Wormhole Bukan Jalan Ruang Tapi Cermin Waktu, Menjawab Misteri Alam Semesta
Courtesy of InterestingEngineering

Wormhole Bukan Jalan Ruang Tapi Cermin Waktu, Menjawab Misteri Alam Semesta

Menghadirkan pemahaman baru tentang wormholes sebagai 'cermin' waktu yang menghubungkan dua arah temporal berlawanan dan mengintegrasikan relativitas umum dengan mekanika kuantum untuk menjelaskan fenomena kosmologis dan paradoks informasi pada lubang hitam.

17 Feb 2026, 23.49 WIB
158 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Jembatan Einstein-Rosen berfungsi sebagai cermin waktu, bukan jalur perjalanan antar galaksi.
  • Paradoks informasi black hole dapat diatasi dengan konsep transfer informasi ke bagian waktu terbalik dari jembatan.
  • Teori ini mengusulkan bahwa alam semesta kita mungkin merupakan bagian dalam black hole dari kosmos lain.
Portsmouth, Inggris - Penelitian terbaru mengungkap bahwa wormhole atau jembatan Einstein-Rosen yang selama ini dipercaya sebagai terowongan di ruang-waktu, sebenarnya bukan jalur fisik untuk perjalanan antar titik. Profesor Enrique Gaztañaga dari University of Portsmouth menemukan konsep baru bahwa wormhole bertindak sebagai cermin waktu yang menghubungkan dua arah berlawanan dalam aliran waktu.
Para ilmuwan meninjau ulang persamaan Einstein dan Rosen dari tahun 1935 dengan pendekatan kuantum modern. Dari sini mereka menyimpulkan bahwa implikasi relativitas umum membuat materi tidak mungkin melewati wormhole karena struktur tersebut runtuh lebih cepat daripada cahaya bisa melaluinya, sehingga tidak memungkinkan perjalanan antar galaksi.
Konsep waktu terbalik ini membantu menjelaskan paradoks informasi pada lubang hitam, di mana informasi yang masuk tidak hilang melainkan berpindah ke sisi wormhole yang memiliki arah waktu berlawanan. Ini menegaskan bahwa prinsip mekanika kuantum tentang kekekalan informasi tetap berlaku meskipun relativitas umum tampaknya mengatasinya.
Penelitian ini juga mengaitkan teori dengan data dari Cosmic Microwave Background yang menunjukkan pola asimetri kecil dalam radiasi. Ketidaksimetrian ini yang sebelumnya dianggap anomali statistik, kini dijelaskan sebagai bukti adanya komponen kuantum cermin dalam struktur alam semesta.
Lebih jauh lagi, teori ini membahas asal usul alam semesta dengan menggantikan Big Bang sebagai awal waktu dengan konsep 'Big Bounce', yaitu fase di mana semesta yang runtuh kemudian memantul kembali dan berkembang menjadi alam semesta kita saat ini. Hal ini memberi gambaran bahwa kita mungkin hidup di dalam lubang hitam dari alam semesta lain.
Referensi:
[1] https://www.interestingengineering.com/space/einstein-rosen-bridge-mirror-time-theory

Analisis Ahli

Stephen Hawking
"Menginterpretasikan wormhole melalui lensa kuantum membuka kemungkinan besar untuk menjembatani kesenjangan dalam fisika teoretis, terutama terkait paradoks informasi."
Juan Maldacena
"Model ini menarik karena mengakomodasi dualitas waktu dan dapat memperkaya pemahaman kita tentang hubungan lubang hitam dan mekanika kuantum."

Analisis Kami

"Penelitian ini membuka paradigma baru yang menggugah dalam kosmologi, memadukan relativitas umum dan mekanika kuantum dengan cara yang lebih alami dan terintegrasi. Namun, implementasi empirisnya masih sangat menantang dan membutuhkan teknologi observasi kosmik yang jauh lebih maju daripada saat ini."

Prediksi Kami

Penemuan dan pengamatan mendalam pada materi gelap dan sisa-sisa kosmik awal di masa depan kemungkinan akan mendukung teori ‘cermin waktu’ ini dan membantu memformulasikan teori gravitasi kuantum yang lebih lengkap.