
Courtesy of CNBCIndonesia
Krisis Air Global: Ancaman Kekeringan dan Dampak Sosial yang Semakin Nyata
Mengingatkan pentingnya pengelolaan air yang cerdas dan pencatatan penggunaan air untuk mencegah krisis air global yang semakin parah dan dampak sosial-politik yang serius.
27 Feb 2026, 07.50 WIB
284 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Krisis air global semakin mendalam dan mempengaruhi jutaan orang.
- Pemanasan global dan perluasan lahan pertanian menjadi penyebab utama krisis air.
- Pentingnya pengelolaan sumber daya air yang lebih baik untuk mencegah ketidakstabilan sosial.
Jakarta, Indonesia - Laporan terbaru dari Perserikatan Bangsa-bangsa menyebutkan bahwa pasokan air di dunia semakin menipis dan kekeringan sulit lagi dihindari. Saat ini, tiga dari empat orang tinggal di negara yang menghadapi kekurangan air, kontaminasi, atau kekeringan. Sekitar 4 miliar orang mengalami kelangkaan air setiap tahunnya setidaknya selama satu bulan.
Menurut Kaveh Madani dari UN University Institute for Water, Environment and Health, kondisi ini bisa diibaratkan seperti rekening air di permukaan yang kosong dan tabungan air seperti air tanah dan gletser juga mulai terkuras. Ini menyiratkan bahwa sumber air yang selama ini menjadi cadangan manusia terus menipis seiring waktu.
Penyebab utama krisis ini adalah perluasan pemukiman dan lahan pertanian ke daerah-daerah kering serta pemanasan global yang membuat daerah yang sudah kering menjadi semakin kering dan meningkatkan penguapan. Fenomena ini juga mengurangi curah hujan, sehingga memperparah kelangkaan air.
Kekurangan air ini tidak hanya mempengaruhi kebutuhan dasar manusia, tetapi juga bisa menimbulkan ketidakstabilan sosial, termasuk protes, migrasi, dan konflik. Contohnya, di Iran terjadi protes kekerasan ketika sistem air gagal dan berdampak pada lapangan kerja dan hidup sehari-hari serta stabilitas politik.
Sayangnya, banyak negara belum menerapkan langkah mendasar seperti pencatatan penggunaan air yang jelas, sehingga solusi yang cerdas dan akurat sulit diterapkan. Madani menekankan perlunya pengelolaan air yang lebih bijak agar krisis ini tidak semakin parah.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260227072835-37-714415/pbb-warning-dunia-bangkrut-rekening-kosong-dan-tabungan-terkuras
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260227072835-37-714415/pbb-warning-dunia-bangkrut-rekening-kosong-dan-tabungan-terkuras
Analisis Ahli
Kaveh Madani
"Pengelolaan air yang cerdas dan pencatatan yang tepat sangat penting untuk menghindari krisis yang lebih buruk dan keruntuhan sistem air dunia."
Analisis Kami
"Krisis air ini adalah panggilan serius bagi dunia untuk memperbaiki cara kita mengelola sumber daya air yang terbatas. Tanpa langkah nyata, dampak sosial dan ekologis akan semakin sulit dikendalikan, terutama di negara berkembang yang paling rentan."
Prediksi Kami
Jika pengelolaan air tidak diperbaiki dan dilakukan pencatatan penggunaan yang akurat, kekurangan air akan semakin parah dan konflik sosial akibat persaingan sumber daya air akan meningkat di banyak negara.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang disampaikan oleh laporan PBB tentang ketersediaan air di dunia?A
Laporan PBB menyatakan bahwa tiga dari empat orang tinggal di negara yang menghadapi kekurangan air, kontaminasi, atau kekeringan.Q
Siapa Kaveh Madani dan apa perannya dalam laporan tersebut?A
Kaveh Madani adalah seorang peneliti dari UN University Institute for Water, Environment and Health (INWEH) yang menyampaikan dampak krisis air dalam istilah keuangan.Q
Apa saja penyebab dari krisis air yang terjadi di berbagai negara?A
Penyebab krisis air termasuk perluasan wilayah pertanian dan perkotaan, pemanasan global, dan penguapan yang meningkat.Q
Bagaimana kekurangan air dapat mempengaruhi stabilitas sosial di suatu negara?A
Kekurangan air dapat memicu migrasi, konflik, dan ketidakstabilan sosial di suatu negara.Q
Apa yang dapat dilakukan untuk mengelola air secara lebih efektif?A
Manusia perlu hidup dengan lebih sedikit air dan mengelola sumber daya air secara lebih cerdas.




