
Courtesy of CNBCIndonesia
Gelar Hukum dan Kedokteran Bisa Jadi Buang Waktu, AI Bergerak Terlalu Cepat
Memberikan peringatan bahwa jurusan hukum dan kedokteran dengan masa pendidikan panjang berisiko kehilangan relevansi akibat kemajuan AI yang cepat, dengan mendorong fokus pada pengembangan keterampilan manusia yang tidak mudah digantikan AI.
15 Feb 2026, 09.30 WIB
190 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Perkembangan AI yang pesat dapat membuat gelar pendidikan tradisional menjadi kurang relevan.
- Keterampilan manusia seperti empati dan keterampilan interpersonal menjadi semakin penting di era teknologi.
- Pendidikan harus beradaptasi dengan kebutuhan industri yang cepat berubah untuk tetap relevan.
Jakarta, Indonesia - Seorang mantan eksekutif Google, Jad Tarifi, memperingatkan bahwa gelar sarjana hukum dan kedokteran yang memerlukan waktu bertahun-tahun bisa menjadi tidak relevan di era kemajuan AI yang sangat cepat. Ia menyoroti bagaimana jalur pendidikan tradisional saat ini berisiko ketinggalan oleh inovasi teknologi.
Tarifi menjelaskan bahwa AI akan berkembang dengan sangat pesat, bahkan saat mahasiswa baru menyelesaikan gelar PhD, teknologi AI yang jauh lebih maju sudah akan tersedia. Hal ini dapat membuat lulusan memasuki dunia kerja dengan pengetahuan yang sudah usang.
Menurutnya, metode pendidikan sekarang lebih mengandalkan hafalan daripada pengembangan keterampilan praktis dan relevan, sehingga tidak mendukung kesiapan lulusan menghadapi revolusi AI di industri dan masyarakat.
Selain gelar profesional, mahasiswa PhD pun tidak selalu mendapatkan manfaat maksimal karena inovasi di bidang AI melaju lebih cepat daripada durasi pengerjaan gelar. Tarifi mengajak generasi muda untuk fokus mengembangkan kemampuan yang unik dan sifat manusiawi, seperti empati dan keterampilan sosial.
Pernyataan ini menjadi bagian dari diskusi luas di Silicon Valley tentang perlunya universitas menyesuaikan kurikulum agar relevan dengan kebutuhan industri yang dipengaruhi oleh AI, menegaskan bahwa kesuksesan masa depan lebih bergantung pada soft skills ketimbang hanya kredensial akademis.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260215091449-37-711275/eks-petinggi-google-bilang-lulusan-hukum-kedokteran-tak-laku-lagi
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260215091449-37-711275/eks-petinggi-google-bilang-lulusan-hukum-kedokteran-tak-laku-lagi
Analisis Ahli
Andrew Ng
"Pendidikan harus beradaptasi dengan kemajuan teknologi, khususnya AI, untuk menyiapkan tenaga kerja masa depan yang relevan dan produktif."
Analisis Kami
"Perkembangan AI memang memaksa kita untuk merefleksikan ulang sistem pendidikan yang selama ini terlampau tradisional. Fokus pada pengembangan soft skills dan kemampuan beradaptasi akan menjadi kunci utama agar lulusan tetap punya nilai di pasar kerja yang semakin dipengaruhi teknologi."
Prediksi Kami
Universitas dan lembaga pendidikan kemungkinan akan mengubah kurikulum dan metode pengajarannya untuk lebih fokus pada keterampilan manusia seperti empati dan hubungan interpersonal agar tetap relevan di era AI.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang diperingatkan oleh mantan eksekutif Google mengenai gelar sarjana hukum dan kedokteran?A
Mantan eksekutif Google memperingatkan bahwa gelar sarjana hukum dan kedokteran bisa menjadi 'buang-buang waktu' di tengah perkembangan AI yang cepat.Q
Mengapa gelar profesional seperti dokter dan pengacara dianggap berisiko ketinggalan zaman?A
Karena gelar profesional tersebut memerlukan waktu pendidikan yang lama, sehingga lulusan mungkin memasuki dunia kerja dengan pengetahuan yang sudah ketinggalan zaman.Q
Apa yang disarankan Jad Tarifi kepada generasi muda dalam menghadapi perkembangan AI?A
Ia mendorong generasi muda untuk fokus pada keterampilan manusia yang tidak mudah ditiru oleh AI, seperti empati dan keterampilan interpersonal.Q
Apa yang menjadi fokus utama pendidikan menurut pernyataan Jad Tarifi?A
Pernyataan Jad Tarifi menunjukkan bahwa pendidikan saat ini masih terlalu mengandalkan hafalan daripada pengembangan keterampilan yang relevan.Q
Bagaimana pendapat Jad Tarifi tentang gelar akademik lanjutan seperti PhD?A
Ia menyatakan bahwa mahasiswa PhD juga mungkin tidak mendapatkan nilai lebih karena inovasi di bidang AI jauh melampaui waktu penyelesaian gelar tersebut.




