Indonesia menduduki peringkat kedua dunia dalam hal durasi penggunaan aplikasi di HP pada tahun 2025, hanya kalah dari India. Masyarakat Indonesia tercatat menghabiskan total 414 miliar jam di depan layar perangkat mobile, jumlah yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia dan Singapura yang bahkan tidak masuk dalam daftar 20 besar dunia.
Menurut laporan dari firma riset pasar Sensor Tower, aplikasi yang paling banyak diakses oleh masyarakat Indonesia adalah media sosial, dengan TikTok menempati posisi teratas. Selain itu, aplikasi short drama seperti Melolo juga mengalami lonjakan popularitas yang signifikan, mencapai pertumbuhan unduhan sebesar 329% di tahun 2025. Aplikasi lain yang sering digunakan berkategori utilitas, perbankan, streaming OTT, dan e-commerce.
Di satu sisi, penggunaan HP yang sangat tinggi ini menimbulkan kekhawatiran akan kecanduan gadget. Oleh sebab itu, laman kesehatan Alodokter memberikan beberapa tips penting untuk mengurangi ketergantungan pada gadget, seperti membatasi waktu penggunaan maksimal tiga jam sehari, menghindari penggunaan saat berjalan atau berkendara, dan menetapkan area bebas gadget di rumah.
Tips lain yang dianjurkan adalah menggantikan waktu layar dengan aktivitas yang lebih sehat seperti olahraga atau membaca buku dan tidak menggunakan gadget saat akan tidur. Orang tua juga diimbau untuk mendampingi anak-anak dalam penggunaan HP agar kebiasaan ini tidak mengganggu perkembangan dan aktivitas belajar mereka.
Kunci utama untuk mengatasi kecanduan gadget adalah menerapkan kedisiplinan diri secara sadar. Jika hal ini berhasil dilakukan, diharapkan masyarakat Indonesia dapat menggunakan teknologi secara lebih bijak dan produktif tanpa mengorbankan kesehatan maupun kualitas interaksi sosial.