfaat supaya lebih banyak pengemudi ojek online yang bisa merasakan manfaat dari kebijakan ini dibanding tahun sebelumnya. Hal ini juga termasuk menyiapkan surat edaran THR bagi pekerja pada umumnya. Rencana kebijakan ini diharapkan bisa diumumkan secepatnya setelah pertemuan dengan Presiden yang dijadwalkan awal pekan depan agar dapat memberikan kepastian dan keadilan bagi para pekerja dan mitra pengemudi ojek online.
26 Feb 2026, 23.32 WIB

Einride Raih Pendanaan Rp 1.89 triliun ($113 Juta) untuk Kembangkan Truk Listrik dan Otonom

Einride Raih Pendanaan Rp 1.89 triliun ($113 Juta)  untuk Kembangkan Truk Listrik dan Otonom
Einride, sebuah startup asal Swedia yang membangun truk listrik dan kendaraan otonom tanpa pengemudi, berhasil mengamankan pendanaan melalui PIPE sebesar 113 juta dolar AS. Pendanaan ini diperoleh menjelang rencana perusahaan untuk go public pada paruh pertama tahun 2026 melalui merger dengan perusahaan SPAC Legato Merger Corp. Perusahaan ini sebelumnya telah mengumumkan pendanaan crossover sebesar 100 juta dolar AS, sehingga total dana yang terkumpul dalam transaksi ini mencapai sekitar 213 juta dolar AS. Meskipun valuasi Einride diturunkan dari 1,8 miliar dolar AS menjadi 1,35 miliar dolar AS, antusiasme investor terhadap perusahaan tetap kuat dan bahkan melebihi target awal pendanaan. Dana baru ini akan digunakan untuk memperkuat pengembangan teknologi kendaraan otonom dan listrik, serta mendukung ekspansi bisnis ke berbagai wilayah seperti Amerika Utara, Eropa, dan Timur Tengah. Saat ini, Einride sudah beroperasi dengan armada truk listrik berat berjumlah 200 unit dan melakukan uji coba kendaraan otonom di sejumlah negara. Beberapa perusahaan besar yang telah bermitra dengan Einride termasuk Heineken, PepsiCo, Carlsberg Sweden, dan DP World. Perusahaan ini juga melakukan pengujian kendaraan otonom dengan pelanggan seperti Apotea di Swedia dan GE Appliances di Amerika Serikat, menandakan adopsi teknologi yang mulai meluas. Einride bukan satu-satunya startup kendaraan otonom yang menggunakan jalur SPAC untuk pendanaan publik. Contohnya adalah Aurora Innovation dan Kodiak AI, yang juga mengambil langkah serupa dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menunjukkan tren meningkatnya minat investasi di sektor kendaraan otonom dan teknologi transportasi berkelanjutan.
26 Feb 2026, 19.50 WIB

Kebijakan Baru Trump Memicu Ketegangan Global soal Pengelolaan Data Digital

Kebijakan Baru Trump Memicu Ketegangan Global soal Pengelolaan Data Digital
Pemerintahan Presiden Donald Trump mengeluarkan instruksi bagi diplomat Amerika Serikat agar melobi negara lain menolak aturan ketat tentang pengelolaan data warga oleh perusahaan teknologi AS. Kebijakan ini bertujuan menjaga arus data global tetap bebas dan meminimalkan regulasi ketat seperti mandat kedaulatan data yang mewajibkan data disimpan di negara asal. Washington beralasan bahwa aturan kedaulatan data dapat mengganggu arus data global, meningkatkan biaya keamanan siber, serta membatasi layanan kecerdasan buatan dan komputasi awan. Selain itu, regulasi ketat ini dianggap dapat membuka peluang bagi pemerintah untuk memperluas kontrol dan sensor yang merugikan kebebasan sipil. Berbagai negara, terutama di Eropa, telah memperketat regulasi proteksi data pribadi dengan contoh paling terkenal adalah GDPR yang membatasi transfer data ke luar kawasan. Regulasi ini juga sudah memaksa perusahaan teknologi AS membayar denda besar akibat pelanggaran, memperbesar kekhawatiran tentang privasi dan pengawasan. China juga disebut sebagai negara dengan kebijakan data yang sangat ketat untuk memperkuat pengawasan dan keuntungan strategisnya. Amerika Serikat melihat ini sebagai ancaman sekaligus mendorong forum internasional bernama Global Cross-Border Privacy Rules Forum untuk mendukung arus data bebas sekaligus melindungi privasi secara global. Pendekatan baru pemerintahan Trump yang agresif menolak regulasi digital terutama di Eropa, termasuk kewajiban penghapusan konten ilegal, menimbulkan ketegangan baru di sektor digital global. Langkah ini menandai pergeseran kebijakan AS dari pendekatan persuasif ke tuntutan yang lebih keras, yang dapat memicu konflik kebijakan data internasional ke depan.
26 Feb 2026, 16.20 WIB

Janji Apple Pindahkan Produksi iPhone ke AS Dinilai Hanya Sebuah Kebohongan

Janji Apple Pindahkan Produksi iPhone ke AS Dinilai Hanya Sebuah Kebohongan
Apple pernah berjanji kepada pemerintah Amerika Serikat untuk memindahkan produksi iPhone dari China ke AS. Namun, kebijakan tersebut tidak berjalan seperti yang dijanjikan oleh CEO Tim Cook. Sebaliknya, Apple lebih memilih membangun pabrik baru di India sebagai alternatif produksinya. Penasihat perdagangan Gedung Putih, Peter Navarro, menyebut janji Tim Cook tersebut sebagai kebohongan. Ia juga menilai bahwa memindahkan pabrik ke India tidak jauh berbeda dengan tetap memproduksi di China, karena keduanya memiliki tantangan serupa dalam hal biaya dan kondisi kerja. MacDailyNews melaporkan bahwa pabrik iPhone di China masih mampu memproduksi hingga 190 juta unit per tahun, meskipun volume produksi di negara itu mulai berkurang seiring meningkatnya produksi di India. Sementara di AS, perakitan sejauh ini dianggap sulit karena upah pekerja yang tinggi dan masalah keterjangkauan perumahan serta fasilitas pendukung lainnya. Apple juga menghadapi tantangan di AS terkait dengan peningkatan otomasi dan penggunaan robot di pabrik masa depan. Produksi yang sebagian besar dikelola oleh robot dan sedikit tenaga kerja manusia akan membutuhkan investasi besar dan model manajemen yang berbeda dibandingkan model produksi tradisional. Namun, Apple menyatakan komitmennya untuk berinvestasi besar di AS, dengan rencana memproduksi Mac Mini secara lokal di pabrik baru di Houston mulai akhir tahun ini. Perusahaan juga mempercepat produksi server AI dan membuka pusat pelatihan manufaktur canggih untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi di AS.
22 Feb 2026, 02.17 WIB

China Tawarkan J-35, Tantangan Berat Lawan Jet Tempur AS F-35 di Asia-Pasifik

China mulai mempromosikan pesawat tempur generasi kelima mereka, J-35, pada pameran udara di Singapura sebagai usaha untuk menyaingi pesawat tempur Amerika Serikat, F-35. J-35 adalah jet tempur generasi kelima kedua setelah J-20 yang baru saja resmi digunakan oleh militer China. Meskipun J-35 memiliki teknologi canggih seperti avionik modern dan fitur siluman, pesawat ini memiliki keterbatasan dalam hal kompatibilitas dengan sistem senjata dan jaringan intelijen yang sudah mapan di F-35. Hal ini menjadi sorotan para ahli karena interoperabilitas itu sangat penting dalam operasi militer modern. Beberapa negara di kawasan Asia-Pasifik seperti Jepang, Australia, dan Korea Selatan sudah memilih F-35 karena kekuatan aliansi dan kemampuan operasionalnya yang lebih luas, termasuk varian yang dapat digunakan dari kapal perang yang menambah fleksibilitas taktis. Negara-negara yang mungkin memilih J-35 biasanya mereka yang ingin menjauh dari pengaruh Barat dan memiliki opsi pembiayaan yang lebih fleksibel. Namun, alternatif jet dengan harga lebih murah dan dukungan aliansi tetap membuat pasar J-35 menjadi terbatas. Meski berpotensi menambah keberagaman pasar jet tempur, J-35 ditengarai sulit menembus negara-negara Asia Tenggara yang telah lebih dulu menggunakan jet tempur dari Korea Selatan dan Swedia yang sudah lebih teruji dan terjangkau.
18 Feb 2026, 12.50 WIB

Daftar HP Android Terkencang 2026: RedMagic 11 Pro Plus Jawara Performanya

AnTuTu, platform benchmarking performa smartphone, telah merilis daftar HP Android dengan performa terbaik di tahun 2026. Daftar ini menunjukkan bagaimana tiap model HP flagship dan kelas menengah bersaing dalam hal kemampuan perangkat keras dan kecepatan pemrosesan. HP RedMagic 11 Pro Plus dari Nubia berhasil meraih peringkat pertama dengan skor AnTuTu tertinggi, 4.104.271 poin. HP ini memakai chip anyar Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan memiliki RAM besar 24 GB dengan penyimpanan hingga 1 TB, sangat ideal untuk gamer dan pengguna berat. Vivo X300 Pro dan Vivo X300 menggunakan chip MediaTek Dimensity 9500 dan juga masuk dalam 10 HP terkencang, membuktikan bahwa MediaTek mulai menyaingi dominasi Snapdragon dalam hal performa tinggi, terutama untuk pasar flagship dan menengah. Dalam kelas menengah, Honor Power 2 memimpin dengan skor 2.218.856 poin, diikuti oleh Oppo Reno 15 dan Oppo Reno 15 Pro. Ini penting untuk pengguna yang ingin HP dengan performa cukup tinggi tapi harga lebih terjangkau. Di sektor tablet, MagicPad 3 Pro 13.3 menempati posisi teratas dengan nilai 4.032.958 poin dan menggunakan chip Snapdragon 8 Elite Gen 5. Hal ini menunjukkan bahwa performa tingkat tinggi juga penting untuk perangkat tablet, tidak hanya smartphone.
14 Feb 2026, 00.16 WIB

Iklan Super Bowl Dorong Naiknya Popularitas Chatbot AI Claude oleh Anthropic

Anthropic telah memperkenalkan chatbot AI bernama Claude yang awalnya kurang populer dibanding pesaing utama, ChatGPT, setelah diluncurkan pada Mei 2024. Claude menghadapi tantangan besar untuk mendapatkan perhatian di pasar yang sudah didominasi oleh ChatGPT. Untuk meningkatkan popularitas Claude, Anthropic menayangkan iklan Super Bowl yang menggunakan humor gelap, seperti mengarahkan orang ke situs kencan 'cougar' dan sol khusus untuk menambah tinggi badan, yang berhasil menarik perhatian banyak orang. Setelah iklan tersebut, unduhan aplikasi Claude di Amerika Serikat naik 32%, mencapai sekitar 148,000 unduhan dari hari Minggu hingga Selasa, dan membuatnya naik ke peringkat ke-7 di App Store AS, pencapaian tertinggi sepanjang masa. Selain itu, Claude menawarkan fitur bebas iklan bagi penggunanya, berbeda dengan ChatGPT yang baru mulai menayangkan iklan untuk pengguna gratis, membuat Claude semakin menarik bagi pengguna yang risih dengan iklan. Secara global, unduhan Claude juga mengalami peningkatan, meskipun tidak sebesar di Amerika Serikat, yang menunjukkan berhasilnya strategi iklan dan model baru Opus 4.6 dalam memperluas basis pengguna aplikasi AI ini.
13 Feb 2026, 11.55 WIB

Koreksi Saham AI dan Risiko Investasi Besar Teknologi di 2026

Saham perusahaan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang sempat naik tinggi kini mulai mengalami penurunan tajam. Para investor mulai menyadari bahwa investasi besar di bidang AI tidak selalu memberikan hasil yang pasti dan membawa risiko yang cukup besar. Hal ini memicu volatilitas pasar yang semakin tinggi. Perusahaan teknologi besar seperti Microsoft dan Amazon menjadi contoh saham yang mengalami tekanan harga karena kekhawatiran investor akan biaya besar yang harus dikeluarkan untuk pengembangan AI tanpa jaminan imbal hasil yang sepadan. Penurunan saham ini turut memengaruhi sektor jasa keuangan dan asuransi. Sektor jasa keuangan mengalami tekanan akibat adanya startup yang meluncurkan fitur perencanaan pajak berbasis AI, yang menyebabkan saham-saham seperti Charles Schwab dan LPL Financial turun. Selain itu, sektor asuransi seperti Willis Towers Watson ikut terdampak penurunan harga saham. Meskipun indeks S&P 500 masih mencatat kenaikan kecil di tahun ini dan berada dekat pada rekor tertinggi, volatilitas pasar meningkat tajam. Saham-saham yang melemah turun lebih dalam dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan pasar semakin sensitif terhadap perkembangan dan risiko investasi AI. Para analis pasar menyarankan bahwa di tahun 2026, strategi investasi harus lebih selektif dan hati-hati dalam memilih saham. Fokus utama adalah menghindari saham yang berpotensi mengalami kerugian besar, menunjukkan bahwa pasar sedang mengalami fase ketidakpastian dan perlombaan ketat antara perusahaan yang berhasil dan gagal dalam adopsi teknologi AI.
13 Feb 2026, 09.11 WIB

MiniMax Luncurkan Model AI Murah dan Cepat, Tantang Perusahaan Amerika

MiniMax, perusahaan kecerdasan buatan asal China, baru saja meluncurkan model AI terbaru mereka yang dinamakan M2.5. Model ini diklaim mampu memberikan performa tinggi seperti yang dimiliki oleh perusahaan AI besar Amerika seperti Anthropic dan OpenAI. Keunggulan M2.5 tidak hanya pada performa tapi juga biaya operasional yang sangat efisien. Model M2.5 menggunakan 230 miliar parameter, ukuran yang sama dengan versi sebelumnya. Namun, MiniMax berhasil meningkatkan efisiensi sehingga pengguna tidak perlu khawatir biaya. Mereka bahkan menyatakan bahwa model ini bisa digunakan satu jam penuh dengan kecepatan 100 token per detik hanya dengan biaya satu dolar Amerika. Persaingan di pasar AI China semakin ketat karena perusahaan lain seperti Zhipu AI juga meluncurkan model baru yang jauh lebih besar dengan 744 miliar parameter. Hal ini menunjukkan bagaimana perusahaan AI di China berlomba menciptakan teknologi mutakhir dan menarik perhatian investor global. Investor global kini semakin tertarik untuk berinvestasi pada perusahaan-perusahaan AI kecil di China setelah kemajuan besar terjadi di sektor ini, bahkan di luar raksasa teknologi besar yang sebelumnya mendominasi. MiniMax menjadi contoh perusahaan yang berhasil menonjol dengan inovasi di bidang ini. Dengan kemampuan model M2.5 yang efisien dan murah, MiniMax menunjukkan jalan baru dalam pengembangan AI yang tidak hanya mengutamakan performa besar, tapi juga aspek biaya dan kecepatan. Ini menjadi langkah penting dalam menjawab kebutuhan aplikasi AI di dunia nyata.
Setelahnya

Baca Juga

  • Dari Reaktor ke Ramadan

  • Jejak Teknologi Masa Depan

  • Robot humanoid tampilkan kung fu mabuk dengan nunchaku di Gala Musim Semi China

  • Gelombang Teknologi Pintar

  • Dinamika AI Global 2026

  • Humanoids go mainstream as China’s robotics champions appear at CCTV spectacle

  • Sorotan Inovasi Global: Sains & Teknologi

  • Frontier Otomasi & AI

  • Lompatan Teknologi Global

  • AI menciptakan hewan buatan yang seiring waktu mengembangkan penglihatan yang berfungsi tanpa instruksi