
Peter Williams, mantan manajer Trenchant di L3Harris, dijatuhi hukuman 87 bulan penjara karena mencuri dan menjual alat peretasan kepada Operation Zero, sebuah firma asal Rusia yang dikenal sebagai broker eksploit berbahaya di dunia. Ia mendapatkan Rp 21.71 miliar ($1,3 juta) dalam bentuk crypto dari penjualan ini selama tahun 2022 hingga 2025.
Trenchant adalah divisi yang mengembangkan alat hacking dan pengawasan untuk pemerintah AS dan sekutunya. Alat-alat ini, berupa zero-day exploits, memungkinkan peretas untuk mengeksploitasi celah keamanan di software populer, seperti iPhone, Android, dan browser web, yang biasanya tidak diketahui oleh pengembangnya.
Sementara kasus ini berhasil diungkap dan pelaku dihukum, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab, termasuk identitas pasti dari alat peretasan yang dicuri, bagaimana alat tersebut disebarkan, dan siapa yang menggunakannya setelah dijual oleh Operation Zero.
Seorang pegawai lain di L3Harris yang dituduh dan dipecat oleh Williams akhirnya menjadi korban serangan spyware di iPhone pribadinya setelah kasus ini muncul. Dugaan muncul bahwa serangan tersebut mungkin terkait dengan investigasi FBI atau agen intelijen AS, namun hal ini belum dikonfirmasi secara resmi.
Departemen Keuangan AS kemudian menjatuhkan sanksi kepada Operation Zero dan pendirinya, bersama individu terkait seperti anggota grup Trickbot, yang memperkuat posisi pemerintah AS dalam menangani ancaman nasional dari kebocoran alat hacking ini.