Kenapa Analis Tiongkok Ragukan Laporan Kiamat AI dari AS
Courtesy of SCMP

Kenapa Analis Tiongkok Ragukan Laporan Kiamat AI dari AS

Memberikan gambaran skeptisisme para analis di Tiongkok terhadap prediksi skenario doomsday AI dari Citrini Research, sekaligus menjelaskan alasan mengapa pasar Amerika Serikat bereaksi berlebihan terhadap laporan tersebut.

24 Feb 2026, 21.45 WIB
187 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Laporan Citrini Research memicu penurunan besar di pasar AS karena kekhawatiran terhadap dampak AI.
  • China dipandang lebih kebal terhadap gangguan AI karena penetrasi digital yang rendah di sektor tradisional.
  • Sentimen investor di AS sangat rentan dan mudah dipengaruhi oleh berita tentang teknologi dan ekonomi.
Hong Kong, Cina - Sebuah laporan dari Citrini Research yang berjudul 'The 2028 Global Intelligence Crisis' menjadi viral karena memprediksi dunia akan mengalami krisis besar akibat kecerdasan buatan (AI) pada tahun 2028. Laporan ini mengangkat kemungkinan pengangguran massal dan resesi ekonomi sebagai dampak utama AI, walau mereka menegaskan ini hanya sebuah skenario, bukan prediksi pasti.
Laporan tersebut memicu panik di pasar saham Amerika Serikat, yang kemudian mengalami penurunan besar karena para investor takut akan dampak buruk AI. Para analis dan investor di China, khususnya, melihat reaksi ini sebagai indikasi bahwa pasar AS sangat rentan dan mudah terpengaruh oleh berita negatif bahkan jika belum pasti kebenarannya.
Para analis di China mengemukakan bahwa faktor utama yang membuat China berpotensi lebih tahan terhadap gangguan AI adalah rendahnya penetrasi digital di institusi-institusi tradisional mereka. Artinya, teknologi AI belum sepenuhnya meresap di banyak sektor di China sehingga dampak negatifnya juga akan lebih terbatas.
Xiao Lei, kepala penelitian di Kasikornbank, menggambarkan kondisi pasar AS seperti seseorang yang sudah lama menahan emosinya lalu meledak, memperlihatkan fragilitas sentimen investor di sana. Dia menyampaikan bahwa sentimen tersebut membuat pasar mudah terdorong panik akibat berbagai berita, termasuk laporan AI yang mengkhawatirkan.
Secara keseluruhan, reaksi berlebihan pasar AS dan skeptisisme analis China memperlihatkan bahwa dampak AI terhadap ekonomi global mungkin tidak seseram yang diperkirakan oleh beberapa pihak. Penyesuaian teknologi dan kesiapan tiap negara menjadi faktor utama bagaimana AI akan memengaruhi masa depan ekonomi.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/tech/tech-trends/article/3344476/chinese-investors-and-analysts-shrug-ai-fears-after-citrini-report-sparks-us-sell?module=top_story&pgtype=section

Analisis Ahli

Xiao Lei
"Pasar AS sangat rapuh dan reaksi negatif ini lebih karena sentimen emosional daripada faktor fundamental pasar; ini seperti seseorang yang sudah menahan perasaan lama hingga akhirnya meledak."
Analis Tiongkok
"Penetrasi digital yang rendah di institusi tradisional Tiongkok memberikan perlindungan alami dari gangguan AI masif yang diperkirakan di negara lain."

Analisis Kami

"Skenario Citrini memang menarik untuk dipertimbangkan, tapi terlalu dipaksakan jika diaplikasikan secara global tanpa memperhitungkan kondisi dan kesiapan tiap negara. Reaksi pasar AS yang berlebihan menunjukkan bahwa ketakutan terhadap AI bisa menjadi pemicu volatilitas ekonomi yang sebenarnya lebih dipengaruhi oleh faktor psikologis daripada realitas teknologi saat ini."

Prediksi Kami

Masa depan akan menunjukkan bahwa dampak AI terhadap ekonomi global akan bervariasi secara signifikan berdasarkan tingkat digitalisasi dan kesiapan masing-masing negara, dengan Tiongkok mungkin lebih tahan terhadap gangguan besar dibandingkan AS.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dikatakan laporan Citrini Research tentang dampak AI pada ekonomi global?
A
Laporan Citrini Research memprediksi krisis global pada tahun 2028 akibat AI, termasuk pemecatan massal dan resesi ekonomi.
Q
Mengapa analis di China skeptis terhadap laporan Citrini Research?
A
Analis di China skeptis karena mereka percaya bahwa tingkat penetrasi digital yang rendah di institusi tradisional China membuatnya lebih kebal terhadap gangguan besar akibat AI.
Q
Siapa Xiao Lei dan apa komentarnya tentang sentimen investor?
A
Xiao Lei adalah kepala riset di Kasikornbank yang menganggap penurunan di AS mencerminkan kerentanan besar dalam sentimen investor yang mencari alasan untuk menjual.
Q
Apa yang dimaksud dengan 'risiko tail kiri' dalam konteks laporan tersebut?
A
'Risiko tail kiri' merujuk pada kemungkinan skenario buruk yang dapat terjadi akibat kemajuan AI yang tidak terduga.
Q
Apa yang diperkirakan akan terjadi pada tahun 2028 menurut laporan itu?
A
Laporan tersebut memprediksi dunia akan mengalami masalah besar seperti pengangguran massal dan resesi ekonomi pada tahun 2028.