Kelompok Peretas Asal China Serang Empat Telco Besar Singapura dengan Alat Canggih
Courtesy of CNBCIndonesia

Kelompok Peretas Asal China Serang Empat Telco Besar Singapura dengan Alat Canggih

Menginformasikan tentang serangan siber yang menargetkan perusahaan telekomunikasi di Singapura serta jaringan pemerintah dan infrastruktur penting di banyak negara, untuk meningkatkan kesadaran akan ancaman keamanan siber yang terus berkembang dan pentingnya perlindungan berlapis.

11 Feb 2026, 20.55 WIB
228 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Serangan siber terhadap perusahaan telekomunikasi di Singapura menunjukkan kerentanan infrastruktur digital.
  • Kelompok UNC3886 dikenal sebagai pelaku spionase siber yang terampil dan berbahaya.
  • Pentingnya perlindungan berlapis dalam keamanan siber untuk menghadapi ancaman dari peretas.
Jakarta, Indonesia dan Singapura, Singapura - Empat perusahaan telekomunikasi besar di Singapura, yakni Singtel, StarHub, M1, dan Simba Telecom, menjadi target serangan siber oleh kelompok peretas asal China yang dikenal sebagai UNC3886. Pemerintah Singapura menyatakan bahwa kelompok ini berhasil masuk ke beberapa sistem, namun tidak mengganggu layanan atau mengambil data pribadi.
Kelompok peretas ini menggunakan alat canggih seperti rootkit yang memungkinkan mereka mengakses sistem secara jangka panjang tanpa terdeteksi. Meskipun mereka menembus sistem, perusahaan telekomunikasi tersebut mengklaim telah menerapkan perlindungan berlapis untuk menghadapi berbagai serangan termasuk DDoS dan malware.
Selain menyerang telekomunikasi di Singapura, UNC3886 diketahui menyasar berbagai industri penting di dunia seperti pertahanan dan teknologi. Serangan ini juga meluas ke pemerintah dan infrastruktur penting lebih dari 37 negara, termasuk Indonesia, dengan target yang sangat beragam mulai dari lembaga penegak hukum hingga kementerian keuangan.
Perusahaan keamanan siber Palo Alto Networks menemukan bahwa para peretas memanfaatkan email palsu dan celah keamanan yang belum ditambal untuk mendapatkan akses ke jaringan korban. Mereka juga berhasil bersembunyi di dalam sistem selama berbulan-bulan tanpa terdeteksi sambil memata-matai komunikasi penting.
Operasi spionase ini berlangsung dalam skala besar dan terus berlanjut selama setahun terakhir. Hal ini menunjukkan pentingnya peningkatan sistem keamanan siber dan kewaspadaan tinggi dari semua organisasi agar dapat mengantisipasi metode serangan yang terus berkembang.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260211152721-37-710256/ulah-china-obrak-abrik-singapura-waspada-ri-bisa-kena

Analisis Ahli

K. Shanmugam
"Penetrasi sistem oleh UNC3886 menunjukkan bahwa ancaman siber kini sangat terorganisir dan menggunakan teknik canggih yang butuh respons serius dari pemerintah dan sektor swasta."
Pete Renals
"Serangan yang memanfaatkan email palsu dan celah keamanan menandakan bahwa pelaku semakin detail dan terarah, sehingga perlindungan berbasis awareness dan patching sistem harus ditingkatkan terus menerus."

Analisis Kami

"Serangan yang menargetkan infrastruktur telekomunikasi sangat mengkhawatirkan karena berpotensi mengganggu komunikasi nasional yang vital. Perlindungan berlapis memang penting, tapi pendekatan proaktif dan kolaborasi internasional menjadi kunci utama untuk melawan kelompok spionase yang terus berkembang ini."

Prediksi Kami

Ancaman serangan siber dari kelompok yang diduga berafiliasi dengan negara tertentu akan terus meningkat dan semakin canggih, memaksa perusahaan serta pemerintah meningkatkan sistem keamanan mereka secara signifikan untuk mencegah kebocoran data dan gangguan layanan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang terjadi dengan perusahaan telekomunikasi di Singapura?
A
Empat perusahaan telekomunikasi di Singapura menjadi sasaran peretas asal China yang berhasil mengakses beberapa sistem.
Q
Siapa yang bertanggung jawab atas serangan siber ini?
A
Kelompok UNC3886 bertanggung jawab atas serangan siber ini.
Q
Apa tujuan dari kelompok UNC3886?
A
Tujuan kelompok UNC3886 adalah mengeksploitasi infrastruktur telekomunikasi dan melakukan spionase siber.
Q
Bagaimana perusahaan telekomunikasi merespons serangan ini?
A
Perusahaan telekomunikasi menerapkan perlindungan berlapis dan mekanisme pertahanan untuk melindungi jaringan mereka.
Q
Apa saja dampak dari serangan siber yang dilaporkan oleh Palo Alto Networks?
A
Serangan siber tersebut berdampak pada lebih dari 37 negara dengan menyusup ke sistem komputer pemerintah dan infrastruktur penting.