Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Spektrum AI Terobosan

Share

Sekelompok artikel yang menyoroti ragam inovasi dan tren kecerdasan buatan, mulai dari dukungan emosional bagi remaja, optimasi tim HR, peringkat token AI global, tantangan model awan dalam fisika iklim, hingga pendanaan startup proptech.

28 Feb 2026, 20.37 WIB

AI Menyeramkan di Game Marathon: Musuh Bisa Meniru Pemain dengan Suara dan Gerakan

AI Menyeramkan di Game Marathon: Musuh Bisa Meniru Pemain dengan Suara dan Gerakan
Marathon sedang dalam tahap server slam pra-peluncuran dan menampilkan AI musuh yang unik dan mengerikan, termasuk Ghost Commander yang bisa meniru pemain. Ghost Commander dapat bersembunyi, berlari seperti pemain, dan menirukan suara serta voice line "I'm friendly", sebuah fitur yang dikonfirmasi oleh Bungie. Fitur ini mengubah dinamika permainan dengan menambah unsur ketegangan dan prediksi terhadap perilaku musuh dalam mode PvE dan mungkin akan dikembangkan lebih lanjut setelah peluncuran game.
25 Feb 2026, 22.52 WIB

Remaja Amerika Gunakan Chatbot AI untuk Dukungan Emosional dan Percakapan

Remaja Amerika Gunakan Chatbot AI untuk Dukungan Emosional dan Percakapan
Menurut laporan Pew Research Center, penggunaan chatbot AI kini menjadi bagian dari kehidupan banyak remaja di Amerika Serikat. Selain memanfaatkan AI untuk mencari informasi dan membantu tugas sekolah, beberapa remaja juga menggunakan chatbot untuk percakapan santai dan mendapatkan dukungan emosional. Sebagian remaja merasa nyaman berbicara dengan chatbot seperti ChatGPT, Claude, dan Grok untuk mengekspresikan perasaan atau memperoleh saran. Namun, profesional kesehatan mental mengingatkan bahwa teknologi ini tidak dirancang khusus untuk terapi, sehingga ada risiko dampak psikologis negatif, terutama jika digunakan sebagai pengganti interaksi sosial manusia. Survei juga mengungkapkan adanya perbedaan persepsi antara remaja dan orang tua mengenai penggunaan chatbot AI. Orang tua umumnya menerima penggunaan AI untuk tujuan belajar dan informasi, tetapi merasa kurang setuju saat AI dipakai untuk percakapan santai atau mendapatkan dukungan emosional oleh anak mereka. Respons perusahaan teknologi beragam; misalnya, Character.AI memutuskan untuk menonaktifkan akses chatbot bagi pengguna di bawah 18 tahun setelah dua kasus bunuh diri yang terkait dengan chatbot mereka. Sementara itu, OpenAI menghapus model GPT-4o yang banyak digunakan untuk mendapatkan dukungan emosional, meskipun keputusan ini menuai kritik dari pengguna. Pandangan para remaja tentang dampak AI terhadap masyarakat dalam 20 tahun ke depan beragam, dengan sebagian percaya AI akan membawa perubahan positif, namun tidak sedikit yang juga mengkhawatirkan dampak negatifnya. Hal ini menunjukkan bahwa peran AI dalam kehidupan sehari-hari dan kesehatan mental remaja perlu pengawasan dan penelitian lebih lanjut.
25 Feb 2026, 20.30 WIB

Comp, Startup HR Berbasis AI dari Brasil yang Disokong Pendanaan 17 Juta Dollar

Comp, Startup HR Berbasis AI dari Brasil yang Disokong Pendanaan 17 Juta Dollar
Christophe Gerlach bersama Pedro Bobrow meluncurkan Comp, sebuah startup di Brasil yang menghadirkan teknologi AI untuk membantu perusahaan dalam berbagai fungsi HR seperti perekrutan, kebijakan kompensasi, dan evaluasi kinerja. Mereka ingin membuat HR lebih otomatis dan efektif melalui kombinasi AI dengan tenaga ahli HR berpengalaman. Comp bukan hanya sekadar perangkat lunak, tapi juga menghadirkan eksekutif HR yang bekerja langsung dengan perusahaan sebagai bagian dari tim, bukan sebagai konsultan biasa. Model ini membantu menyempurnakan teknologi AI yang digunakan Comp agar semakin cerdas dan sesuai praktik terbaik di dunia HR. Startup ini baru saja mendapat suntikan dana Seri A sebesar 17,25 juta dolar dari Khosla Ventures dan investor lain, dimana Keith Rabois dari Khosla juga bergabung di dewan direksi. Pendanaan ini menunjukan kepercayaan investor terhadap potensi Comp dalam mengubah cara perusahaan mengelola HR. Pasar Brasil yang masih minim gunakan software HR memudahkan Comp untuk memperkenalkan model otomatisasi baru yang belum banyak pesaing kuat. Pelanggan mereka sudah termasuk unicorn-unicorn besar di Brasil, yang menandakan bisnis mereka mendapat respons positif dari pasar. Setelah sukses di Brasil, Comp berencana ekspansi ke Amerika Serikat dan negara lain. Mereka berambisi menjadi solusi utama pengganti konsultasi kompensasi tradisional dan platform HR global, memanfaatkan AI untuk membuat HR menjadi lebih otomatis, cepat, dan terintegrasi.
25 Feb 2026, 18.30 WIB

Model AI Open-Source Cina Kuasai Pasar Global di Platform OpenRouter

Model AI Open-Source Cina Kuasai Pasar Global di Platform OpenRouter
OpenRouter, sebuah platform hosting AI online, baru-baru ini merilis data peringkat yang menarik perhatian seluruh dunia. Data tersebut menunjukkan bahwa model-model AI open-source dari Cina kini sangat diminati oleh pengembang internasional. Hal ini merubah dominasi lama yang sebelumnya dipegang oleh pengembang dari Amerika Serikat selama setahun penuh. Model yang paling populer bulan ini adalah M2.5 dari MiniMax AI yang berbasis di Shanghai. Model ini telah digunakan sebanyak 4,55 triliun token oleh para pengembang melalui platform OpenRouter. Token adalah salah satu satuan data yang digunakan AI untuk memproses masukan dan menghasilkan keluaran. Selanjutnya, model Kimi K2.5 milik Moonshot AI yang berbasis di Beijing menempati posisi kedua dengan sekitar 4,02 triliun token digunakan oleh pengembang. Model-model ini menunjukkan kekuatan dan popularitas model AI yang dikembangkan di Cina dalam pasar global. Selain model-model dari Cina, model dari perusahaan-perusahaan besar seperti Google DeepMind, DeepSeek dari Hangzhou, dan Anthropic juga masuk dalam lima besar model yang paling banyak digunakan. Menariknya, tiga model dari Cina di antara lima besar tersebut mencapai hampir dua pertiga dari total penggunaan token. Fenomena ini menandai peningkatan besar dalam permintaan global untuk model-model AI open-source Cina, terutama setelah beberapa rilis terbaru. Ini menunjukkan tren yang terus berkembang dalam dunia AI global di mana Cina semakin menjadi pemain penting dan penggerak inovasi di kancah internasional.
20 Feb 2026, 07.00 WIB

Menggunakan AI untuk Memecahkan Misteri Awan dan Meningkatkan Prediksi Iklim

Menggunakan AI untuk Memecahkan Misteri Awan dan Meningkatkan Prediksi Iklim
Pada tahun 2008, seorang peneliti bernama Chris Bretherton melakukan penerbangan di atas gurun Atacama untuk mempelajari awan. Penelitian ini berawal dari kesulitan para ilmuwan dalam memasukkan efek awan secara tepat dalam model iklim yang ada. Awan, meskipun kecil, memainkan peran besar dalam mempengaruhi pemanasan global dan sulit dimodelkan karena ukurannya yang sangat kecil dan kerumitannya. Seiring waktu, para ilmuwan seperti Tapio Schneider dan Bretherton mulai menggunakan kecerdasan buatan untuk membantu menciptakan model iklim yang lebih akurat. Schneider memimpin pengembangan model CLIMA yang menggabungkan persamaan fisika dengan AI, sementara Bretherton mengembangkan model ACE2 yang menggunakan data riil atmosfer dan sebagian kecil simulasi untuk belajar meramalkan iklim tanpa tergantung penuh pada persamaan fisika. Penggunaan superkomputer dan tensor processing units memungkinkan simulasi awan secara lebih cepat dan lebih banyak, menghasilkan perpustakaan besar simulasi digital yang membantu para peneliti melatih AI untuk mengenali pola-pola awan secara efektif. Model-model ini mampu memprediksi cuaca dan iklim dengan akurasi yang meningkat dan kecepatan yang jauh lebih tinggi dibanding metode tradisional. Meskipun perbaikan ini menjanjikan, masih ada keraguan dari sebagian ilmuwan tentang kemampuan model AI untuk mempertahankan prediksi jangka panjang karena rentan terhadap akumulasi kesalahan dan ketidakmampuan memproyeksikan peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun kolaborasi antara model fisika dan AI tetap menjadi arah penelitian yang optimis dan dinamis. Dengan adanya kemajuan ini, diharapkan ke depan model iklim dapat memberikan prediksi yang lebih presisi mengenai bagaimana emisi karbon akan memengaruhi suhu dan cuaca global. Ini penting untuk membantu merencanakan langkah mitigasi yang efektif terhadap perubahan iklim dan mendorong kebijakan yang lebih baik, meski keputusan akhir tetap bergantung pada tindakan manusia.
10 Feb 2026, 21.00 WIB

Smart Bricks: AI Baru untuk Mempermudah Investasi Properti Tingkat Lanjut

Mohamed Mohamed mengamati bahwa banyak perusahaan besar seperti BlackRock dan Goldman Sachs menggunakan sistem canggih yang memanfaatkan AI untuk analisis investasi properti. Namun, investor biasa masih menggunakan cara yang lebih tradisional dan tidak terintegrasi, seperti menyimpan data dalam PDF atau komunikasi lewat WhatsApp, yang membuat proses transaksi lambat dan berisiko. Pada tahun 2024, Mohamed meninggalkan pekerjaannya di Boston Consulting Group dan mendirikan Smart Bricks, sebuah startup teknologi properti yang berbasis AI dengan tujuan membantu investor bisa mendapatkan investasi dengan kualitas terbaik. Startup ini menggabungkan berbagai data publik dan khusus untuk menilai harga, likuiditas, riwayat transaksi, dan lain-lain secara otomatis. Smart Bricks tidak hanya menampilkan daftar properti tersedia, tetapi juga memetakan hasil yang mungkin dari sebuah transaksi dengan model penilaian otomatis, peramalan arus kas, dan pemodelan risiko. Produk ini juga mendukung proses transaksi yang biasanya memakan waktu berhari-hari, dengan menggunakan agen AI untuk menangani berbagai tugas secara otomatis. Startup ini baru saja menerima pendanaan pre-seed sebesar 5 juta dolar yang dipimpin oleh Andreessen Horowitz, serta didukung oleh berbagai investor besar dari sektor teknologi dan keuangan. Dana ini akan digunakan untuk memperluas operasional ke pasar lain seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Emirat Arab, serta untuk mengembangkan produk lebih lanjut. Mohamed percaya bahwa teknologi proptech generasi berikutnya harus fokus pada peningkatan proses kognisi dan eksekusi yang selama ini tersebar dan lambat di pasar properti. Dengan membangun infrastruktur AI yang lengkap, Smart Bricks berusaha membuat pasar properti menjadi lebih transparan, cepat, dan seperti pasar keuangan modern lainnya.

Baca Juga

  • Frontier Teknologi Terkini

  • Semua berita penting dari KTT Dampak AI India yang sedang berlangsung

  • Google adds music-generation capabilities to the Gemini app

  • Revolusi AI Chip 2026

  • Inovasi Teknologi Terdepan

  • Tekno-Bisnis Nusantara

  • Revolusi Tekno-Bisnis 2026

  • Era Robotika dan Energi Bersih

  • Panorama Sains & Teknologi

  • Spektrum AI Terobosan