Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Remaja Amerika Gunakan Chatbot AI Untuk Dukungan Emosional Dan Percakapan

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
25 Feb 2026
1212 dibaca
2 menit
Remaja Amerika Gunakan Chatbot AI Untuk Dukungan Emosional Dan Percakapan

TLDR

Penggunaan AI di kalangan remaja meningkat, terutama untuk tujuan pendidikan dan dukungan emosional.
Ada perbedaan pandangan antara remaja dan orang tua mengenai penggunaan AI, khususnya untuk percakapan santai dan dukungan emosional.
Profesional kesehatan mental mengingatkan tentang potensi dampak negatif dari ketergantungan pada AI untuk dukungan emosional.
Menurut laporan Pew Research Center, penggunaan chatbot AI kini menjadi bagian dari kehidupan banyak remaja di Amerika Serikat. Selain memanfaatkan AI untuk mencari informasi dan membantu tugas sekolah, beberapa remaja juga menggunakan chatbot untuk percakapan santai dan mendapatkan dukungan emosional.Sebagian remaja merasa nyaman berbicara dengan chatbot seperti ChatGPT, Claude, dan Grok untuk mengekspresikan perasaan atau memperoleh saran. Namun, profesional kesehatan mental mengingatkan bahwa teknologi ini tidak dirancang khusus untuk terapi, sehingga ada risiko dampak psikologis negatif, terutama jika digunakan sebagai pengganti interaksi sosial manusia.Survei juga mengungkapkan adanya perbedaan persepsi antara remaja dan orang tua mengenai penggunaan chatbot AI. Orang tua umumnya menerima penggunaan AI untuk tujuan belajar dan informasi, tetapi merasa kurang setuju saat AI dipakai untuk percakapan santai atau mendapatkan dukungan emosional oleh anak mereka.Respons perusahaan teknologi beragam; misalnya, Character.AI memutuskan untuk menonaktifkan akses chatbot bagi pengguna di bawah 18 tahun setelah dua kasus bunuh diri yang terkait dengan chatbot mereka. Sementara itu, OpenAI menghapus model GPT-4o yang banyak digunakan untuk mendapatkan dukungan emosional, meskipun keputusan ini menuai kritik dari pengguna.Pandangan para remaja tentang dampak AI terhadap masyarakat dalam 20 tahun ke depan beragam, dengan sebagian percaya AI akan membawa perubahan positif, namun tidak sedikit yang juga mengkhawatirkan dampak negatifnya. Hal ini menunjukkan bahwa peran AI dalam kehidupan sehari-hari dan kesehatan mental remaja perlu pengawasan dan penelitian lebih lanjut.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.