Harapan Modantara kepada Pemerintah soal Bonus Hari Raya bagi Pengemudi Digital
Courtesy of CNBCIndonesia

Harapan Modantara kepada Pemerintah soal Bonus Hari Raya bagi Pengemudi Digital

Mendorong pemerintah untuk membuat kebijakan pemberian Bonus Hari Raya yang bijaksana, transparan, dan tetap memperhatikan kemampuan serta keberlangsungan perusahaan di sektor ride hailing dan pengantaran digital sehingga kesejahteraan mitra pengemudi dapat terjaga.

27 Feb 2026, 16.25 WIB
81 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Pemerintah diharapkan dapat lebih bijaksana dalam menyusun kebijakan BHR.
  • Kesejahteraan mitra pengemudi menjadi fokus utama dalam kebijakan BHR.
  • Pemberian BHR bersifat voluntary dan merupakan itikad baik dari perusahaan untuk mendukung mitra mereka.
Jakarta, Indonesia - Bonus Hari Raya (BHR) akan kembali diberikan kepada mitra pengemudi dan pengantar digital pada periode Ramadhan dan Idul Fitri 2026. Kabar ini disambut baik karena dianggap bisa membantu peningkatan kesejahteraan para mitra yang bekerja di sektor mobilitas dan pengantaran digital di Indonesia.
Agung Yudha, Direktur Eksekutif Modantara, berharap pemerintah bijaksana dalam membuat kebijakan BHR dan membuka ruang dialog yang luas. Hal ini penting agar kebijakan yang dibuat benar-benar mempertimbangkan kemampuan ekonomi tiap perusahaan yang berbeda.
Modantara juga menegaskan bahwa perusahaan aplikasi ride hailing dan pengantar digital sudah menyiapkan program BHR dengan skema yang sesuai dengan kemampuan mereka. Pemberian bonus bersifat sukarela (voluntary) dan dilakukan sebagai itikad baik untuk membantu para mitra.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyatakan telah mengadakan diskusi dengan berbagai pihak terkait BHR 2026 dan hasilnya sangat baik. Namun, keputusan resmi masih membutuhkan Surat Edaran Menteri sebagai pedoman resmi pemberian bonus.
Secara keseluruhan, pemberian BHR diharapkan tidak hanya membantu kesejahteraan mitra pengemudi, tapi juga mempertahankan keberlangsungan industri transportasi digital yang terus berkembang di Indonesia dengan dukungan kebijakan yang tepat.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260227130102-37-714537/asosiasi-aplikasi-ojol-bilang-begini-soal-thr-2026-buat-driver

Analisis Ahli

Agung Yudha
"Penekanan pada dialog terbuka dan fleksibilitas skema BHR sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara kesejahteraan mitra dan keberlangsungan bisnis platform digital."

Analisis Kami

"Pemberian Bonus Hari Raya secara voluntary memang merupakan langkah positif menunjang kesejahteraan mitra, namun tanpa regulasi yang kuat ada risiko ketidakmerataan perlakuan antar perusahaan. Pemerintah harus benar-benar membuka ruang dialog dan mempertimbangkan aspek ekonomi perusahaan agar kebijakan ini tidak membebani industri namun tetap mendukung pengemudi digital."

Prediksi Kami

Kebijakan resmi terkait pemberian Bonus Hari Raya untuk pengemudi digital akan diumumkan setelah adanya Surat Edaran Menteri yang mengatur mekanisme pemberian bonus secara resmi di seluruh Indonesia.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa itu Bonus Hari Raya (BHR)?
A
Bonus Hari Raya (BHR) adalah bonus yang diberikan kepada mitra pengemudi selama periode Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.
Q
Siapa yang menyampaikan harapan terkait kebijakan BHR?
A
Agung Yudha, Direktur Eksekutif Modantara, yang menyampaikan harapan terkait kebijakan BHR.
Q
Mengapa kesejahteraan mitra pengemudi penting menurut Agung Yudha?
A
Kesejahteraan mitra pengemudi penting karena menjadi perhatian utama perusahaan dan platform dalam mendukung keberlangsungan industri.
Q
Apa sifat dari pemberian BHR menurut Agung Yudha?
A
Pemberian BHR bersifat voluntary, yang berarti dilakukan sebagai bagian dari itikad baik perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan mitra.
Q
Apa yang dikatakan Menteri Ketenagakerjaan mengenai diskusi BHR?
A
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan bahwa diskusi mengenai BHR telah dilakukan dan hasilnya sangat baik, namun kepastian masih menunggu pengumuman resmi.