Pengeboran Rekor di Antartika Ungkap Rahasia Es dan Masa Bumi Purba
Courtesy of CNBCIndonesia

Pengeboran Rekor di Antartika Ungkap Rahasia Es dan Masa Bumi Purba

Memahami laju pencairan lapisan es Antartika Barat dan Ross Ice Shelf selama beberapa tahun terakhir serta mempelajari respons lapisan es terhadap perubahan suhu, guna membantu prediksi dampak pemanasan global di Kutub Selatan.

19 Feb 2026, 11.20 WIB
204 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Pengeboran di Antartika berhasil mencapai kedalaman baru dan menemukan sisa makhluk laut purba.
  • Proyek SWAIS2C berfokus pada memahami dampak pemanasan global terhadap lapisan es di Antartika.
  • Temuan sedimen dan fosil memberikan wawasan tentang sejarah iklim dan respons lapisan es terhadap perubahan temperature.
Antartika, Antartika - Para peneliti berhasil melakukan pengeboran di lapisan es Antartika di kawasan yang sangat terpencil bernama Crary Ice Rise. Dengan menggunakan bor air panas, mereka menembus es setebal 523 meter dan terus menembus tanah sedalam 228 meter. Sampel sedimen inti yang diambil berisi lapisan lumpur dan bebatuan yang penting untuk penelitian lebih lanjut.
Ini merupakan pengeboran inti sedimen paling panjang yang pernah dilakukan di bawah lapisan es, jauh melampaui target awal yaitu 200 meter. Pengeboran ini menjadi terobosan besar dalam penelitian Antartika karena bisa menjawab banyak pertanyaan tentang kondisi masa lalu Kutub Selatan.
Salah satu temuan menarik adalah adanya fragmen hewan laut bercangkang dan fosil organisme laut purba, yang biasanya hanya ditemukan di wilayah yang lebih hangat. Ini menunjukkan bahwa Antartika dulunya belum tertutup es dan pernah dihuni makhluk laut saat iklim lebih hangat.
Proyek ini bagian dari SWAIS2C yang fokus mempelajari laju pencairan lapisan es Antartika Barat dan Ross Ice Shelf akibat pemanasan global. Penelitian ini juga mengkaji bagaimana lapisan es tersebut merespons perubahan suhu terutama saat suhu meningkat di atas 2 derajat Celcius dibanding era pra-industri.
Temuan ini diharapkan bisa membantu memprediksi bagaimana lapisan es di Kutub Selatan berpotensi mencair di masa depan akibat perubahan iklim. Peneliti berencana melakukan pengeboran lanjutan sebagai bagian dari upaya mengerti lebih dalam sensitivitas lapisan es terhadap pemanasan global.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260219105008-37-712056/es-kutub-selatan-dibor-sampai-dasar-isi-lubang-ungkap-dunia-lain

Analisis Ahli

Molly Patterson
"Pengeboran ini merupakan terobosan besar karena mampu menembus lapisan es yang tebal dan mendapatkan sedimen dengan kedalaman yang belum pernah dicapai sebelumnya, membuka babak baru dalam penelitian Antartika."
Huw Horgan
"Data inti sedimen yang kami temukan mengindikasikan hubungan yang kuat antara perubahan suhu dan respon lapisan es, membantu kita memahami bagaimana masa lalu dapat menunjukkan masa depan lapisan es di Antartika."

Analisis Kami

"Pengeboran ini membuka wawasan baru yang krusial tentang sejarah iklim Antartika dan hubungannya dengan perubahan global, yang selama ini sulit diakses karena ketebalan esnya. Langkah ini adalah kunci untuk memperkuat model iklim dan membuat prediksi yang lebih akurat terkait risiko pencairan es di masa depan."

Prediksi Kami

Dengan informasi baru dari pengeboran ini, kita bisa memperkirakan bahwa lapisan es di Antartika Barat dan Ross Ice Shelf akan semakin rentan terhadap pencairan jika suhu Bumi terus meningkat, yang akan mempercepat kenaikan permukaan laut secara global.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang ditemukan dalam pengeboran di Antartika?
A
Dalam pengeboran di Antartika, ditemukan sisa makhluk laut purba dan sedimen inti yang terdiri dari lumpur dan bebatuan.
Q
Siapa yang memimpin proyek pengeboran tersebut?
A
Proyek pengeboran ini dipimpin oleh Molly Patterson dari Binghamton University dan Huw Horgan dari Victoria University of Wellington.
Q
Apa tujuan dari proyek SWAIS2C?
A
Tujuan dari proyek SWAIS2C adalah untuk mencari tahu laju pencairan lapisan es Antartika Barat dan Ross Ice Shelf dalam beberapa tahun terakhir.
Q
Mengapa temuan fosil makhluk laut penting?
A
Temuan fosil makhluk laut penting karena menunjukkan bahwa makhluk tersebut hidup pada masa ketika Antartika belum diselimuti es.
Q
Bagaimana penelitian ini berkontribusi terhadap pemahaman perubahan iklim?
A
Penelitian ini membantu memahami respons lapisan es terhadap pemanasan global dan memberikan informasi untuk memprediksi perubahan di Kutub Selatan.