Headphone Populer Ternyata Mengandung Bahan Kimia Berbahaya Bagi Kesehatan
Courtesy of CNBCIndonesia

Headphone Populer Ternyata Mengandung Bahan Kimia Berbahaya Bagi Kesehatan

Mengungkap risiko kesehatan dari penggunaan headphone yang mengandung bahan kimia berbahaya dan memperingatkan masyarakat tentang potensi paparan bahan beracun yang dapat mengganggu hormon dan kesehatan jangka panjang.

25 Feb 2026, 07.50 WIB
115 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Penelitian menemukan bahwa semua headphone yang diuji mengandung bahan kimia berbahaya.
  • Bahan kimia seperti BPA dan BPS dapat memiliki dampak serius pada kesehatan manusia.
  • Paparan jangka panjang terhadap pengganggu hormon sangat mengkhawatirkan, terutama bagi remaja.
Republik Ceko, Slovakia, Hungaria, Slovenia, Austria - Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa semua headphone yang diuji mengandung bahan kimia berbahaya seperti Bisfenol A (BPA) dan Bisfenol S (BPS). Bahan kimia ini biasa digunakan dalam plastik pada headphone dan bisa berdampak buruk pada kesehatan manusia. Bahkan headphone dari merek terkenal seperti Bose, Panasonic, Samsung, dan Sennheiser tidak luput dari temuan ini.
Penelitian ini dilakukan oleh ToxFree LIFE for All, sebuah proyek kemitraan masyarakat sipil di Eropa Tengah. Mereka membeli 81 pasang headphone baik yang dijual di negara-negara seperti Republik Ceko, Slovakia, Hungaria, Slovenia, dan Austria, maupun dari toko daring populer. Semua produk tersebut kemudian diuji di laboratorium untuk mendeteksi bahan kimia berbahaya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPA ditemukan di hampir semua sampel, sebanyak 98%, sedangkan BPS ditemukan di lebih dari tiga perempat sampel. Kedua bahan ini diketahui bisa meniru hormon estrogen dalam tubuh dan bisa menyebabkan gangguan hormon, pubertas dini, feminisasi pada laki-laki, serta berpotensi menyebabkan kanker.
Para peneliti juga menemukan zat berbahaya lain, seperti ftalat yang bisa mengganggu kesuburan, parafin terklorinasi yang dapat merusak hati dan ginjal, serta zat penghambat api yang juga berperan sebagai pengganggu hormon. Meski dalam jumlah jejak, kombinasi paparan harian dari berbagai bahan berbahaya ini dapat menimbulkan risiko kesehatan serius dalam jangka panjang.
Meski produsen seperti Bose, Panasonic, Samsung, dan Sennheiser belum memberikan tanggapan resmi, para pakar dan aktivis mengingatkan bahaya paparan jangka panjang terutama bagi remaja. Penggunaan headphone yang lama dan dalam kondisi seperti berolahraga dapat mempercepat perpindahan bahan kimia ke dalam tubuh melalui kulit, sehingga perlu lebih banyak pengawasan dan regulasi.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260225053602-37-713632/bahaya-tersembunyi-di-earphone-terungkap-efeknya-jangka-panjang

Analisis Ahli

Karolína Brabcová
"Bahan kimia ini bukan sekadar zat tambahan dan dapat berpindah ke tubuh manusia melalui kulit, paparan saat berolahraga mempercepat perpindahan ini, dan tidak ada tingkat paparan yang aman untuk pengganggu hormon."

Analisis Kami

"Penemuan ini sangat mengkhawatirkan karena headphone adalah perangkat yang digunakan cukup dekat dengan kulit dan secara rutin. Produsen harus bertanggung jawab untuk memastikan bahan yang digunakan tidak menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan remaja."

Prediksi Kami

Kedepannya akan ada peningkatan tekanan pada produsen headphone untuk menerapkan regulasi yang lebih ketat mengenai penggunaan bahan kimia berbahaya dan kemungkinan munculnya produk headphone ramah lingkungan yang lebih aman bagi kesehatan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa temuan utama dari penelitian tentang headphone?
A
Temuan utama adalah seluruh headphone yang diuji mengandung bahan kimia berbahaya, termasuk BPA dan BPS.
Q
Bahan kimia apa yang paling banyak ditemukan dalam headphone?
A
Bahan kimia yang paling banyak ditemukan adalah Bisfenol A (BPA), yang muncul dalam 98% sampel.
Q
Mengapa paparan jangka panjang terhadap bahan kimia ini menjadi perhatian?
A
Paparan jangka panjang terhadap bahan kimia ini dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius, terutama pada remaja.
Q
Siapa yang melakukan penelitian ini?
A
Penelitian ini dilakukan oleh proyek ToxFree LIFE for All, yang merupakan kemitraan kelompok masyarakat sipil di Eropa Tengah.
Q
Apa dampak yang mungkin ditimbulkan oleh bahan kimia berbahaya?
A
Dampak yang mungkin ditimbulkan termasuk gangguan hormon, kanker, dan masalah perkembangan saraf.