
Ford Motor Company mengubah strategi kendaraan listriknya dengan fokus pada membuat truk pickup listrik kelas menengah yang sangat terjangkau, yakni sekitar 30,000 dolar. Ini merupakan langkah penting setelah menanggung kerugian besar dari program EV sebelumnya, termasuk pengurangan ambisi pada model Ford F-150 Lightning. Ford ingin menjangkau pembeli mainstream dengan produk yang lebih murah dan efisien.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Ford mengembangkan platform baru bernama Ford Universal EV Platform yang dirancang dari awal khusus untuk menurunkan biaya dan kompleksitas produksi. Platform ini tidak hanya akan dipakai untuk truk pickup, tapi juga bisa digunakan untuk sedan, crossover, SUV tiga baris, dan van komersial kecil.
Salah satu kunci keberhasilan strategi ini adalah merekrut talenta teknik dengan pengalaman di dunia Formula 1. Ford mengadaptasi teknik canggih dari balap seperti optimasi aerodinamika, desain struktural ringan, dan prototyping cepat untuk kendaraan massal. Ini diharapkan dapat mengurangi ukuran dan biaya baterai, sekaligus meningkatkan efisiensi dan jangkauan berkendara.
Ford juga memperkenalkan sistem 'bounty' yang memberi nilai finansial dan kinerja pada keputusan teknik, sehingga seluruh tim bekerja sama mengutamakan efisiensi keseluruhan kendaraan. Selain itu, Ford menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) yang lebih murah dan tahan lama, serta menyederhanakan desain dengan bagian komponen yang lebih sedikit dan sistem perangkat lunak yang terintegrasi.
Produksi kendaraan ini akan dilakukan di pabrik Louisville yang mendapatkan pembaruan manufaktur untuk mendukung platform EV baru tersebut. Jika sukses, proyek ini dapat membuat Ford lebih kompetitif di pasar global EV dengan harga rendah, sekaligus mengubah cara pabrikan mobil tradisional mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi kendaraan listrik masa depan.