Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Orang Terkaya Asia Siapkan Amunisi Jadi Raja Dunia, Amerika Minggir

Share

Kelompok ini fokus pada teknologi dan inovasi di berbagai bidang, termasuk AI, model dunia 3D, dan defensetech.

18 Feb 2026, 19.55 WIB

Sarvam Luncurkan Model AI Besar Efisien untuk Bahasa dan Kebutuhan Lokal India

Sarvam Luncurkan Model AI Besar Efisien untuk Bahasa dan Kebutuhan Lokal India
Sarvam, sebuah laboratorium AI dari India, baru saja meluncurkan generasi baru model bahasa besar yang dirancang untuk bahasa dan kebutuhan lokal India. Model baru ini jauh lebih besar dan lebih canggih dibandingkan versi sebelumnya yang memiliki 2 miliar parameter, sekarang meluncurkan model hingga 105 miliar parameter. Peluncuran ini diumumkan di India AI Impact Summit yang berlangsung di New Delhi, sejalan dengan komitmen pemerintah India untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing. Model terbaru Sarvam menggunakan arsitektur mixture-of-experts, yang berarti hanya sebagian kecil parameter yang aktif saat digunakan, sehingga menghemat biaya komputasi secara signifikan. Salah satu model berukuran 30 miliar parameter menyediakan konteks hingga 32.000 token, cocok untuk aplikasi percakapan waktu nyata, sedangkan model 105 miliar parameter dapat memahami konteks yang jauh lebih besar hingga 128.000 token untuk tugas kompleks. Pelatihan model dilakukan dari awal dengan menggunakan triliunan token data teks yang mencakup berbagai bahasa India. Sarvam berfokus pada aplikasi praktis seperti asisten suara, sistem chat, dan pemrosesan dokumen, yang relevan untuk pasar India. Mereka mendapat dukungan infrastruktur dari Yotta dan teknologi dari Nvidia, serta bantuan dari program pemerintah IndiaAI Mission. Sarvam juga berencana membuka sumber model 30 miliar dan 105 miliar parameter ini agar komunitas pengembang bisa menggunakannya. Selain itu, mereka sedang mengembangkan produk khusus seperti model AI untuk coding dan alat enterprise bernama Sarvam for Work, serta platform agen percakapan bernama Samvaad. Pendekatan mereka menekankan pengembangan berkelanjutan berdasarkan kebutuhan nyata dibandingkan hanya berlomba-lomba membuat model terbesar. Dibentuk pada 2023, Sarvam telah mengumpulkan pendanaan lebih dari 50 juta dolar AS dari investor besar seperti Lightspeed Venture Partners, Khosla Ventures, dan Peak XV Partners. Langkah ini diharapkan dapat mendorong percepatan adopsi teknologi AI lokal dan mengurangi dominasi model AI besar dari Amerika Serikat dan Tiongkok di pasar India.
16 Feb 2026, 15.01 WIB

Terra Industries Raup Dana Rp409 Miliar Bangun Sistem Pertahanan Otonom Afrika

Terra Industries Raup Dana Rp409 Miliar Bangun Sistem Pertahanan Otonom Afrika
Terra Industries adalah startup asal Nigeria yang didirikan oleh Nathan Nwachuku dan Maxwell Maduka pada tahun 2024 dengan tujuan membantu negara-negara Afrika dalam memonitor dan melawan ancaman keamanan, termasuk terorisme, dengan menggunakan teknologi canggih dan sistem pertahanan otonom. Setelah mendapat pendanaan awal sebesar Rp 196.22 miliar ($11,75 juta) , Terra berhasil menambah pendanaan sebesar Rp 367.40 miliar ($22 juta) yang dipimpin oleh Lux Capital, menjadikan total dana yang dihimpun sebesar Rp 567.80 miliar ($34 juta) . Dana ini digunakan untuk mempercepat pengembangan produk dan ekspansi bisnis. Perusahaan ini telah mencatatkan pendapatan komersial di atas Rp 41.75 miliar ($2,5 juta) dan melindungi aset dengan nilai sekitar Rp 183.70 triliun ($11 miliar) . Mereka juga telah mendapatkan kontrak dengan berbagai pemerintah dan perusahaan swasta, termasuk kerja sama dengan AIC Steel untuk mendirikan fasilitas pabrik di Arab Saudi. Fokus Terra adalah negara-negara Afrika bagian sub-Sahara dan wilayah Sahel yang sangat terdampak oleh terorisme dan kehilangan infrastruktur penting. Mereka ingin memberikan solusi pertahanan efektif yang dapat mengurangi kerugian nyawa dan material secara signifikan. Dengan dukungan investor besar dan kemitraan strategis, Terra Industries berencana memperluas jangkauan mereka ke negara-negara Afrika lain serta meningkatkan kapasitas manufaktur dan teknologinya di luar benua, mempertegas ambisinya sebagai perusahaan pertahanan utama pertama di Afrika.
15 Feb 2026, 13.30 WIB

Regulator China Minta Perusahaan Teknologi Hentikan Persaingan Tak Sehat

Regulator China Minta Perusahaan Teknologi Hentikan Persaingan Tak Sehat
China menghadapi masalah serius terkait persaingan tidak sehat di kalangan perusahaan teknologi besar seperti Alibaba, Tencent, dan ByteDance. Menjelang Tahun Baru Imlek, perusahaan-perusahaan ini berlomba-lomba memberikan promosi besar-besaran untuk menarik pengguna layanan mereka, termasuk aplikasi kecerdasan buatan. Persaingan ini disebut 'involusi' atau 'neijuan', yang berarti persaingan yang merugikan dan tidak produktif. Regulator pasar nasional China, State Administration for Market Regulation (SAMR), mengambil langkah tegas dengan memanggil para pemimpin perusahaan teknologi tersebut. SAMR meminta mereka untuk menghentikan praktik persaingan yang berlebihan dan mengatur ulang aktivitas promosi agar berjalan secara adil dan sehat. Regulasi ini bertujuan untuk menghindari efek negatif dari persaingan harga yang terlalu ketat. Istilah 'involusi' menjadi populer di China karena menggambarkan fenomena di mana perusahaan-perusahaan saling menjatuhkan harga secara tidak sehat, sehingga menurunkan kualitas dan nilai tambah produk atau layanan yang mereka tawarkan. Fenomena ini telah terjadi di berbagai sektor seperti kendaraan listrik, pengantaran makanan, dan layanan teknologi digital. Pada saat yang sama, dengan makin berkembangnya teknologi kecerdasan buatan, perusahaan-perusahaan ini berlomba memperkenalkan aplikasi AI mereka kepada masyarakat. Hal ini menambah tekanan dalam persaingan yang ada, sehingga regulator menilai perlu adanya pengawasan ketat untuk menjaga iklim bisnis yang sehat dan mendukung inovasi yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, regulator mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam menciptakan pasar yang adil dan kompetitif. Dengan demikian, ekosistem ekonomi platform di China dapat tumbuh dengan sehat dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan industri teknologi nasional.
14 Feb 2026, 13.36 WIB

Helion Capai Terobosan Energi Fusi Swasta Pertama dengan Suhu 150 Juta Derajat

Helion Capai Terobosan Energi Fusi Swasta Pertama dengan Suhu 150 Juta Derajat
Helion, sebuah perusahaan energi fusi yang berbasis di Washington, telah mencapai tonggak sejarah penting sebagai perusahaan swasta pertama yang berhasil mendemonstrasikan fusi deuterium-tritium yang dapat diukur. Dengan mesin prototipe generasi ketujuh yang bernama Polaris, Helion mampu mencapai suhu plasma sebesar 150 juta derajat Celsius, tingkat yang sangat tinggi dan sangat menantang untuk dicapai pada teknologi fusi. Perusahaan ini mengikuti pendekatan pengembangan yang cepat dan berulang dengan membangun serta menguji tujuh prototipe secara berturut-turut. Strategi ini memungkinkan mereka untuk meningkatkan kemampuan teknis dan rekayasa pada setiap tahapan, sehingga mesin fusi mereka semakin mendekati performa yang dibutuhkan untuk operasi komersial. Helion juga menjadi pelopor dalam mendapatkan izin regulasi untuk memiliki dan menggunakan tritium, bahan bakar penting dalam proses fusi yang menghasilkan energi besar. Keberhasilan ini menandai kemajuan bukan hanya dalam sisi teknis tetapi juga dalam kepatuhan terhadap regulasi yang ketat, yang merupakan hambatan utama dalam pengembangan teknologi fusi. Saat ini, Helion sedang membangun Orion, mesin fusi komersial pertamanya yang terletak di Malaga, Washington. Mesin ini direncanakan untuk mulai memasok listrik dari energi fusi ke jaringan listrik yang digunakan oleh Microsoft, menandai langkah besar dalam komersialisasi energi fusi yang bersih dan berkelanjutan. Meskipun fokus awal adalah pada penggunaan bahan bakar deuterium-tritium, Helion juga mengembangkan kemampuan untuk melakukan fusi menggunakan bahan bakar deuterium-helium-3 yang lebih optimal untuk operasi komersial karena potensi penghasilannya yang lebih efisien dan bersih. Ini membuka jalan bagi masa depan energi fusi yang lebih murah dan ramah lingkungan.
14 Feb 2026, 08.36 WIB

Upgrade Rudal Murah untuk F/A-18 Hornet Hadapi Ancaman Drone dan Rudal

Upgrade Rudal Murah untuk F/A-18 Hornet Hadapi Ancaman Drone dan Rudal
Korps Marinir Amerika Serikat sedang meningkatkan pesawat tempur F/A-18C/D Hornet mereka dengan membawa versi udara-ke-udara dari rudal laser panduan bernama APKWS II. Ini adalah langkah untuk menjawab tantangan baru dari ancaman serangan drone dan rudal jelajah yang semakin sering terjadi. Dengan teknologi ini, pesawat lawas tersebut bisa terus berfungsi efektif di medan perang modern. Masalah utama yang dihadapi adalah biaya tinggi rudal konvensional yang dipakai untuk menembak jatuh target kecil dan murah, misalnya drone. Satu rudal seperti AIM-9X Sidewinder bisa berharga hingga 450.000 dolar, sementara APKWS II hanya memerlukan biaya antara 15.000 hingga 20.000 dolar untuk bagian panduan, dan tambahan 2.000 dolar untuk motor roketnya. APKWS II hadir dalam pod yang bisa memuat tujuh roket kecil sehingga pilot dapat memiliki lebih banyak tembakan dibandingkan membawa beberapa rudal besar yang lebih sedikit. Dengan begitu, pesawat siap menghadapi serangan drone dalam jumlah banyak atau ‘swarm attack’ tanpa harus cepat-cepat pulang untuk isi ulang amunisi. Menggunakan teknologi laser panduan, pilot harus terus mengunci laser pada target sampai roket mengenai sasaran. Namun, BAE Systems sedang mengembangkan sistem panduan ganda yang menambahkan sensor inframerah sehingga roket bisa ‘semi fire-and-forget’, membuat penggunaan senjata lebih efisien dalam melawan banyak target secara cepat. Dengan upgrade ini, armada F/A-18 Hornet yang berjumlah sekitar 125 pesawat akan tetap beroperasi hingga akhir dekade ini. Ditambah radar AESA modern dan rudal laser, Hornet ini siap bertindak dalam pertempuran modern melawan ancaman drone dan rudal dengan cara yang hemat biaya dan efektif.
13 Feb 2026, 12.00 WIB

Peneliti Peking University Ciptakan Jaringan Komunikasi Kuantum Aman Jarak Jauh

Tim dari Peking University berhasil mengembangkan prototipe jaringan komunikasi kuantum yang dapat menjangkau hingga lebih dari 3.700 kilometer. Ini merupakan terobosan baru dalam teknologi komunikasi ultra-aman yang menggunakan prinsip Quantum Key Distribution (QKD). Quantum Key Distribution atau QKD adalah metode komunikasi paling aman saat ini, karena jika ada yang mencoba menyadap pesan, usaha itu akan mudah dideteksi. Metode ini menjamin keamanan sangat tinggi tanpa memandang berapa jarak atau banyaknya perantara yang terlibat. Meskipun sangat menjanjikan, QKD selama ini masih sulit digunakan dalam jarak jauh karena keterbatasan teknologi dan biaya yang sangat tinggi. Selain itu, sistem yang ada masih menggunakan node relay yang dapat memperlemah keamanan karena harus mempercayakan pengelolaan kunci kuantum pada perangkat perantara. Dengan penemuan terbaru, tim dari Peking University menunjukkan bahwa jaringan komunikasi kuantum bisa beroperasi tanpa risiko besar keamanan, dengan manfaat menjangkau ribuan kilometer tanpa perlu banyak node relay yang dapat membuat sistem rentan. Perkembangan ini membuka peluang untuk membangun jaringan komunikasi kuantum global yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan penting, seperti komunikasi pemerintah dan bisnis yang sangat membutuhkan sistem keamanan terjamin secara mutlak.
12 Feb 2026, 19.00 WIB

HP ZBook Ultra G1a: Laptop Bisnis Kuat dengan Performa Gaming dan Layar OLED

Laptop bisnis biasanya dianggap membosankan dan hanya dipilih untuk efisiensi massal. Namun, HP ZBook Ultra G1a hadir sebagai laptop kelas atas dengan spesifikasi tinggi, seperti prosesor AMD Strix Halo APU, RAM besar, dan layar OLED yang tajam. Ini menjadi pilihan menarik bagi mereka yang butuh laptop bisnis dengan performa lebih baik, termasuk untuk gaming ringan. HP ZBook Ultra G1a menawarkan layar OLED 14 inci dengan resolusi tinggi dan refresh rate 120Hz yang membuat tampilannya sangat tajam dan kontras. Laptop ini juga memiliki keyboard dan trackpad berkualitas tinggi serta kamera 5MP yang bagus untuk video conference. Port yang tersedia cukup lengkap, dengan yang paling menonjol adalah dukungan Thunderbolt 4 – fitur yang jarang ditemukan pada laptop AMD. Performa prosesor AMD Ryzen AI Max Plus Pro 395 dengan 16 core CPU dan 40 core grafis membuat laptop ini kuat untuk berbagai pekerjaan profesional, termasuk pengolahan gambar dan pekerjaan AI. Saat diuji dengan aplikasi berat dan gaming, ZBook Ultra mampu memberikan performa baik dengan daya tahan baterai yang cukup sampai 8 jam untuk penggunaan kerja normal. Namun, laptop ini bukan tanpa kekurangan. Harganya sangat mahal, di atas 4.600 dolar untuk konfigurasi tertinggi, dan ada beberapa gangguan dari software keamanan perusahaan HP yang agak mengganggu pengguna pribadi. Selain itu, beberapa fitur seperti kecerahan layar yang bisa lebih terang dan kualitas speaker masih bisa ditingkatkan. Secara keseluruhan, HP ZBook Ultra G1a adalah pilihan tepat bagi mereka yang membutuhkan laptop portabel berperforma tinggi untuk pekerjaan profesional sekaligus bisa digunakan untuk gaming ringan. Dengan harga premium, ini bukan untuk semua orang, tapi menandakan arah positif penggunaan prosesor AMD Strix Halo di laptop bisnis kelas atas.
11 Feb 2026, 10.40 WIB

Waymo Ungkap Ketergantungan Tenaga Manusia dalam Mobil Taksi Otonom

Sistem taksi tanpa sopir dari Waymo yang sudah digunakan di beberapa kota besar ternyata masih membutuhkan bantuan manusia. Mereka bukan sebagai pengemudi, tetapi membantu memberikan petunjuk saat mobil menghadapi situasi sulit. Dukungan manusia ini termasuk tenaga kerja dari Filipina, yang berperan sebagai pemberi panduan informasi seperti kondisi jalan atau hambatan. Mereka tidak mengendalikan kendaraan secara langsung dari jarak jauh. Sidang Senat Amerika Serikat mengungkapkan bahwa sistem bantuan jarak jauh tersebut kurang transparan. Senator Edward Markey menyampaikan kekhawatiran soal keselamatan dan keamanan akibat penggunaan tenaga dari luar negeri. Insiden tabrakan robotaxi Waymo dengan seorang anak di California memicu penyelidikan oleh otoritas keselamatan transportasi AS, menambah perhatian terhadap praktik operasi kendaraan otonom ini. Waymo berencana terus mengembangkan layanan taksi otonom di berbagai kota internasional, namun harus menghadapi isu ketergantungan pada manusia untuk memastikan keselamatan dan kehandalan teknologi mereka.
Sebelumnya

Baca Juga

  • Frontier Teknologi Terkini

  • Semua berita penting dari KTT Dampak AI India yang sedang berlangsung

  • Google adds music-generation capabilities to the Gemini app

  • Revolusi AI Chip 2026

  • Inovasi Teknologi Terdepan

  • Tekno-Bisnis Nusantara

  • Revolusi Tekno-Bisnis 2026

  • Era Robotika dan Energi Bersih

  • Panorama Sains & Teknologi

  • Spektrum AI Terobosan