Fakta Baru: Perempuan Manusia Lebih Sering Kawin Dengan Neanderthal Pria
Courtesy of CNBCIndonesia

Fakta Baru: Perempuan Manusia Lebih Sering Kawin Dengan Neanderthal Pria

Mengungkap pola dan preferensi perkawinan silang antara manusia modern dengan Neanderthal untuk memperdalam pemahaman tentang evolusi dan interaksi antarspesies manusia purba.

28 Feb 2026, 03.15 WIB
87 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Perempuan Homo sapien lebih cenderung kawin campur dengan Neanderthal dibandingkan pria.
  • Kromosom X manusia modern memiliki sedikit DNA Neanderthal, menciptakan fenomena 'padang pasir Neanderthal'.
  • Penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan pasangan memiliki preferensi tertentu dalam konteks kawin silang antar spesies.
Jakarta, Indonesia - Para ilmuwan menemukan fakta baru tentang hubungan antara manusia modern dan Neanderthal, bahwa perempuan manusia lebih banyak kawin campur dengan Neanderthal pria dibanding pria manusia dengan Neanderthal wanita. Perkawinan silang ini terjadi ketika kedua spesies hidup bersama puluhan ribu tahun lalu.
Neanderthal adalah spesies homonin yang berkembang di Eropa dan Asia, berbeda dengan manusia modern yang berasal dari Afrika. Studi genetik terbaru menganalisis DNA Neanderthal yang ada dalam genom manusia modern dan menemukan pola distribusi yang tidak merata, terutama pada kromosom X.
DNA Neanderthal sangat sedikit ditemukan pada kromosom X manusia modern, sehingga kromosom ini disebut 'padang pasir Neanderthal'. Hal ini diperkirakan karena gen Neanderthal tertentu kurang kompatibel dengan manusia modern dan hilang melalui proses seleksi alam.
Di sisi lain, DNA manusia modern lebih banyak ditemukan di kromosom X Neanderthal. Karena perempuan memiliki dua kromosom X, hal ini menunjukkan lebih banyak pernikahan antara pria Neanderthal dan perempuan manusia daripada sebaliknya, memperlihatkan adanya preferensi dalam pemilihan pasangan.
Penemuan ini menunjukkan bahwa perkawinan antarspesies bukanlah proses acak melainkan dipengaruhi oleh preferensi yang belum sepenuhnya dipahami. Temuan ini memperkaya pengetahuan kita tentang interaksi manusia purba dan mekanisme evolusi yang terjadi sejak dulu.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260227151301-37-714647/wanita-masa-lalu-lebih-suka-kawin-campur-dibanding-pria

Analisis Ahli

Alexander Platt
"Preferensi kawin ini menunjukkan bahwa kawin campur Neanderthal lebih banyak dari pria Neanderthal dengan perempuan Homo sapien, bukan sebaliknya, yang menyiratkan adanya pemilihan pasangan yang tidak simetris antarspesies."

Analisis Kami

"Penemuan tentang preferensi kawin yang tidak seimbang ini membuka wawasan baru tentang dinamika evolusi manusia yang sebelumnya kurang diperhatikan. Secara genetis, ini juga bisa menjelaskan distribusi DNA Neanderthal yang unik dalam populasi manusia modern saat ini."

Prediksi Kami

Temuan ini kemungkinan akan mendorong peneliti lain untuk mengkaji lebih dalam tentang faktor biologis dan sosial yang mempengaruhi perkawinan antarspesies manusia purba, serta dampaknya pada evolusi genetika manusia modern.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang ditemukan peneliti tentang perkawinan silang antara Homo sapien dan Neanderthal?
A
Peneliti menemukan bahwa manusia perempuan lebih sering kawin campur dengan Neanderthal dibandingkan pria.
Q
Mengapa perempuan Homo sapien lebih sering kawin campur dengan Neanderthal dibandingkan pria?
A
Perempuan memiliki dua kromosom X, sedangkan pria hanya satu, sehingga lebih banyak kromosom X Neanderthal yang hilang dalam generasi Homo sapien.
Q
Apa yang dimaksud dengan 'padang pasir Neanderthal' dalam konteks DNA?
A
'Padang pasir Neanderthal' merujuk pada jarangnya DNA Neanderthal yang ditemukan di kromosom X manusia modern.
Q
Bagaimana DNA Neanderthal ditemukan dalam kromosom X manusia modern?
A
DNA Neanderthal lebih banyak ditemukan di kromosom lain daripada di kromosom X manusia modern.
Q
Apa kesimpulan utama dari penelitian yang diterbitkan di jurnal Science?
A
Kesimpulan utama adalah bahwa ada preferensi dalam memilih pasangan, dengan Neanderthal pria lebih sering kawin campur dengan manusia perempuan.