
Courtesy of QuantaMagazine
Menggunakan AI untuk Memecahkan Misteri Awan dan Meningkatkan Prediksi Iklim
Meningkatkan keakuratan prediksi iklim dengan mengembangkan teknologi dan model baru yang menggabungkan metode fisika tradisional dengan kecerdasan buatan agar dapat menangani kompleksitas awan dan perubahan iklim secara lebih tepat waktu dan efektif.
20 Feb 2026, 07.00 WIB
245 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Perubahan iklim menjadi semakin mendesak dan memerlukan model yang lebih akurat.
- Kecerdasan buatan dapat meningkatkan akurasi model iklim dengan menggunakan data nyata.
- Kerjasama antara ilmuwan dan teknologi adalah kunci dalam mengatasi tantangan perubahan iklim.
Pantai utara Chile , Cile - Pada tahun 2008, seorang peneliti bernama Chris Bretherton melakukan penerbangan di atas gurun Atacama untuk mempelajari awan. Penelitian ini berawal dari kesulitan para ilmuwan dalam memasukkan efek awan secara tepat dalam model iklim yang ada. Awan, meskipun kecil, memainkan peran besar dalam mempengaruhi pemanasan global dan sulit dimodelkan karena ukurannya yang sangat kecil dan kerumitannya.
Seiring waktu, para ilmuwan seperti Tapio Schneider dan Bretherton mulai menggunakan kecerdasan buatan untuk membantu menciptakan model iklim yang lebih akurat. Schneider memimpin pengembangan model CLIMA yang menggabungkan persamaan fisika dengan AI, sementara Bretherton mengembangkan model ACE2 yang menggunakan data riil atmosfer dan sebagian kecil simulasi untuk belajar meramalkan iklim tanpa tergantung penuh pada persamaan fisika.
Penggunaan superkomputer dan tensor processing units memungkinkan simulasi awan secara lebih cepat dan lebih banyak, menghasilkan perpustakaan besar simulasi digital yang membantu para peneliti melatih AI untuk mengenali pola-pola awan secara efektif. Model-model ini mampu memprediksi cuaca dan iklim dengan akurasi yang meningkat dan kecepatan yang jauh lebih tinggi dibanding metode tradisional.
Meskipun perbaikan ini menjanjikan, masih ada keraguan dari sebagian ilmuwan tentang kemampuan model AI untuk mempertahankan prediksi jangka panjang karena rentan terhadap akumulasi kesalahan dan ketidakmampuan memproyeksikan peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun kolaborasi antara model fisika dan AI tetap menjadi arah penelitian yang optimis dan dinamis.
Dengan adanya kemajuan ini, diharapkan ke depan model iklim dapat memberikan prediksi yang lebih presisi mengenai bagaimana emisi karbon akan memengaruhi suhu dan cuaca global. Ini penting untuk membantu merencanakan langkah mitigasi yang efektif terhadap perubahan iklim dan mendorong kebijakan yang lebih baik, meski keputusan akhir tetap bergantung pada tindakan manusia.
Referensi:
[1] https://www.quantamagazine.org/climate-physicists-face-the-ghosts-in-their-machines-clouds-20260220/
[1] https://www.quantamagazine.org/climate-physicists-face-the-ghosts-in-their-machines-clouds-20260220/
Analisis Ahli
Tapio Schneider
"Pendekatan AI dalam pemodelan iklim akan memungkinkan model yang dua kali lebih akurat dan siap dikembangkan lebih lanjut."
Mike Pritchard
"Kecepatan AI dalam memproses data bisa menjadi aplikasi paling penting untuk simulasi iklim di masa depan, meskipun hasilnya bersifat statistik daripada prediksi eksak."
Sarat Sreepathi
"Kendati neural networks menghadirkan kemajuan, kepercayaan pada prediksi fisika tradisional tetap dibutuhkan untuk menjaga validitas jangka panjang."
Analisis Kami
"Pendekatan gabungan antara fisika dan kecerdasan buatan adalah langkah revolusioner yang sangat diperlukan dalam menghadapi keterbatasan model tradisional. Namun, saya percaya penting untuk tetap berhati-hati dan terus mengawasi validitas model AI dalam jangka panjang supaya prediksi tersebut tidak kehilangan dasar ilmiah yang kokoh."
Prediksi Kami
Dalam satu dekade ke depan, integrasi kecerdasan buatan dengan model fisika akan mengubah cara ilmuwan memprediksi perubahan iklim, memungkinkan simulasi yang lebih cepat dan akurat sehingga keputusan mitigasi perubahan iklim dapat diambil dengan lebih tepat sasaran dan responsif terhadap ancaman yang berkembang.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang dilakukan Chris Bretherton dalam penelitian iklim?A
Chris Bretherton melakukan penelitian untuk memahami pengaruh awan terhadap iklim dan mengembangkan alat baru untuk memperkirakan perubahan iklim.Q
Mengapa awan menjadi faktor yang sulit diprediksi dalam model iklim?A
Awan sulit diprediksi karena ukurannya yang sangat kecil dan perannya yang kompleks dalam interaksi atmosfer.Q
Apa tujuan dari model CLIMA yang dipimpin oleh Tapio Schneider?A
Model CLIMA bertujuan untuk mengotomatisasi pemilihan parameter dalam simulasi iklim dan mengintegrasikan teknik fisika dengan kecerdasan buatan.Q
Bagaimana ACE2 berfungsi dalam memprediksi perubahan iklim?A
ACE2 berfungsi dengan menggunakan data historis untuk memprediksi perilaku atmosfer dan efek awan, memberikan perkiraan yang lebih akurat.Q
Apa dampak dari emisi karbon terhadap perubahan iklim?A
Emisi karbon menyebabkan pemanasan global yang dapat meningkatkan frekuensi dan intensitas bencana cuaca.



