Waymo Ungkap Ketergantungan Tenaga Manusia dalam Mobil Taksi Otonom
Courtesy of CNBCIndonesia

Waymo Ungkap Ketergantungan Tenaga Manusia dalam Mobil Taksi Otonom

Mengungkap praktik penggunaan tenaga kerja manusia, termasuk dari Filipina, dalam mendukung operasi kendaraan taksi otonom Waymo serta isu keselamatan dan keamanan yang muncul dari praktik ini.

11 Feb 2026, 10.40 WIB
225 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Waymo masih mengandalkan bantuan manusia dalam operasi taksi otonomnya.
  • Kekhawatiran mengenai keselamatan dan keamanan muncul akibat penggunaan pekerja luar negeri.
  • Sistem otonom dapat mengalami kesulitan dalam situasi tertentu, yang memerlukan intervensi manusia.
California, Amerika Serikat - Sistem taksi tanpa sopir dari Waymo yang sudah digunakan di beberapa kota besar ternyata masih membutuhkan bantuan manusia. Mereka bukan sebagai pengemudi, tetapi membantu memberikan petunjuk saat mobil menghadapi situasi sulit.
Dukungan manusia ini termasuk tenaga kerja dari Filipina, yang berperan sebagai pemberi panduan informasi seperti kondisi jalan atau hambatan. Mereka tidak mengendalikan kendaraan secara langsung dari jarak jauh.
Sidang Senat Amerika Serikat mengungkapkan bahwa sistem bantuan jarak jauh tersebut kurang transparan. Senator Edward Markey menyampaikan kekhawatiran soal keselamatan dan keamanan akibat penggunaan tenaga dari luar negeri.
Insiden tabrakan robotaxi Waymo dengan seorang anak di California memicu penyelidikan oleh otoritas keselamatan transportasi AS, menambah perhatian terhadap praktik operasi kendaraan otonom ini.
Waymo berencana terus mengembangkan layanan taksi otonom di berbagai kota internasional, namun harus menghadapi isu ketergantungan pada manusia untuk memastikan keselamatan dan kehandalan teknologi mereka.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260211100816-37-710094/taksi-robot-tanpa-sopir-di-as-ternyata-dikendalikan-dari-tetangga-ri

Analisis Ahli

Elon Musk
"Ketergantungan teknologi kendaraan otonom saat ini pada manusia menandakan perlunya pengembangan AI yang lebih canggih dan mandiri agar transaksi sehari-hari dapat berjalan dengan aman tanpa risiko intervensi manusia."
Mary Cummings (pakar kendaraan otonom dan keamanan robotika)
"Penggunaan tenaga manusia sebagai 'human-in-the-loop' adalah praktik standar dalam tahap pengembangan saat ini, namun seiring kemajuan teknologi, ketergantungan ini harus dikurangi untuk membuka potensi kendaraan otonom sepenuhnya."

Analisis Kami

"Meskipun teknologi kendaraan otonom menjanjikan revolusi transportasi, ketergantungan pada tenaga manusia, khususnya dari luar negeri, menunjukkan bahwa teknologi ini belum sepenuhnya matang dan mandiri. Hal ini juga menimbulkan risiko besar atas sisi keamanan dan kepercayaan publik, yang harus segera diatasi agar teknologi ini dapat diterima secara luas."

Prediksi Kami

Kedepannya, akan ada peningkatan regulasi dan pengawasan terkait penggunaan tenaga kerja manusia dalam sistem kendaraan otonom untuk memastikan keselamatan dan keamanan, serta kemungkinan inovasi teknologi yang dapat mengurangi ketergantungan pada intervensi manusia.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang diakui oleh Waymo dalam sidang Senat AS?
A
Waymo mengakui bahwa mereka mengandalkan bantuan manusia ketika kendaraan menghadapi situasi sulit.
Q
Dari mana sebagian pekerja manusia untuk Waymo berasal?
A
Sebagian pekerja manusia untuk Waymo berasal dari Filipina.
Q
Apa peran 'fleet response agents' dalam operasi mobil otonom?
A
Fleet response agents memberikan informasi kontekstual, seperti kondisi jalan, tanpa mengendalikan kendaraan.
Q
Mengapa Edward Markey mengkhawatirkan penggunaan pekerja luar negeri?
A
Edward Markey mengkhawatirkan isu keselamatan dan transparansi karena adanya pengaruh pekerja luar negeri terhadap kendaraan di AS.
Q
Apa insiden yang terjadi pada 23 Januari terkait mobil Waymo?
A
Pada 23 Januari, robotaxi Waymo menabrak seorang anak di depan sekolah dasar di California.