
Pada masa Ramadan dan Lebaran, aktivitas belanja online di Indonesia mengalami peningkatan pesat. Namun, pertumbuhan ini diikuti dengan peningkatan risiko penipuan digital yang memanfaatkan situasi untuk menipu konsumen. Berbagai modus kejahatan seperti phishing, peniruan layanan pelanggan, dan link palsu beredar luas di platform e-Commerce.
Pratama Persadha, Chairman dari CISSReC, menegaskan bahwa keamanan transaksi online sejauh ini masih menjadi tantangan besar dan harus menjadi perhatian bersama antara platform dan pengguna. Ia menekankan pentingnya literasi dan kesadaran digital di tengah pesatnya penggunaan belanja online dalam masa Ramadan ini.
Beberapa modus penipuan yang sering ditemukan adalah phishing melalui pesan instan, peniruan customer service, dan penyalagunaan link pelacakan pengiriman palsu. Para pelaku sering mengincar data pribadi korban melalui cara tersebut, sehingga pengguna harus lebih berhati-hati.
Untuk melindungi diri, Pratama memberikan lima tips berbelanja online yang aman, antara lain menggunakan password kuat dan unik, bertransaksi hanya di aplikasi resmi, tidak mengklik link dari sumber tidak resmi, berhati-hati terhadap permintaan mencurigakan seperti instal aplikasi luar toko resmi, serta jangan pernah memberikan OTP atau informasi pribadi kepada orang asing.
Selain itu, penting juga untuk berbelanja hanya di platform dan toko online yang terpercaya dengan selalu membaca ulasan produk dan toko sebelum membeli. Dengan cara ini, konsumen bisa mengurangi risiko menjadi korban penipuan digital di masa liburan dan Ramadan.