
Risiko polusi udara dan pemanasan global saling terkait, dan sebuah studi baru menunjukkan bahwa berkurangnya polusi aerosol di Eropa telah menyebabkan peningkatan radiasi matahari yang mencapai permukaan bumi. Peningkatan ini telah berlangsung antara tahun 1994 hingga 2023 dengan rata-rata 2% per dekade, khususnya di wilayah Eropa tengah-barat.
Peningkatan radiasi tidak terjadi merata di seluruh daratan Eropa. Wilayah seperti Prancis timur laut, Benelux, dan Jerman barat mengalami peningkatan hampir 4% secara total selama tiga dekade terakhir, bahkan mencapai 5% dalam 20 tahun terakhir. Faktor utama yang memengaruhi adalah perubahan pada tingkat polusi aerosol dan cakupan awan yang menurun.
Aerosol memiliki dua pengaruh utama terhadap radiasi matahari, yakni secara langsung dengan menyerap serta memantulkan sinar matahari dan secara tidak langsung dengan mempengaruhi cakupan dan sifat awan. Penurunan aerosol menyebabkan atmosfir menjadi lebih transparan, sehingga sinar matahari lebih mudah menembus dan mencapai permukaan bumi lebih banyak.
Akibat kenaikan radiasi matahari, suhu di wilayah Eropa juga meningkat dan perubahan pola cuaca mulai terlihat, termasuk penurunan pembentukan awan dan perubahan pola presipitasi. Situasi ini berdampak luas pada berbagai sektor ekonomi mulai dari pertanian, pariwisata, hingga edukasi dan energi terbarukan.
Meskipun peningkatan radiasi matahari akan memberikan keuntungan bagi tenaga surya dan efisiensi panel fotovoltaik, efek samping berupa kenaikan suhu dan perubahan iklim akan menimbulkan tantangan baru yang harus dihadapi oleh banyak sektor dan kebijakan masyarakat di masa depan.