Fakta Baru: Perempuan Manusia Lebih Sering Kawin Dengan Neanderthal Pria
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
28 Feb 2026
294 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Perempuan Homo sapien lebih cenderung kawin campur dengan Neanderthal dibandingkan pria.
Kromosom X manusia modern memiliki sedikit DNA Neanderthal, menciptakan fenomena 'padang pasir Neanderthal'.
Penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan pasangan memiliki preferensi tertentu dalam konteks kawin silang antar spesies.
Para ilmuwan menemukan fakta baru tentang hubungan antara manusia modern dan Neanderthal, bahwa perempuan manusia lebih banyak kawin campur dengan Neanderthal pria dibanding pria manusia dengan Neanderthal wanita. Perkawinan silang ini terjadi ketika kedua spesies hidup bersama puluhan ribu tahun lalu.
Neanderthal adalah spesies homonin yang berkembang di Eropa dan Asia, berbeda dengan manusia modern yang berasal dari Afrika. Studi genetik terbaru menganalisis DNA Neanderthal yang ada dalam genom manusia modern dan menemukan pola distribusi yang tidak merata, terutama pada kromosom X.
DNA Neanderthal sangat sedikit ditemukan pada kromosom X manusia modern, sehingga kromosom ini disebut 'padang pasir Neanderthal'. Hal ini diperkirakan karena gen Neanderthal tertentu kurang kompatibel dengan manusia modern dan hilang melalui proses seleksi alam.
Di sisi lain, DNA manusia modern lebih banyak ditemukan di kromosom X Neanderthal. Karena perempuan memiliki dua kromosom X, hal ini menunjukkan lebih banyak pernikahan antara pria Neanderthal dan perempuan manusia daripada sebaliknya, memperlihatkan adanya preferensi dalam pemilihan pasangan.
Penemuan ini menunjukkan bahwa perkawinan antarspesies bukanlah proses acak melainkan dipengaruhi oleh preferensi yang belum sepenuhnya dipahami. Temuan ini memperkaya pengetahuan kita tentang interaksi manusia purba dan mekanisme evolusi yang terjadi sejak dulu.
Analisis Ahli
Alexander Platt
Preferensi kawin ini menunjukkan bahwa kawin campur Neanderthal lebih banyak dari pria Neanderthal dengan perempuan Homo sapien, bukan sebaliknya, yang menyiratkan adanya pemilihan pasangan yang tidak simetris antarspesies.
