Fokus

Orang Terkaya Asia Siapkan Amunisi Jadi Raja Dunia, Amerika Minggir

Share

Kelompok ini fokus pada teknologi dan inovasi di berbagai bidang, termasuk AI, model dunia 3D, dan defensetech.

27 Feb 2026, 18.31 WIB

Amazon Perkenalkan Gaya Kepribadian Alexa+ untuk Interaksi Lebih Nyaman

Amazon Perkenalkan Gaya Kepribadian Alexa+ untuk Interaksi Lebih Nyaman
Amazon baru-baru ini meluncurkan fitur baru untuk Alexa+ yang memungkinkan pengguna memilih dari beberapa gaya kepribadian berbeda. Fitur ini hanya mengubah cara Alexa berbicara kepada Anda, bukan kemampuan atau fungsi Alexa itu sendiri. Tujuannya adalah untuk membuat pengalaman berbicara dengan Alexa lebih menyenangkan dan sesuai dengan keinginan pengguna. Saat ini, ada tiga gaya kepribadian yang bisa dipilih oleh pengguna, yaitu Brief, Chill, dan Sweet. Gaya Brief memberikan jawaban yang singkat dan langsung tanpa tambahan obrolan ekstra. Gaya Chill berbicara dengan cara yang lebih santai dan ramah, seperti berbicara dengan teman yang tenang. Sedangkan gaya Sweet memberikan sentuhan hangat dan penuh semangat dalam menjawab pertanyaan. Setiap gaya kepribadian dibangun atas lima sifat dasar, yaitu ekspresif, terbuka secara emosional, formal, langsung, dan humoris. Misalnya, gaya Brief tidak hanya singkat tapi juga santai dan minim lelucon, sementara gaya Sweet lebih menonjolkan kehangatan dan dorongan positif. Hal ini dirancang untuk memberi pengguna pilihan dalam berinteraksi sesuai dengan suasana hati atau preferensi mereka. Pengguna dapat mengubah gaya kepribadian Alexa+ dengan meminta langsung ke Alexa atau melalui aplikasi Alexa di pengaturan perangkat. Namun, fitur ini saat ini hanya tersedia untuk pengguna Alexa+ di Amerika Serikat dan belum ada kepastian kapan akan diperluas ke wilayah lain. Amazon juga mengindikasikan bahwa mereka akan menambah lebih banyak gaya kepribadian di masa depan. Langkah ini dipandang sebagai respons langsung terhadap umpan balik negatif dari beberapa pengguna yang merasa Alexa+ terlalu mengganggu dengan kepribadian yang terlalu akrab. Dengan fitur baru ini, pengguna bisa memilih tingkat keakraban yang sesuai, sehingga interaksi menjadi lebih nyaman dan personal tanpa kehilangan fungsi utama Alexa.
27 Feb 2026, 04.24 WIB

Harga Samsung Galaxy S26 Naik, Promosi Penyimpanan Gratis Hilang di AS

Harga Samsung Galaxy S26 Naik, Promosi Penyimpanan Gratis Hilang di AS
Setelah acara peluncuran Galaxy Unpacked, Samsung mengumumkan bahwa pembeli Galaxy S26 di Amerika Serikat tidak akan mendapatkan upgrade penyimpanan gratis yang sebelumnya tersedia pada seri sebelumnya. Hal ini berbeda dengan pembeli di Inggris Raya yang masih bisa menikmati promosi penyimpanan ganda tanpa biaya tambahan. Krisis global kelangkaan chip memori menjadi alasan utama kenaikan harga Samsung Galaxy S26 dan pengurangan promosi gratis. Samsung di AS mengganti tawaran upgrade penyimpanan dengan kredit toko sebesar 150 dolar dan diskon tambahan 50 dolar menggunakan kode PAYPAL50 saat pembelian. Penawaran trade-in di Amerika Serikat lebih tinggi nilainya jika dibandingkan dengan Inggris, namun promosi langsung yang memberikan tambahan kapasitas penyimpanan ini lebih menguntungkan di Inggris Raya. Para konsumen di Inggris juga bisa mendapatkan potongan harga hingga 100 poundsterling saat menggunakan metode pembayaran PayPal. Samsung secara strategis mengatur promosi ini untuk meminimalisir dampak terhadap keuntungan mereka selama masa kekurangan komponen memori. Walaupun biaya perangkat naik, mereka masih berusaha memberikan insentif yang cukup agar konsumen tetap tertarik membeli Galaxy S26. Situasi ini menjadi indikasi bagi industri teknologi lain, bahwa kelangkaan chip dan kenaikan harga mungkin berdampak pada penawaran produk dan promosi di tahun mendatang, tidak hanya pada Samsung tapi juga pada Apple, Google, dan produsen besar lainnya.
25 Feb 2026, 17.00 WIB

Pemerintah Kanada Panggil OpenAI Usai Akun ChatGPT Tersangka Penembakan Dibekukan

Pemerintah Kanada Panggil OpenAI Usai Akun ChatGPT Tersangka Penembakan Dibekukan
Pemerintah Kanada baru-baru ini memanggil manajemen OpenAI ke Ottawa setelah terungkap bahwa akun ChatGPT milik tersangka penembakan massal pernah diblokir tetapi tidak dilaporkan ke aparat penegak hukum. Penembakan ini terjadi di Tumbler Ridge, British Columbia, dan menewaskan delapan orang. Menteri Evan Solomon, yang membidangi kecerdasan buatan, menegaskan bahwa peninjauan internal oleh perusahaan seperti OpenAI tidak cukup saat keselamatan publik menjadi taruhan. Ia meminta perusahaan agar lebih bertanggung jawab dan transparan dalam melaporkan indikasi ancaman kekerasan serius. OpenAI telah mengonfirmasi bahwa mereka bekerja sama dengan polisi Kanada, meskipun rincian penyelidikan tidak dipublikasikan. Namun, pemerintah Kanada masih kecewa karena OpenAI belum memaparkan langkah-langkah keselamatan tambahan yang konkret setelah pertemuan tersebut. Selain itu, pemerintah Kanada saat ini sedang menyiapkan rancangan undang-undang baru untuk menindak ujaran kebencian daring. Rancangan sebelumnya sempat tertunda karena dianggap cakupannya terlalu luas, tetapi draf yang telah direvisi diharapkan dapat diterapkan tahun ini. OpenAI menyatakan telah memperkuat perlindungan dan memperbarui protokol rujukan ke penegak hukum terkait aktivitas kekerasan dalam beberapa bulan terakhir. Pihak pemerintah memastikan bahwa warga Kanada berharap tindakan nyata dan berkelanjutan segera dilakukan.
21 Feb 2026, 06.06 WIB

Penemuan Superkonduktor Triplet di NbRe Buka Jalan Teknologi Kuantum Baru

Para ilmuwan di Norwegian University of Science and Technology (NTNU) melaporkan penemuan bahan superkonduktor baru yang diduga berupa superkonduktor triplet, yaitu sebuah jenis superkonduktor yang partikel-partikelnya membawa spin. Spin adalah sifat fundamental elektron yang berpotensi digunakan untuk memproses dan mentransmisikan informasi dengan lebih efisien. Superkonduktor singlet konvensional hanya memungkinkan arus listrik tanpa hambatan tetapi tidak membawa spin, sehingga penggunaannya dalam teknologi spintronik dan komputer kuantum terbatas. Namun, superkonduktor triplet yang ditemukan pada alloy NbRe ini dapat membawa arus spin tanpa resistansi, membuka peluang besar dalam mengembangkan perangkat komputer yang lebih stabil dan hemat energi. Penelitian tersebut dipimpin oleh Profesor Jacob Linder di NTNU bekerja sama dengan fisikawan di Italia. Mereka melakukan pengujian pada alloy NbRe dan menemukan sifat-sifat yang berbeda dari superkonduktor biasa, seperti suhu superkonduksi sekitar 7 Kelvin, yang relatif lebih tinggi dibandingkan kandidat lainnya. Hasil ini sangat menjanjikan tetapi penemuan ini masih perlu dikonfirmasi melalui berbagai studi independen dan pengujian tambahan. Salah satu alasan superkonduktor triplet sangat dicari adalah karena mereka dapat mendukung partikel eksotis bernama Majorana, yang merupakan partikel dan antipartikel dalam satu kesatuan. Partikel Majorana ini diperkirakan sangat potensial untuk membangun qubit yang lebih stabil di komputer kuantum, memungkinkan operasi kuantum yang lebih akurat dan tahan terhadap gangguan. Penemuan NbRe sebagai superkonduktor triplet jika terbukti benar akan menjadi terobosan besar dan bisa membuka jalur baru dalam pengembangan teknologi kuantum dan spintronik. Hal ini diharapkan dapat mengatasi tantangan utama dalam mengembangkan komputer kuantum yang handal serta mempercepat kemajuan teknologi spin-based electronics dan perangkat kuantum masa depan.
18 Feb 2026, 21.00 WIB

Kolaborasi Besar Autodesk dan World Labs Kembangkan AI 3D untuk Desain dan Hiburan

World Labs, sebuah perusahaan startup yang dipimpin oleh Fei-Fei Li, berhasil mendapatkan investasi sebesar 200 juta dolar Amerika dari Autodesk, perusahaan raksasa di bidang perangkat lunak desain 3D. Investasi ini bertujuan untuk menjalin kerja sama guna mengembangkan teknologi AI yang mampu membuat dan memahami lingkungan 3D secara imersif. Produk pertama World Labs, Marble, memungkinkan pengguna membuat dan mengedit lingkungan 3D yang bisa diunduh. Autodesk, yang sudah lama terbiasa dengan perangkat lunak desain seperti 3D CAD, melihat potensi besar dalam AI spasial untuk memperluas kemampuannya di berbagai bidang seperti arsitektur, teknik, konstruksi, dan hiburan. Dengan kolaborasi ini, Autodesk akan membantu dan juga belajar mengintegrasikan model-model dari World Labs ke dalam alur kerja desain mereka. Pihak World Labs pun akan mengadopsi teknologi Autodesk untuk membuat produk mereka semakin kuat. Kerjasama ini akan dimulai dengan fokus pada penggunaan di media dan hiburan, karena kedua perusahaan menyadari banyak peluang di bidang ini. Model dunia yang mampu menangani animasi dengan konteks fisik dan spasial akan membuat karya seperti animasi karakternya menjadi lebih hidup dan realistis. Contohnya, seekor hewan yang berinteraksi dengan dunia sekitarnya secara alami, bukan hanya animasi sederhana saja. Autodesk juga sedang mengembangkan teknologi baru yang disebut neural CAD, yaitu AI generatif yang mengerti geometri dan fungsi komponen dalam sistem yang lebih besar. Teknologi ini mampu menghasilkan model 3D yang tidak hanya visual tetapi juga bisa berfungsi dengan benar di dunia nyata. Dengan pencapaian ini dikombinasikan dengan teknologi World Labs, mereka dapat menciptakan representasi digital dunia fisik yang lengkap dan lebih intuitif untuk digunakan. Menurut para ahli di kedua perusahaan, masa depan AI tidak cukup hanya memahami bahasa atau gambar, tapi harus memahami dunia nyata dengan semua hukum fisika dan dinamika yang mengaturnya. Kolaborasi ini membuka jalan bagi alat desain yang bisa membantu para kreator dan insinyur untuk berinovasi lebih cepat dan akurat dengan bantuan AI yang benar-benar memahami konteks dunia nyata.
18 Feb 2026, 19.55 WIB

Sarvam Luncurkan Model AI Besar Efisien untuk Bahasa dan Kebutuhan Lokal India

Sarvam, sebuah laboratorium AI dari India, baru saja meluncurkan generasi baru model bahasa besar yang dirancang untuk bahasa dan kebutuhan lokal India. Model baru ini jauh lebih besar dan lebih canggih dibandingkan versi sebelumnya yang memiliki 2 miliar parameter, sekarang meluncurkan model hingga 105 miliar parameter. Peluncuran ini diumumkan di India AI Impact Summit yang berlangsung di New Delhi, sejalan dengan komitmen pemerintah India untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing. Model terbaru Sarvam menggunakan arsitektur mixture-of-experts, yang berarti hanya sebagian kecil parameter yang aktif saat digunakan, sehingga menghemat biaya komputasi secara signifikan. Salah satu model berukuran 30 miliar parameter menyediakan konteks hingga 32.000 token, cocok untuk aplikasi percakapan waktu nyata, sedangkan model 105 miliar parameter dapat memahami konteks yang jauh lebih besar hingga 128.000 token untuk tugas kompleks. Pelatihan model dilakukan dari awal dengan menggunakan triliunan token data teks yang mencakup berbagai bahasa India. Sarvam berfokus pada aplikasi praktis seperti asisten suara, sistem chat, dan pemrosesan dokumen, yang relevan untuk pasar India. Mereka mendapat dukungan infrastruktur dari Yotta dan teknologi dari Nvidia, serta bantuan dari program pemerintah IndiaAI Mission. Sarvam juga berencana membuka sumber model 30 miliar dan 105 miliar parameter ini agar komunitas pengembang bisa menggunakannya. Selain itu, mereka sedang mengembangkan produk khusus seperti model AI untuk coding dan alat enterprise bernama Sarvam for Work, serta platform agen percakapan bernama Samvaad. Pendekatan mereka menekankan pengembangan berkelanjutan berdasarkan kebutuhan nyata dibandingkan hanya berlomba-lomba membuat model terbesar. Dibentuk pada 2023, Sarvam telah mengumpulkan pendanaan lebih dari 50 juta dolar AS dari investor besar seperti Lightspeed Venture Partners, Khosla Ventures, dan Peak XV Partners. Langkah ini diharapkan dapat mendorong percepatan adopsi teknologi AI lokal dan mengurangi dominasi model AI besar dari Amerika Serikat dan Tiongkok di pasar India.
18 Feb 2026, 19.40 WIB

Adani Siapkan Rp 1.67 quadriliun (US$100 Miliar) Bangun Infrastruktur AI dan Energi Terbarukan

Adani Enterprises, konglomerat besar asal India, berencana menginvestasikan Rp 1.67 quadriliun (US$100 miliar) untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dengan energi terbarukan yang ditargetkan rampung pada tahun 2035. Investasi ini adalah bagian dari ambisi India untuk menjadi pemain utama di sektor teknologi AI di dunia. Investasi tersebut akan digunakan untuk pembangunan data center AI dengan kapasitas awal 2 gigawatt yang akan ditingkatkan hingga 5 gigawatt. Data center ini akan menggunakan tenaga energi terbarukan demi mendukung ketahanan jaringan listrik dan sistem komputasi AI yang handal. Selain infrastruktur AI, Adani juga berencana menanamkan modal sebesar Rp 918.50 triliun (US$55 miliar) di sektor energi terbarukan, termasuk proyek penyimpanan energi baterai terbesar di dunia, yang bertujuan memperkuat portofolio energi bersih mereka. Untuk mendukung proyek ini, Adani telah menjalin kerja sama dengan Google yang akan menginvestasikan Rp 250.50 triliun (US$15 miliar) selama lima tahun untuk membangun pusat data AI terbesar di India. Investasi ini diharapkan dapat memicu tambahan investasi sebesar Rp 2.50 quadriliun (US$150 miliar) di berbagai sektor industri. Langkah besar yang diambil Adani ini menunjukkan semakin sengitnya persaingan global dalam bidang AI, terutama antara negara besar seperti China, Amerika Serikat, dan kini India yang berusaha memperkuat teknologi dalam negerinya agar memiliki pengaruh besar di masa depan.