
Courtesy of NatureMagazine
Terobosan Terapi CAR-T Baru Mengalahkan Kanker Tumor Padat Lewat Deteksi Antigen Rendah
Mengembangkan terapi CAR-T yang lebih sensitif untuk mendeteksi antigen CD70 pada tingkat sangat rendah di seluruh sel kanker tumor padat sehingga dapat mengeliminasi tumor yang selama ini sulit disembuhkan dengan terapi CAR-T konvensional.
26 Feb 2026, 07.00 WIB
199 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Sel imun yang direkayasa dapat mendeteksi kanker dengan ekspresi antigen yang sangat rendah.
- Ekspresi CD70 ditemukan pada 100% sel kanker di beberapa tumor padat meskipun pada tingkat yang sulit dideteksi.
- Terapi baru dapat mengatasi masalah penghindaran antigen yang sering terjadi pada terapi CAR-T tradisional.
New York, Amerika Serikat - Terapi CAR-T selama ini sangat efektif untuk mengatasi kanker darah, tetapi menghadapi tantangan besar ketika digunakan pada tumor padat. Hal ini disebabkan oleh sulitnya menemukan target antigen yang umum pada semua sel kanker dalam tumor padat dan tingkat ekspresi antigen yang rendah sehingga sulit dideteksi.
Sebuah studi terbaru dari Columbia University menemukan bahwa antigen CD70 sebenarnya ada di 100% sel kanker pada beberapa tumor padat seperti ginjal, ovarium, dan pankreas, meskipun jumlahnya sangat sedikit hingga tidak terdeteksi dengan metode standar.
Peneliti mengembangkan CAR-T tipe baru yang disebut HIT receptor, yang memiliki kemampuan deteksi ultra-sensitif terhadap antigen CD70 pada tingkat yang 10-50 kali lebih rendah dibandingkan CAR-T konvensional. Ini adalah kombinasi antara reseptor CAR dan reseptor T sel alami untuk sinyal internal yang lebih responsif.
Pengujian pada model tikus menunjukkan keberhasilan mengeliminasi tumor ginjal, ovarium, dan pankreas dengan menggunakan HIT receptor tanpa melewatkan sel kanker dengan tingkat antigen rendah, menandai kemajuan penting dalam pengobatan kanker tumor padat.
Peneliti merencanakan uji klinis fase I pada manusia untuk menguji keamanan terapi ini. Jika berhasil, terapi ini bisa menjadi terobosan besar bagi penderita kanker yang selama ini sulit diobati dengan terapi CAR-T standar.
Referensi:
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00622-9
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00622-9
Analisis Ahli
Michel Sadelain
"Pengembangan HIT receptor merupakan langkah revolusioner yang memungkinkan terapi CAR-T untuk menjangkau sel kanker yang selama ini tidak terdeteksi, membuka era baru bagi pengobatan kanker solid."
Analisis Kami
"Pendekatan inovatif dengan meningkatkan sensitivitas CAR-T ini membuka kemungkinan besar untuk mengatasi masalah utama kegagalan terapi pada tumor padat, terutama melalui deteksi antigen dengan ekspresi rendah. Namun, penting untuk terus memantau potensi efek samping dan respon imun tubuh, karena peningkatan sensitivitas juga bisa meningkatkan risiko reaksi yang tidak diinginkan."
Prediksi Kami
Dalam waktu dekat, terapi CAR-T dengan HIT receptor ini dapat masuk ke uji klinis fase awal dan berpotensi menjadi terobosan baru dalam pengobatan kanker tumor padat yang selama ini sulit ditangani.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa tujuan dari penelitian yang dilakukan oleh Sophie Hanina?A
Tujuan penelitian Sophie Hanina adalah untuk mengembangkan sel imun yang dapat mendeteksi dan menyerang sel kanker dengan ekspresi antigen yang sangat rendah.Q
Mengapa terapi CAR-T sulit diterapkan pada tumor padat?A
Terapi CAR-T sulit diterapkan pada tumor padat karena tumor tersebut padat, sulit diakses, dan tidak memiliki antigen target yang umum pada setiap sel.Q
Apa yang ditemukan Hanina mengenai ekspresi CD70 pada sel kanker?A
Hanina menemukan bahwa beberapa sel kanker yang tampak negatif terhadap CD70 sebenarnya mengekspresikan protein ini pada tingkat yang sangat rendah.Q
Apa itu CD70-targeted HLA-independent T cell receptor?A
CD70-targeted HLA-independent T cell receptor adalah sel CAR-T yang dirancang untuk menargetkan sel kanker dengan konsentrasi antigen yang jauh lebih rendah daripada terapi sel yang ada saat ini.Q
Mengapa penelitian ini bisa dianggap sebagai lompatan paradigma?A
Penelitian ini dianggap sebagai lompatan paradigma karena menunjukkan bahwa antigen yang tidak terlihat dapat diekspresikan pada tingkat rendah dan dapat menjadi target terapi.



