Waspada! Malware Massiv Menyamar Jadi Aplikasi IPTV Curi Data Perbankan
Courtesy of CNBCIndonesia

Waspada! Malware Massiv Menyamar Jadi Aplikasi IPTV Curi Data Perbankan

Memberikan informasi peringatan kepada pengguna agar berhati-hati dalam mengunduh aplikasi IPTV, khususnya dari sumber tidak resmi, serta mengedukasi cara pencegahan agar terhindar dari malware Massiv yang dapat mencuri data penting dan merugikan secara finansial.

25 Feb 2026, 11.40 WIB
286 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Malware Massiv menyamar sebagai aplikasi IPTV untuk mencuri data pengguna.
  • Pengguna harus berhati-hati dalam mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak resmi.
  • Mengaktifkan perlindungan seperti Google Play Protect dapat membantu mencegah infeksi malware.
Porto, Portugal - Baru-baru ini ditemukan sebuah malware bernama Massiv yang menyamar sebagai aplikasi IPTV palsu. Malware ini menyebar luas dan menargetkan pengguna IPTV terutama di Eropa dengan modus yang sangat berbahaya. Aplikasi IPTV sendiri adalah layanan yang menayangkan siaran televisi langsung melalui internet.
ThreatFabric, sebuah perusahaan keamanan siber, menemukan bahwa aplikasi IPTV palsu yang mengandung malware ini tampak biasa saat diunduh dan dipasang. Namun setelah terinstal, aplikasi ini diam-diam mencuri informasi penting seperti kata sandi dan data bank melalui teknik overlay layar dan keylogging yang sangat sulit terdeteksi.
Malware Massiv juga mampu melewati berbagai sistem keamanan bawaan aplikasi perbankan yang biasanya melindungi dari tangkapan layar dan perekaman konten sensitif. Selain itu, pelaku bisa mengambil kendali jarak jauh atas perangkat korban, bahkan mencuri identitas untuk membuka rekening baru yang dipakai untuk pencucian uang.
Korban utama dari malware ini sebagian besar berasal dari negara-negara Eropa, dengan Portugal menjadi target utama. Untuk mengelabui korban, pelaku menggunakan salinan situs IPTV asli sebagai distraksi supaya malware dapat diunduh tanpa disadari. Versi legal IPTV hanya tersedia lewat toko aplikasi resmi seperti Google Play Store.
Sebagai tindakan pencegahan, pengguna diimbau mengunduh aplikasi hanya dari toko resmi, mengaktifkan Google Play Protect, selalu waspada terhadap izin aplikasi baru, dan menggunakan antivirus. Cara ini penting untuk menghindari risiko pencurian data dan kehilangan akses ke akun perbankan yang dapat berdampak besar.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260225110456-37-713742/peringatan-terbaru-buat-pengguna-hp-android-cepat-hapus-aplikasi-ini

Analisis Ahli

Ahmad Syarif (Pakar Keamanan Siber)
"Serangan lewat aplikasi IPTV palsu memanfaatkan celah tingkat rendah kesadaran pengguna dalam keamanan digital, sehingga edukasi dan penguatan fitur keamanan pada perangkat harus terus ditingkatkan."

Analisis Kami

"Penggunaan aplikasi IPTV ilegal sebagai kedok penyebaran malware merupakan metode baru yang sangat cerdik dan berbahaya karena memanfaatkan kepercayaan pengguna terhadap layanan streaming. Pengguna harus lebih kritis dan selalu cek legalitas aplikasi sebelum mengunduh agar terhindar dari kerugian data dan finansial."

Prediksi Kami

Serangan malware dengan modus serupa diperkirakan akan semakin meningkat dan menyebar ke wilayah lain jika pengguna tidak meningkatkan kewaspadaan dan proteksi aplikasi digital mereka.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa itu malware Massiv?
A
Malware Massiv adalah malware Android yang menyamar sebagai aplikasi IPTV untuk mencuri data sensitif pengguna.
Q
Bagaimana cara kerja malware Massiv?
A
Malware ini bekerja dengan membaca input layar dan menggunakan teknik overlay layar dan keylogging untuk mencuri informasi.
Q
Siapa yang menemukan malware Massiv?
A
Malware Massiv ditemukan oleh perusahaan keamanan siber ThreatFabric.
Q
Apa dampak dari malware Massiv bagi pengguna?
A
Dampak dari malware ini termasuk pencurian identitas dan akses ke rekening keuangan yang dapat digunakan untuk pencucian uang.
Q
Bagaimana cara mencegah terjadinya infeksi oleh malware ini?
A
Pengguna disarankan untuk hanya mengunduh aplikasi dari toko resmi dan mengaktifkan fitur perlindungan seperti Google Play Protect.