Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Panorama Sains & Teknologi

Share

Kumpulan artikel ini menyajikan berbagai perkembangan terbaru di bidang sains dan teknologi, mulai dari ledakan matahari, temuan fosil kuno, inovasi AI, hingga penemuan astronomi dan pembaruan perangkat lunak. Pembahasan mencakup penelitian lingkungan, kesehatan, dan transformasi energi global. Pembaca diajak menjelajahi temuan terkini yang berdampak pada pemahaman kita tentang alam semesta dan kemajuan teknologi.

26 Feb 2026, 04.52 WIB

Kisah Punch, Monyet Terlantar yang Menginspirasi Lagu Kesepian Viral

Kisah Punch, Monyet Terlantar yang Menginspirasi Lagu Kesepian Viral
Punch adalah seekor monyet kecil di Jepang yang mengalami penolakan dari ibunya dan sukunya. Kisahnya menjadi viral setelah video Punch yang memegang boneka untuk mencari penghiburan menyentuh hati banyak orang di media sosial. Musisi seperti Oliver Richman dan Sarah Henderson membuat lagu yang menggambarkan kesedihan dan harapan Punch. Lagu-lagu ini mendapat respons hangat dari pengguna TikTok dan mengangkat kisah Punch ke perhatian global. Peneliti dan psikolog menjelaskan bahwa manusia terprogram untuk merasa terhubung dan peduli pada makhluk dengan wajah bulat dan mata besar, sehingga kisah Punch sangat mudah membangkitkan rasa empati. Meski sebelumnya diasingkan, Punch kini mulai mendapatkan pelukan dan perhatian dari monyet dewasa di kebun binatang. Dukungan dari publik juga membantu meningkatkan kunjungan ke kebun binatang tempat Punch tinggal. Kisah Punch bukan hanya tentang kesedihan seorang hewan, tetapi juga cerminan dari kebutuhan semua makhluk untuk merasa diterima dan dicintai. Hal ini menginspirasi banyak orang untuk lebih peduli dan menunjukkan kasih sayang di sekitar mereka.
26 Feb 2026, 01.32 WIB

Penemuan Fosil Lengkap Pangkas Misteri Dinosaurus Mini di Patagonia

Penemuan Fosil Lengkap Pangkas Misteri Dinosaurus Mini di Patagonia
Selama puluhan juta tahun, sebuah kerangka dinosaurus kecil tersembunyi di batu pasir merah Patagonia, Argentina, akhirnya ditemukan lengkap oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Peter Makovicky dan Sebastián Apesteguía. Fosil ini merupakan milik Alnashetri cerropoliciensis, salah satu dinosaurus non-unggas terkecil yang pernah ditemukan di benua Amerika Selatan. Sebelumnya, hanya terdapat potongan-potongan tulang yang membuat sulit untuk mengetahui bentuk dan ciri-ciri dinosaurus ini secara pasti. Namun, dengan ditemukannya kerangka hampir utuh, para ilmuwan dapat memetakan evolusi dan sifat anatomi dinosaurus yang selama ini menjadi teka-teki. Kerangka tersebut menunjukkan bahwa Alnashetri memiliki lengan yang lebih panjang dan gigi yang lebih besar dibandingkan dengan keturunannya yang lebih modern. Ini menandai bahwa ukuran kecil sudah ada jauh sebelum munculnya bentuk tangan dan gigi khusus yang selama ini dianggap ciri khas alvarezsaur. Fosil ini juga membuktikan bahwa Alnashetri sudah dewasa saat berumur sekitar empat tahun dan tetap berukuran kecil sepanjang hidupnya. Ukuran terbesar dari kelompok alvarezsaur hanya sebesar manusia rata-rata, yang menunjukkan adaptasi unik dinosaurus ini di lingkungan mereka. Penemuan ini terjadi di situs La Buitrera, yang merupakan salah satu lokasi fosil terpenting untuk memahami kehidupan masa Cretaceous kecil di daerah tersebut. Tim peneliti telah menyiapkan studi lanjutan yang kemungkinan akan mengungkap lebih banyak rahasia tentang keberadaan dan evolusi kelompok ini.
25 Feb 2026, 11.40 WIB

Waspada! Malware Massiv Menyamar Jadi Aplikasi IPTV Curi Data Perbankan

Waspada! Malware Massiv Menyamar Jadi Aplikasi IPTV Curi Data Perbankan
Baru-baru ini ditemukan sebuah malware bernama Massiv yang menyamar sebagai aplikasi IPTV palsu. Malware ini menyebar luas dan menargetkan pengguna IPTV terutama di Eropa dengan modus yang sangat berbahaya. Aplikasi IPTV sendiri adalah layanan yang menayangkan siaran televisi langsung melalui internet. ThreatFabric, sebuah perusahaan keamanan siber, menemukan bahwa aplikasi IPTV palsu yang mengandung malware ini tampak biasa saat diunduh dan dipasang. Namun setelah terinstal, aplikasi ini diam-diam mencuri informasi penting seperti kata sandi dan data bank melalui teknik overlay layar dan keylogging yang sangat sulit terdeteksi. Malware Massiv juga mampu melewati berbagai sistem keamanan bawaan aplikasi perbankan yang biasanya melindungi dari tangkapan layar dan perekaman konten sensitif. Selain itu, pelaku bisa mengambil kendali jarak jauh atas perangkat korban, bahkan mencuri identitas untuk membuka rekening baru yang dipakai untuk pencucian uang. Korban utama dari malware ini sebagian besar berasal dari negara-negara Eropa, dengan Portugal menjadi target utama. Untuk mengelabui korban, pelaku menggunakan salinan situs IPTV asli sebagai distraksi supaya malware dapat diunduh tanpa disadari. Versi legal IPTV hanya tersedia lewat toko aplikasi resmi seperti Google Play Store. Sebagai tindakan pencegahan, pengguna diimbau mengunduh aplikasi hanya dari toko resmi, mengaktifkan Google Play Protect, selalu waspada terhadap izin aplikasi baru, dan menggunakan antivirus. Cara ini penting untuk menghindari risiko pencurian data dan kehilangan akses ke akun perbankan yang dapat berdampak besar.
25 Feb 2026, 07.50 WIB

Headphone Populer Ternyata Mengandung Bahan Kimia Berbahaya Bagi Kesehatan

Headphone Populer Ternyata Mengandung Bahan Kimia Berbahaya Bagi Kesehatan
Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa semua headphone yang diuji mengandung bahan kimia berbahaya seperti Bisfenol A (BPA) dan Bisfenol S (BPS). Bahan kimia ini biasa digunakan dalam plastik pada headphone dan bisa berdampak buruk pada kesehatan manusia. Bahkan headphone dari merek terkenal seperti Bose, Panasonic, Samsung, dan Sennheiser tidak luput dari temuan ini. Penelitian ini dilakukan oleh ToxFree LIFE for All, sebuah proyek kemitraan masyarakat sipil di Eropa Tengah. Mereka membeli 81 pasang headphone baik yang dijual di negara-negara seperti Republik Ceko, Slovakia, Hungaria, Slovenia, dan Austria, maupun dari toko daring populer. Semua produk tersebut kemudian diuji di laboratorium untuk mendeteksi bahan kimia berbahaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPA ditemukan di hampir semua sampel, sebanyak 98%, sedangkan BPS ditemukan di lebih dari tiga perempat sampel. Kedua bahan ini diketahui bisa meniru hormon estrogen dalam tubuh dan bisa menyebabkan gangguan hormon, pubertas dini, feminisasi pada laki-laki, serta berpotensi menyebabkan kanker. Para peneliti juga menemukan zat berbahaya lain, seperti ftalat yang bisa mengganggu kesuburan, parafin terklorinasi yang dapat merusak hati dan ginjal, serta zat penghambat api yang juga berperan sebagai pengganggu hormon. Meski dalam jumlah jejak, kombinasi paparan harian dari berbagai bahan berbahaya ini dapat menimbulkan risiko kesehatan serius dalam jangka panjang. Meski produsen seperti Bose, Panasonic, Samsung, dan Sennheiser belum memberikan tanggapan resmi, para pakar dan aktivis mengingatkan bahaya paparan jangka panjang terutama bagi remaja. Penggunaan headphone yang lama dan dalam kondisi seperti berolahraga dapat mempercepat perpindahan bahan kimia ke dalam tubuh melalui kulit, sehingga perlu lebih banyak pengawasan dan regulasi.
25 Feb 2026, 07.45 WIB

Apple Perbarui Fitur Verifikasi Usia untuk Penuhi Aturan Baru di Banyak Negara

Apple Perbarui Fitur Verifikasi Usia untuk Penuhi Aturan Baru di Banyak Negara
Apple mengumumkan pembaruan fitur verifikasi usia sebagai respons terhadap peraturan baru di beberapa negara dan wilayah. Fitur ini memungkinkan App Store secara otomatis memverifikasi usia pengguna, khususnya untuk aplikasi dengan batasan usia 18 tahun ke atas. Hal ini penting agar anak-anak atau pengguna di bawah umur tidak dapat mengakses aplikasi yang tidak sesuai. Pengguna dari Australia, Brazil, dan Singapura akan mengalami pembatasan baru, di mana mereka harus melalui metode verifikasi usia yang dianggap masuk akal sebelum bisa mengunduh aplikasi berperingkat 18+. Apple menegaskan, meskipun mereka menyediakan fitur ini, pengembang aplikasi masih memiliki kewajiban tersendiri untuk memverifikasi usia pengguna secara independen. Salah satu alat utama yang digunakan adalah Declared Age Range API, yang memungkinkan pengembang meminta informasi rentang usia pengguna secara langsung. Apple juga menambahkan beberapa sinyal baru ke dalam API ini, seperti apakah regulasi terkait usia berlaku untuk pengguna tersebut dan apakah pengguna harus memberikan izin orang tua jika mereka anak-anak. Untuk pengguna baru yang membuat Apple Account di wilayah Utah mulai 6 Mei dan Louisiana mulai 1 Juli, informasi kategori usia pengguna akan dibagikan langsung ke aplikasi melalui API tersebut. Hal ini membantu pengembang mengetahui status usia pengguna dan menyesuaikan layanan atau konten yang diberikan sesuai regulasi setempat. Dengan pembaruan ini, Apple berharap para pengembang aplikasi dapat lebih mudah memenuhi kewajiban hukum dan melindungi pengguna muda dari konten yang tidak sesuai. Inisiatif ini menunjukkan upaya Apple dalam menanggapi regulasi global yang semakin ketat terkait perlindungan anak dan privasi digital.
25 Feb 2026, 07.20 WIB

Tes Darah p-tau217 Tingkatkan Akurasi Diagnosis Alzheimer Usia 50 Tahun

Penelitian dari Spanyol menunjukkan bahwa tes darah yang mengukur kadar protein p-tau217 bisa membantu meningkatkan akurasi diagnosis penyakit Alzheimer pada orang berusia 50 tahun ke atas. Penelitian ini melibatkan 200 pasien yang mengikuti pemeriksaan neurologi dengan gejala kognitif. Protein p-tau217 merupakan protein yang terdapat di otak dan berperan menjaga kesehatan neuron. Namun jika protein ini mengalami fosforilasi abnormal, ia dapat menggumpal dan menyebabkan gangguan komunikasi antar sel otak, yang berujung pada gangguan fungsi otak dan Alzheimer. Meskipun p-tau217 bukan penyebab langsung Alzheimer, peningkatan kadar protein ini dalam darah dianggap sebagai tanda adanya gangguan Alzheimer. Tes darah yang memeriksa kadar p-tau217 ini membantu dokter untuk lebih yakin membuat diagnosis. Dalam penelitian ini, dokter yang hanya mengandalkan evaluasi klinis memiliki tingkat akurasi diagnosis Alzheimer sebesar 75,5%. Namun setelah ditambah hasil tes darah p-tau217, tingkat akurasi naik signifikan menjadi 94,5%. Penemuan ini menunjukkan bahwa penggunaan tes darah p-tau217 bisa menjadi alat bantu penting dalam praktik klinis sehari-hari untuk mendeteksi Alzheimer lebih dini dan lebih akurat, sehingga pengobatan dan penanganan bisa dilakukan lebih efektif.
25 Feb 2026, 00.01 WIB

DJI Gugat FCC soal Larangan Impor Drone China, Bentrok Regulasi Keamanan Nasional

Perusahaan drone asal China, DJI, mengajukan gugatan ke pengadilan federal Amerika Serikat terhadap keputusan Komisi Komunikasi Federal (FCC) yang melarang impor drone dan komponennya. Larangan ini diterapkan karena alasan keamanan nasional dan mencakup produk-produk yang dibuat di luar AS. Keputusan FCC ini bukan hanya melarang impor baru, tetapi juga memberikan wewenang untuk memblokir perangkat yang sebelumnya sudah diizinkan, yang berpotensi memperluas aturan pembatasan bagi produsen drone asing. DJI menuduh FCC telah melampaui batas kewenangannya dan melanggar hak perusahaan menurut Amandemen Kelima Konstitusi AS. Mereka mengklaim bahwa larangan ini telah merugikan bisnis mereka secara signifikan dan membatasi akses konsumen AS ke teknologi terbaru DJI. Dalam gugatannya, DJI meminta pengadilan untuk membatalkan keputusan FCC dan mencegah pelaksanaan larangan impor tersebut. Perusahaan menganggap kebijakan ini terlalu serampangan dan tidak mempertimbangkan dampak negatif bagi pasar dan pelanggan AS. Kasus ini mencerminkan ketegangan yang lebih luas antara keamanan nasional dan kebebasan bisnis yang melibatkan teknologi asing, terutama di sektor drone yang sedang berkembang pesat. Hasil gugatan ini akan penting untuk masa depan regulasi teknologi di AS.
24 Feb 2026, 23.10 WIB

Penemuan Kapal Karam 14 Abad Ungkap Peran Besar Singapura Dalam Perdagangan Maritim

Para arkeolog laut berhasil menemukan dan menggali sebuah kapal karam yang dikenal sebagai 'Temasek Wreck' di perairan Singapura, yang berasal dari abad ke-14. Penemuan ini mengungkap sejumlah besar keramik biru-putih langka dari Dinasti Yuan, mengungkapkan bukti nyata bahwa Singapura, yang dulu dikenal sebagai Temasek, sudah menjadi pusat perdagangan penting jauh sebelum kolonisasi Inggris. Kapal yang ditemukan merupakan kapal Cina yang berangkat dari pelabuhan Quanzhou sekitar tahun 1340-1352. Muatan kapal yang terdiri dari ribuan pecahan porselen kecil menunjukkan bahwa tujuan utamanya adalah Temasek, bukan untuk perdagangan ke wilayah barat seperti Timur Tengah atau India. Hal ini membuktikan bahwa ada permintaan khusus dari kalangan elit lokal di Temasek. Selain porselen biru-putih, ditemukan juga berbagai jenis keramik lain seperti Longquan celadon, Jingdezhen qingbai, shufu ware, Dehua whiteware, dan keramik hijau dari Fujian. Koleksi ini menunjukkan keberagaman budaya dan hubungan perdagangan yang kompleks antara China dan Asia Tenggara di masa itu. Proses pengangkatan dan pelestarian artefak ini memerlukan waktu dan keterampilan khusus karena keberadaan kapal yang berada di lokasi dengan arus kuat dan kayu kapal yang sudah terurai akibat serangan organisme laut. Saat ini, benda-benda tersebut sedang menjalani proses desalinasi agar porselen tidak rusak dan nantinya akan dipamerkan di museum-museum nasional Singapura. Penemuan ini sangat penting untuk memperbaiki pemahaman historis mengenai sejarah maritim Singapura dan memperkuat identitas nasional dengan bukti fisik yang kuat. Temasek ternyata sudah menjadi pusat perdagangan global yang sibuk sejak abad ke-14, yang menjadikan Singapura memiliki warisan sejarah yang kaya dan lama.
24 Feb 2026, 22.00 WIB

TechCrunch Disrupt 2026: Kesempatan Emas Untuk Startup Mendapat Pendanaan dan Jaringan

TechCrunch Disrupt adalah acara besar yang mengumpulkan ribuan pendiri startup, operator bisnis, dan investor modal ventura di San Francisco pada bulan Oktober 2026. Acara ini sangat penting bagi siapa saja yang ingin mengembangkan perusahaan teknologi mereka dan berbagi ide dengan para ahli dan pemimpin industri. Selama tiga hari acara utama, lebih dari 200 sesi pembicaraan akan diadakan dengan menghadirkan pemimpin-pemimpin di bidang kecerdasan buatan, modal ventura, perangkat keras, dan strategi pertumbuhan. Acara ini bukan hanya sekedar melihat konten, tapi juga kesempatan untuk bertemu orang-orang penting yang punya pengaruh besar. Startup Battlefield kembali diadakan dengan mempertemukan 200 startup baru yang mencari pendanaan sebesar 100,000 dolar AS tanpa perlu memberikan saham. Ini merupakan peluang besar untuk startup yang ingin dikenal dunia dan mendapatkan akses langsung ke investor ternama. Selain sesi pembicaraan dan kompetisi, lebih dari 300 startup juga akan memamerkan produk dan inovasi terbaru mereka di Expo Hall. Tempat ini menjadi pusat transaksi dan mengenal tren teknologi terkini sebelum mereka benar-benar tumbuh besar di pasar. Penting untuk segera mendaftar karena harga tiket super early bird yang memberikan diskon hingga 680 dolar AS akan berakhir pada 27 Februari 2026 pukul 23:59 PT. Momen ini sangat krusial untuk memastikan tempat di tengah ekosistem teknologi yang berkembang sangat pesat.
24 Feb 2026, 21.45 WIB

Kenapa Analis Tiongkok Ragukan Laporan Kiamat AI dari AS

Sebuah laporan dari Citrini Research yang berjudul 'The 2028 Global Intelligence Crisis' menjadi viral karena memprediksi dunia akan mengalami krisis besar akibat kecerdasan buatan (AI) pada tahun 2028. Laporan ini mengangkat kemungkinan pengangguran massal dan resesi ekonomi sebagai dampak utama AI, walau mereka menegaskan ini hanya sebuah skenario, bukan prediksi pasti. Laporan tersebut memicu panik di pasar saham Amerika Serikat, yang kemudian mengalami penurunan besar karena para investor takut akan dampak buruk AI. Para analis dan investor di China, khususnya, melihat reaksi ini sebagai indikasi bahwa pasar AS sangat rentan dan mudah terpengaruh oleh berita negatif bahkan jika belum pasti kebenarannya. Para analis di China mengemukakan bahwa faktor utama yang membuat China berpotensi lebih tahan terhadap gangguan AI adalah rendahnya penetrasi digital di institusi-institusi tradisional mereka. Artinya, teknologi AI belum sepenuhnya meresap di banyak sektor di China sehingga dampak negatifnya juga akan lebih terbatas. Xiao Lei, kepala penelitian di Kasikornbank, menggambarkan kondisi pasar AS seperti seseorang yang sudah lama menahan emosinya lalu meledak, memperlihatkan fragilitas sentimen investor di sana. Dia menyampaikan bahwa sentimen tersebut membuat pasar mudah terdorong panik akibat berbagai berita, termasuk laporan AI yang mengkhawatirkan. Secara keseluruhan, reaksi berlebihan pasar AS dan skeptisisme analis China memperlihatkan bahwa dampak AI terhadap ekonomi global mungkin tidak seseram yang diperkirakan oleh beberapa pihak. Penyesuaian teknologi dan kesiapan tiap negara menjadi faktor utama bagaimana AI akan memengaruhi masa depan ekonomi.
Sebelumnya
Setelahnya

Baca Juga

  • Panorama Sains & Teknologi

  • Front Baru AI dan Perangkat Pintar

  • Terobosan Teknologi Global

  • Gejolak Tekno-Ekonomi

  • Frontier Teknologi Terkini

  • Revolusi AI Chip 2026

  • Inovasi Teknologi Terdepan

  • Tekno-Bisnis Nusantara

  • Revolusi Tekno-Bisnis 2026

  • Era Robotika dan Energi Bersih