TLDR
Kamar awan baru di Laboratorium Nasional Brookhaven dapat membantu mengungkap misteri pembentukan awan. Penelitian ini fokus pada pemahaman bagaimana awan mempengaruhi iklim dan cuaca. Teknologi baru seperti lidar dan radar THz akan memberikan wawasan lebih dalam tentang sifat awan dan hujan. Para peneliti di Brookhaven National Laboratory (BNL) telah menciptakan sebuah kamar awan baru berukuran sekitar satu meter kubik yang dinamakan ‘cloud in a box’. Kamar ini memungkinkan mereka mengatur suhu, kelembaban, dan partikel partikulat dengan sangat tepat untuk mendalami proses pembentukan awan.Dalam uji pertama, tim berhasil memicu pembentukan awan dengan menggabungkan udara hangat dan lembab dari dasar yang dipanaskan dengan udara dingin dan juga lembab dari atas, lalu menyuntikkan partikel aerosol seperti garam sebagai inti pembentukan awan.Kamar ini menggunakan teknik laser hijau untuk mengamati perkembangan awan secara visual dan juga tengah dikembangkan sistem pemetaan awan dengan lidar serta radar THz untuk mendeteksi partikel hujan secara dini tanpa mengganggu aliran udara.Keunggulan utama kamar ini adalah mampu mempertahankan awan turbulen dalam waktu lama sehingga memungkinkan pengukuran berulang yang meningkatkan ketepatan data. Desain modularnya juga dapat diperbesar sehingga memungkinkan penelitian lebih lanjut tentang hujan dan berbagai fenomena atmosfer lain.Para ilmuwan berharap alat ini tidak hanya membantu mengurai misteri pembentukan hujan di awan hangat tetapi juga dapat diaplikasikan untuk mengevaluasi dampak cuaca terhadap infrastruktur dan mempelajari transportasi partikel biologis seperti serbuk sari dan patogen.