
Courtesy of Forbes
Krisis Burung Besar: Ukuran Burung di Dunia Turun 72% dalam 80 Tahun
Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan penurunan signifikan ukuran burung besar di tiga benua, yang berdampak pada ekosistem dan budaya masyarakat adat, sekaligus menyoroti pentingnya pengetahuan lokal dan budaya dalam memahami krisis kepunahan burung secara global.
26 Feb 2026, 19.41 WIB
59 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Kepunahan burung besar secara signifikan mengancam keanekaragaman hayati dan kesehatan ekosistem.
- Pengalaman dan pengetahuan masyarakat adat memberikan wawasan penting tentang perubahan lingkungan yang tidak terdeteksi oleh data ilmiah.
- Sindrom dasar bergeser menghambat pemahaman tentang kondisi lingkungan yang sebenarnya dan perlu diatasi untuk efektivitas upaya konservasi.
Bolivia, Bolivia; Chile, Chili; Mexico, Meksiko; Brazil, Brasil; China, Cina; Ghana, Ghana; Kenya, Kenya; Madagascar, Madagaskar; Mongolia, Mongolia; Senegal, Senegal - Studi terbaru dari Universitas Autònoma de Barcelona menemukan bahwa ukuran rata-rata burung di Afrika, Amerika Latin, dan Asia telah menurun drastis sejak tahun 1940. Penelitian ini didasari oleh laporan dan ingatan kolektif dari masyarakat adat yang menetap di wilayah-wilayah tersebut.
Populasi burung besar yang pernah mendominasi lingkungan kini banyak yang punah atau sangat berkurang akibat perburuan, hilangnya habitat, dan pembangunan infrastruktur yang merusak ekosistem setempat. Ukuran rata-rata burung yang ditemukan masyarakat turun dari lebih dari 1,5 kilogram menjadi sekitar 535 gram pada tahun 2020.
Para peneliti mewawancarai 1.434 orang dewasa dari 10 komunitas adat dan lokal di Bolivia, Meksiko, Madagaskar, Cina, dan negara lainnya. Hasilnya menunjukkan perubahan signifikan yang sejalan di berbagai tempat, terutama di daerah-daerah seperti Bolivia dan Madagaskar.
Fenomena Shifting Baseline Syndrome juga diperhatikan di studi ini, di mana generasi muda cenderung menerima kondisi burung kecil yang ada saat ini sebagai hal normal, sehingga hilangnya burung besar menjadi kurang diperhatikan secara sosial dan ekologis.
Kesimpulan dari studi ini menegaskan bahwa krisis kehilangan burung besar tidak hanya berdampak pada ekosistem tapi juga mengancam budaya dan tradisi masyarakat adat, yang selama ini hidup berdampingan dengan alam dan burung sebagai bagian penting dari kehidupan mereka.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/grrlscientist/2026/02/26/indigenous-communities-report-dramatic-loss-of-large-bird-species-over-80-years/
[1] https://www.forbes.com/sites/grrlscientist/2026/02/26/indigenous-communities-report-dramatic-loss-of-large-bird-species-over-80-years/
Analisis Ahli
Álvaro Fernández-Llamazares
"Memanfaatkan ingatan ekologis masyarakat adat dapat mengungkap pola perubahan keanekaragaman hayati yang tidak terlihat melalui data ilmiah konvensional saja."
Analisis Kami
"Kehilangan burung besar merupakan indikator nyata dari kerusakan ekosistem yang belum mendapat perhatian cukup serius dari masyarakat luas. Upaya konservasi harus melibatkan pengetahuan masyarakat adat agar solusi bisa lebih efektif dan berkelanjutan."
Prediksi Kami
Jika tren ini terus berlanjut, hilangnya burung besar akan semakin memperparah kerusakan ekosistem dan mengikis pengetahuan serta identitas budaya masyarakat adat di masa depan.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang ditemukan dalam penelitian tentang ukuran tubuh burung di berbagai belahan dunia?A
Penelitian menemukan bahwa ukuran tubuh burung di Afrika, Amerika Latin, dan Asia telah menurun secara signifikan, dengan rata-rata ukuran tubuh burung yang dilaporkan turun hingga 72% antara tahun 1940 dan 2020.Q
Siapa yang memimpin penelitian ini dan apa latar belakangnya?A
Penelitian ini dipimpin oleh Álvaro Fernández-Llamazares, seorang etnobiolog yang melakukan penelitian di Amazon Bolivia dan fokus pada hubungan antara masyarakat adat dan keanekaragaman hayati.Q
Bagaimana masyarakat adat berkontribusi pada pemahaman perubahan ekosistem?A
Masyarakat adat memiliki memori ekologis yang panjang, yang memungkinkan mereka untuk mengamati dan melaporkan perubahan signifikan dalam populasi burung di wilayah mereka.Q
Apa yang dimaksud dengan sindrom dasar bergeser dalam konteks artikel ini?A
Sindrom dasar bergeser adalah fenomena di mana generasi baru menganggap kondisi lingkungan yang mereka alami sebagai 'normal', tanpa memahami keadaan sebelumnya, yang menghambat upaya konservasi.Q
Mengapa burung besar lebih rentan terhadap kepunahan dibandingkan burung kecil?A
Burung besar lebih rentan terhadap kepunahan karena mereka lebih terpengaruh oleh perburuan, pengrusakan habitat, dan fragmentasi daripada burung kecil.




