Para ilmuwan mengumumkan temuan fosil Homo erectus di Provinsi Hubei, China, yang berusia hampir 1,8 juta tahun. Ini adalah penemuan penting yang menggeser waktu kedatangan spesies manusia purba ini di wilayah Asia Timur lebih awal dari perkiraan sebelumnya.
Sebelumnya, diperkirakan Homo erectus tiba di Asia Timur sekitar 1,2 juta tahun yang lalu. Namun dengan teknik penanggalan baru yang lebih akurat, usia fosil tersebut kini diketahui jauh lebih tua, yaitu sekitar 1,8 juta tahun, menunjukkan bahwa penyebaran hominid lebih cepat dan luas dari yang diduga.
Teknik penanggalan yang digunakan dalam studi ini mampu menguji usia fosil hingga 5 juta tahun, jauh lebih efektif dibandingkan metode karbon 14 yang hanya sampai 50.000 tahun. Hal ini memberikan keandalan tinggi pada hasil penelitian yang diterbitkan di jurnal Science Advances.
Situs Yunxian di dekat Sungai Han, tempat penemuan fosil tersebut, telah menjadi lokasi penggalian penting sejak tahun 1960-an dan 70-an. Selain fosil hewan, ditemukan juga tiga tengkorak hominid yang menjadi dasar penelitian baru ini.
Studi ini memancing pertanyaan baru mengenai bagaimana Homo erectus mampu bermigrasi dan bertahan di lingkungan yang berbeda-beda, serta kemampuan adaptasi mereka yang lebih kompleks. Para ilmuwan kini didorong untuk mencari bukti alternatif yang bisa mengubah pengalaman sejarah evolusi manusia.