
Courtesy of NatureMagazine
Gen Selfish Mungkin Pengaruhi Rasio Laki-Laki di Keluarga Utah Selama 7 Generasi
Menunjukkan bukti pertama adanya gen selfish yang memengaruhi rasio jenis kelamin anak-anak dalam manusia, khususnya keluarga di Utah yang memiliki lebih banyak anak laki-laki daripada perempuan secara signifikan selama beberapa generasi.
27 Feb 2026, 07.00 WIB
139 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Temuan ini menunjukkan adanya kemungkinan gen distorsi seks dalam populasi manusia.
- Penelitian ini menggunakan data genealogis untuk menemukan pola kelahiran yang tidak biasa.
- Diskusi di kalangan para ahli menunjukkan bahwa meskipun ada dukungan, skeptisisme terhadap penemuan ini juga ada.
Utah, Amerika Serikat - Penelitian terbaru menemukan sebuah keluarga di Utah yang memiliki jumlah anak laki-laki dua kali lebih banyak daripada anak perempuan selama tujuh generasi. Hal ini menimbulkan dugaan adanya gen selfish yang memengaruhi rasio jenis kelamin pada manusia. Biasanya, kemungkinan bayi laki-laki atau perempuan lahir hampir sama, yaitu 50:50.
Para peneliti menggunakan data dari Utah Population Database, yang menyimpan catatan genealogi dan kesehatan lebih dari 76.000 orang sejak abad ke-18. Mereka mencari keluarga yang menunjukkan bias jumlah anak laki-laki yang tidak mungkin terjadi hanya secara kebetulan. Hasilnya, dari lebih 26.000 garis keturunan ayah, hanya satu keluarga yang menunjukkan hasil tersebut secara jelas.
Dalam genetika manusia, jenis kelamin ditentukan oleh kromosom dari ayah, di mana sperma bisa membawa kromosom X atau Y. Sperma dengan Y menghasilkan anak laki-laki dan sperma dengan X menghasilkan anak perempuan. Gen selfish yang bermuatan pada kromosom Y bisa meningkatkan kemungkinan menghasilkan anak laki-laki lebih banyak.
Ada kemungkinan faktor budaya atau sejarah seperti perang, kelaparan, atau praktik pembunuhan anak perempuan dapat memengaruhi rasio ini, tapi tidak ada bukti itu terjadi di keluarga Utah tersebut. Para peneliti juga menganggap faktor lain seperti perselingkuhan atau poligami tidak cukup memengaruhi hasil ini.
Meskipun beberapa ahli mendukung temuan ini sebagai bukti gen selfish pada manusia, ada juga yang meragukan dengan alasan faktor lain seperti teknologi reproduksi atau praktik budaya modern yang mungkin belum sepenuhnya disingkirkan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memperjelas dan menguatkan hipotesis tersebut.
Referensi:
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00505-z
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00505-z
Analisis Ahli
Nitin Phadnis
"Gen selfish yang memengaruhi rasio jenis kelamin manusia memang mungkin ada, dan data genealogis unik di Utah memungkinkan deteksi yang jarang terjadi pada manusia."
Polly Campbell
"Penemuan gen ini di manusia sejalan dengan temuan pada hewan, menunjukkan bahwa distorsi rasio jenis kelamin bisa terlihat di populasi alami."
Wynn Meyer
"Masih ada kemungkinan bahwa faktor lain seperti teknologi reproduksi atau pengaruh budaya dapat menjelaskan bias jenis kelamin yang ditemukan, sehingga perlu penelitian lebih mendalam."
Analisis Kami
"Penemuan ini membuka babak baru dalam studi genetika manusia yang sebelumnya sulit dibuktikan karena keterbatasan data dan etika penelitian. Namun, masih diperlukan pendekatan multidisipliner dan verifikasi independen untuk memastikan bahwa faktor genetik, bukan lingkungan atau budaya, adalah penyebab utama ketidakseimbangan jenis kelamin pada keluarga tersebut."
Prediksi Kami
Penelitian lebih lanjut akan dilakukan untuk memverifikasi keberadaan gen selfish tersebut pada manusia dan potensinya dalam memengaruhi rasio jenis kelamin keturunan, yang mungkin berdampak pada pemahaman genetika manusia dan dinamika populasi di masa depan.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang ditemukan peneliti dalam studi mereka mengenai rasio kelahiran laki-laki dan perempuan?A
Peneliti menemukan sebuah keluarga di Utah yang telah melahirkan dua kali lebih banyak laki-laki dibandingkan perempuan selama tujuh generasi.Q
Apa itu gen egois dan bagaimana cara kerjanya?A
Gen egois adalah elemen genetik yang dapat mempengaruhi rasio kelahiran dengan cara yang menguntungkan penyebaran gen itu sendiri, meskipun tidak selalu meningkatkan kebugaran biologis individu.Q
Mengapa peneliti memilih untuk menggunakan Utah Population Database?A
Peneliti menggunakan Utah Population Database karena mengandung data genealogis yang luas dan relevan untuk menganalisis pola kelahiran.Q
Siapa yang terlibat dalam penelitian ini dan apa peran mereka?A
Peneliti utama adalah Nitin Phadnis dan James Baldwin-Brown, keduanya merupakan genetis evolusi di University of Utah.Q
Apa tanggapan para ahli lain terhadap temuan penelitian ini?A
Beberapa ahli seperti Polly Campbell mendukung temuan ini, sementara Wynn Meyer skeptis dan menganggap harus ada penjelasan lain.




