Kelompok Peretas Asal China Serang Empat Telco Besar Singapura dengan Alat Canggih
Teknologi
Keamanan Siber
11 Feb 2026
221 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Serangan siber terhadap perusahaan telekomunikasi di Singapura menunjukkan kerentanan infrastruktur digital.
Kelompok UNC3886 dikenal sebagai pelaku spionase siber yang terampil dan berbahaya.
Pentingnya perlindungan berlapis dalam keamanan siber untuk menghadapi ancaman dari peretas.
Empat perusahaan telekomunikasi besar di Singapura, yakni Singtel, StarHub, M1, dan Simba Telecom, menjadi target serangan siber oleh kelompok peretas asal China yang dikenal sebagai UNC3886. Pemerintah Singapura menyatakan bahwa kelompok ini berhasil masuk ke beberapa sistem, namun tidak mengganggu layanan atau mengambil data pribadi.
Kelompok peretas ini menggunakan alat canggih seperti rootkit yang memungkinkan mereka mengakses sistem secara jangka panjang tanpa terdeteksi. Meskipun mereka menembus sistem, perusahaan telekomunikasi tersebut mengklaim telah menerapkan perlindungan berlapis untuk menghadapi berbagai serangan termasuk DDoS dan malware.
Selain menyerang telekomunikasi di Singapura, UNC3886 diketahui menyasar berbagai industri penting di dunia seperti pertahanan dan teknologi. Serangan ini juga meluas ke pemerintah dan infrastruktur penting lebih dari 37 negara, termasuk Indonesia, dengan target yang sangat beragam mulai dari lembaga penegak hukum hingga kementerian keuangan.
Perusahaan keamanan siber Palo Alto Networks menemukan bahwa para peretas memanfaatkan email palsu dan celah keamanan yang belum ditambal untuk mendapatkan akses ke jaringan korban. Mereka juga berhasil bersembunyi di dalam sistem selama berbulan-bulan tanpa terdeteksi sambil memata-matai komunikasi penting.
Operasi spionase ini berlangsung dalam skala besar dan terus berlanjut selama setahun terakhir. Hal ini menunjukkan pentingnya peningkatan sistem keamanan siber dan kewaspadaan tinggi dari semua organisasi agar dapat mengantisipasi metode serangan yang terus berkembang.
Analisis Ahli
K. Shanmugam
Penetrasi sistem oleh UNC3886 menunjukkan bahwa ancaman siber kini sangat terorganisir dan menggunakan teknik canggih yang butuh respons serius dari pemerintah dan sektor swasta.Pete Renals
Serangan yang memanfaatkan email palsu dan celah keamanan menandakan bahwa pelaku semakin detail dan terarah, sehingga perlindungan berbasis awareness dan patching sistem harus ditingkatkan terus menerus.

