Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Dinamika AI Global 2026

Share

Kumpulan artikel ini membahas perkembangan terkini industri kecerdasan buatan pada tahun 2026, mencakup pendanaan besar bagi perusahaan AI AS, pameran robotik di China, sengketa penggunaan Claude antara Anthropic dan Pentagon, migrasi talenta dari OpenAI dan xAI, serta rencana Meta menambahkan pengenalan wajah pada kacamata pintar.

28 Feb 2026, 00.53 WIB

Revolusi Pelacakan Hormon: Dari Laboratorium ke Wearable AI yang Praktis

Revolusi Pelacakan Hormon: Dari Laboratorium ke Wearable AI yang Praktis
Selama bertahun-tahun, cara mengukur hormon manusia hanya bisa dilakukan dengan mengambil darah di laboratorium klinis. Namun, sejak 2026, metode pengukuran hormon mulai berubah dengan penggunaan teknologi baru seperti cartridge saliva yang dianalisis oleh AI smartphone, sensor biosensor DNA, alat wearable berbentuk earring-back, dan sensor keringat. Inovasi ini bertujuan membuat pelacakan hormon menjadi mudah dan rutin layaknya pengukuran detak jantung. Pasar teknologi hormonal ini tumbuh cepat. Pada 2025, nilai pasar sekitar 325,7 juta dolar dan diperkirakan akan mencapai 716,2 juta dolar pada 2035. Pasar hormonal health lebih luas bahkan diperkirakan mencapai peluang bisnis 600 miliar dolar. Banyak startup dan institusi riset berlomba menciptakan teknologi baru yang mempercepat proses pengukuran hormon menerapkan AI dan hardware canggih. Perkembangan teknologi biosensor termasuk yang dibuat di Caltech oleh Profesor Wei Gao menunjukkan kemajuan besar di bidang ini, misalnya pengukuran hormon estrogen dari keringat dengan presisi tinggi. Perusahaan seperti Level Zero Health, Pheal, Delphea, Eli Health, dan Clair berusaha menciptakan produk wearable yang bisa memonitor hormon secara terus-menerus dengan akurasi klinis. Selain teknologi, aspek regulasi juga mulai teruji dengan sertifikasi produk berbasis saliva oleh Inne di Uni Eropa dan Inggris serta penghargaan produk inovasi di CES yang menunjukkan kematangan pasar hormon non-darah. Penggunaan AI juga makin penting untuk memberikan analisis prediktif terkait hormon dan kondisi tubuh, yang akan meningkatkan nilai dan retensi pengguna pada platform tersebut. Dengan integrasi data hormonal ke dalam berbagai layanan kesehatan, olahraga, dan kesejahteraan, pengukuran hormon di masa depan akan menjadi sinyal penting dalam sistem kesehatan presisi. Transformasi ini tidak hanya akan mengubah akses dan pemahaman individu terhadap hormon, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui inovasi di bidang femtech dan kesehatan pria.
17 Feb 2026, 21.58 WIB

Startup AI AS Raih Pendanaan Ratusan Juta Dolar di Awal 2026

Startup AI AS Raih Pendanaan Ratusan Juta Dolar di Awal 2026
Pasar startup kecerdasan buatan di Amerika Serikat menunjukkan momentum luar biasa. Dalam kurang dari dua bulan pertama tahun 2026, hampir 20 startup AI berhasil mengumpulkan dana dengan nilai lebih dari 100 juta dolar setiap perusahaan. Ini adalah tanda kuat bahwa investor masih sangat antusias terhadap teknologi AI. Data dari tahun sebelumnya juga menunjukkan besarnya potensi pasar ini. Pada tahun 2025, total pendanaan yang didapatkan startup AI di AS dari putaran besar telah mencapai lebih dari 76 miliar dolar. Angka ini memperlihatkan bahwa investasi di sektor AI terus meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun. Dengan tren ini, para pelaku industri dan pengamat pasar mulai menaruh perhatian besar pada startup AI yang mampu mengamankan investasi besar tersebut. Pendanaan dalam jumlah besar ini tidak hanya memungkinkan pengembangan teknologi yang lebih inovatif, tetapi juga bisa mempercepat adopsi AI di berbagai sektor bisnis dan kehidupan sehari-hari. Meski demikian, belum ada kepastian apakah tren pendanaan ini akan terus berlangsung di sepanjang 2026. Faktor-faktor seperti kondisi ekonomi global, regulasi, dan hasil inovasi startup itu sendiri akan menentukan keberlanjutan pertumbuhan pendanaan ini. Daftar startup yang berhasil mendapatkan pendanaan besar terus diperbarui, menggambarkan dinamika pasar yang cepat dan kompetitif. Hal ini menunjukkan bahwa sektor AI di Amerika Serikat tetap menjadi magnet utama bagi para investor yang mencari peluang pertumbuhan usaha dan teknologi baru.
16 Feb 2026, 07.43 WIB

ByteDance Dominasi AI Cloud di Gala Festival Musim Semi, Saingi Alibaba dan Tencent

ByteDance Dominasi AI Cloud di Gala Festival Musim Semi, Saingi Alibaba dan Tencent
Perusahaan teknologi besar Tiongkok seperti ByteDance, Alibaba, dan Tencent bersaing keras untuk menarik perhatian publik di Gala Festival Musim Semi yang disiarkan oleh CCTV, acara televisi yang sangat populer dan penting secara nasional seperti Super Bowl di AS. Acara ini tidak hanya ajang hiburan tapi juga menjadi barometer dukungan politik dan fokus industri pemerintah. ByteDance berhasil menjadi mitra eksklusif layanan AI cloud dalam gelaran gala tahun ini, menggantikan posisi Alibaba Cloud dari tahun sebelumnya. Perusahaan ini menggunakan kesempatan ini untuk memperkenalkan teknologi AI terbaru seperti Seedance 2.0, sebuah model generasi video yang mendapat perhatian global. Dalam rangka memperkuat daya tarik dan interaksi dengan konsumen, ByteDance akan membagikan lebih dari 100.000 produk teknologi termasuk drone, kendaraan listrik, robot, dan printer 3D, serta amplop digital berisi uang hingga 8.888 yuan melalui undian berhadiah saat acara berlangsung. Sementara itu, Alibaba yang tidak mendapatkan kesempatan eksklusif di CCTV, mengalihkan strategi dengan mensponsori acara serupa yang diselenggarakan oleh beberapa broadcaster lokal di kota-kota besar seperti Shanghai dan Zhejiang. Tencent dan Alibaba juga menggelar program giveaway besar menjelang festival sebagai bagian dari persaingan mereka di pasar AI. Robot humanoid yang sebelumnya tampil dengan sukses seperti tarian rakyat menggunakan robot Unitree, kembali menjadi hiburan yang dinanti-nanti dalam acara ini sebagai contoh nyata kemajuan teknologi robotik yang menarik perhatian masyarakat luas.
16 Feb 2026, 04.11 WIB

Pentagon dan Anthropic Memanas: AI untuk Militer Jadi Perdebatan Sengit

Pentagon dan Anthropic Memanas: AI untuk Militer Jadi Perdebatan Sengit
Pentagon tengah menuntut perusahaan-perusahaan AI besar agar teknologinya bisa digunakan oleh militer Amerika Serikat untuk semua tujuan yang sah. Beberapa perusahaan seperti OpenAI dan Google dilaporkan bernegosiasi dengan pemerintah, namun Anthropic menolak sepenuhnya tuntutan ini. Konflik ini muncul lantaran adanya perbedaan pandangan soal bagaimana teknologi AI harus digunakan dalam operasi militer. Anthropic melarang penggunaannya untuk senjata otonom penuh dan pengawasan domestik massal. Hal ini membuat Pentagon frustrasi dan mengancam akan membatalkan kontrak senilai 200 juta dolar AS dengan perusahaan AI ini. Ketegangan ini menggambarkan dilema antara kebutuhan pertahanan dan batasan etis penggunaan teknologi AI yang semakin canggih. Dilaporkan bahwa model AI Anthropic bernama Claude sudah pernah digunakan dalam operasi militer penting, termasuk penangkapan mantan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Namun, Anthropic menyangkal keterlibatan langsung dalam operasi tersebut dan menegaskan bahwa mereka fokus pada kebijakan penggunaan yang ketat, terutama terkait jenis penggunaan yang sensitif. Perusahaan-perusahaan AI lainnya seperti OpenAI, Google, dan xAI menunjukkan beragam sikap dalam menghadapi permintaan Pentagon. Salah satu dari perusahaan tersebut dikabarkan sudah menyetujui semua tuntutan militer, sementara yang lain menunjukkan fleksibilitas tertentu. Namun, Anthropic tetap menjadi yang paling resisten di antara mereka. Kasus ini menunjukkan betapa sulitnya menyelaraskan kepentingan pemerintah, khususnya militer, dengan nilai serta batasan etis perusahaan teknologi. Perselisihan ini kemungkinan akan mendorong diskusi yang lebih luas mengenai regulasi dan penggunaan AI untuk tujuan militer di masa depan.
14 Feb 2026, 04.00 WIB

Perusahaan AI Alami Krisis Talenta dan Restrukturisasi Besar-besaran

Perusahaan AI Alami Krisis Talenta dan Restrukturisasi Besar-besaran
Beberapa perusahaan AI besar sedang menghadapi masalah besar karena banyak karyawan penting yang memilih meninggalkan perusahaan. Di antara mereka, setengah dari tim pendiri perusahaan xAI telah keluar, baik secara sukarela maupun karena kebijakan restrukturisasi. OpenAI juga mengalami perubahan besar, termasuk pembubaran tim yang fokus pada misi utama perusahaan. Selain itu, mereka juga memecat seorang eksekutif kebijakan yang menentang fitur kontroversial yang disebut ‘adult mode’. Berita ini menunjukkan adanya gejolak dalam dunia AI yang tengah berkembang cepat. Kondisi ini berdampak pada stabilitas perusahaan dan proyek-proyek besar yang tengah dilakukan di bidang teknologi ini. Dalam podcast Equity yang dipandu oleh Kirsten Korosec, Anthony Ha, dan Sean O’Kane, berbagai kejadian penting dan investasi besar di bidang fusi dan robotika juga dibahas. Ini menjadi gambaran bagaimana sektor teknologi berubah dengan cepat. Situasi ini mengingatkan bahwa perusahaan AI harus mampu mengelola perubahan dan menjaga lingkungan kerja agar talenta terbaik tetap bersama mereka. Ini merupakan tantangan penting untuk kemajuan teknologi di masa depan.
13 Feb 2026, 21.58 WIB

Meta Siap Tambah Teknologi Pengenalan Wajah di Kacamata Pintar Tahun Ini

Meta berencana meluncurkan fitur pengenalan wajah bernama 'Name Tag' pada kacamata pintar mereka tahun ini. Fitur ini akan membantu pemakai mengenali orang secara otomatis dan mendapatkan informasi tentang mereka melalui asisten AI yang disediakan oleh Meta. Meskipun sangat inovatif, rencana ini menghadapi tantangan besar terkait risiko privasi dan keamanan. Meta telah berhati-hati dalam mengembangkan fitur ini sejak awal tahun lalu agar tidak menimbulkan masalah sosial yang serius. Awalnya, Meta ingin meluncurkan 'Name Tag' di sebuah konferensi untuk penyandang tunanetra, tetapi rencana tersebut batal. Mereka juga mempertimbangkan kondisi politik Amerika Serikat untuk memilih waktu peluncuran agar mengurangi risiko kritik dari kelompok masyarakat. Teknologi pengenalan wajah sebenarnya sudah pernah dipertimbangkan Meta sejak 2021 untuk kacamata pintar Ray-Ban mereka, tapi dibatalkan karena kendala teknis dan isu etika. Sekarang dengan keberhasilan penjualan kacamata pintar, Meta kembali menghidupkan gagasan ini. Peluncuran fitur ini ke depan diprediksi akan mengundang perbincangan serius soal perlindungan data dan etika dalam penggunaan teknologi pengenalan wajah, yang menjadi perhatian utama masyarakat dan pemerintah di berbagai negara.

Baca Juga

  • Dari Reaktor ke Ramadan

  • Jejak Teknologi Masa Depan

  • Robot humanoid tampilkan kung fu mabuk dengan nunchaku di Gala Musim Semi China

  • Gelombang Teknologi Pintar

  • Dinamika AI Global 2026

  • Humanoids go mainstream as China’s robotics champions appear at CCTV spectacle

  • Sorotan Inovasi Global: Sains & Teknologi

  • Frontier Otomasi & AI

  • Lompatan Teknologi Global

  • AI menciptakan hewan buatan yang seiring waktu mengembangkan penglihatan yang berfungsi tanpa instruksi