Pendiri Intellexa dan Tiga Terdakwa Divonis Terkait Skandal Spyware di Yunani
Courtesy of CNBCIndonesia

Pendiri Intellexa dan Tiga Terdakwa Divonis Terkait Skandal Spyware di Yunani

Memberikan informasi mengenai vonis pengadilan atas pelaku kebocoran data spyware yang mengguncang Yunani dan dampaknya terhadap politik serta keamanan nasional.

27 Feb 2026, 20.20 WIB
109 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Kasus kebocoran data ini menunjukkan risiko penyalahgunaan teknologi pengawasan.
  • Penyadapan yang dilakukan oleh pemerintah dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi.
  • Hukuman yang dijatuhkan kepada para terdakwa mencerminkan keseriusan pelanggaran yang dilakukan.
Athena, Yunani - Kasus kebocoran data spyware yang mempengaruhi Yunani pada periode 2020-2021 telah berujung pada vonis berat di pengadilan. Pendiri startup Intellexa bersama tiga orang lainnya dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara yang sangat lama, meskipun durasi hukuman sebenarnya dibatasi hingga delapan tahun saja.
Skandal ini mencuat ketika seorang jurnalis keuangan dan pemimpin partai oposisi utama PASOK Sosialis mengungkapkan bahwa ponselnya telah dimonitor menggunakan spyware Predator. Spyware ini dikembangkan oleh perusahaan Cytrox yang menjadi bagian dari konsorsium Intellexa dan digunakan untuk mengawasi sejumlah politisi, menteri, serta pejabat penting lainnya.
Akibat dari pengungkapan ini, pemerintah sayap kanan-tengah di Yunani mengalami guncangan besar hingga terjadi pemecatan sejumlah pejabat tinggi, termasuk kepala dinas intelijen EYP dan kepala staf perdana menteri. Meskipun terdapat tuduhan penyadapan ilegal, pemerintah membantah terlibat atau secara sengaja melakukan penyadapan tersebut.
Pengadilan Pidana Ringan di Athena memutuskan hukuman penjara dengan total mencapai 126 tahun untuk masing-masing terdakwa. Namun demikian, mereka hanya diwajibkan menjalani hukuman selama maksimal delapan tahun. Kasus ini juga dikembalikan ke jaksa untuk dilakukan penyelidikan lanjutan mengenai tindakan spionase dan pelanggaran lain yang mungkin terjadi.
Berbagai tanggapan muncul dari para pihak yang terlibat. Jurnalis yang menjadi korban spyware merasa puas dengan hasil putusan, sementara pengadu lain menilai keputusan tersebut sebagai bentuk balas dendam. Proses hukum dan politik yang berkaitan dengan kasus ini masih akan berlanjut ke tahap banding.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260227160913-37-714608/pendiri-startup-dihukum-126-tahun-penjara-gara-gara-laporan-jurnalis

Analisis Ahli

Edward Snowden
"Kasus ini menegaskan bahwa teknologi pengawasan sering disalahgunakan oleh negara dan perusahaan, sehingga perlindungan privasi harus diperkuat secara global."
Bruce Schneier
"Kehadiran spyware dalam kehidupan politik dan media menguak risiko besar terhadap demokrasi dan kebebasan sipil yang harus dihadapi dengan regulasi keamanan yang lebih ketat."

Analisis Kami

"Kasus ini menunjukkan betapa rentannya perlindungan data di negara-negara dengan teknologi pengawasan canggih tetapi regulasi dan kontrol yang belum memadai. Vonis berat namun dengan batasan masa hukuman sebenarnya mencerminkan dilema hukum dalam menghadapi kejahatan digital yang kompleks dan berlapis."

Prediksi Kami

Kasus ini kemungkinan akan terus bergulir lewat proses banding dan penyelidikan lebih lanjut, yang dapat mengungkap dimensi spionase lebih dalam serta memicu reformasi pengawasan dan keamanan di Yunani.

Pertanyaan Terkait

Q
Siapa yang dinyatakan bersalah dalam kasus kebocoran data di Yunani?
A
Pendiri startup Intellexa, Tal Dilian, dan tiga orang lainnya.
Q
Apa hukuman yang dijatuhkan kepada para terdakwa?
A
Hukuman penjara masing-masing hingga 126 tahun 8 bulan, namun waktu sebenarnya dibatasi hingga 8 tahun.
Q
Apa penyebab munculnya skandal penyadapan ini?
A
Skandal muncul setelah tuduhan dari jurnalis dan pemimpin partai oposisi bahwa mereka disadap oleh negara.
Q
Apa yang ditemukan pada ponsel jurnalis Thanasis Koukakis?
A
Ponselnya terinfeksi spyware Predator yang dikembangkan oleh Cytrox.
Q
Apa dampak dari kasus ini terhadap pemerintah Yunani?
A
Kasus ini menyebabkan pemecatan kepala EYP dan kepala staf perdana menteri.