Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Waspada Penipuan Online Saat Ramadan, Ini 5 Tips Berbelanja Aman

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (1mo ago) cyber-security (1mo ago)
20 Feb 2026
41 dibaca
2 menit
Waspada Penipuan Online Saat Ramadan, Ini 5 Tips Berbelanja Aman

Rangkuman 15 Detik

Masyarakat perlu meningkatkan literasi digital untuk menghindari penipuan saat berbelanja online.
Modus penipuan semakin beragam, sehingga kewaspadaan saat bertransaksi online sangat penting.
Pengguna harus selalu bertransaksi di platform yang terpercaya dan memverifikasi informasi sebelum memberikan data pribadi.
Pada masa Ramadan dan Lebaran, aktivitas belanja online di Indonesia mengalami peningkatan pesat. Namun, pertumbuhan ini diikuti dengan peningkatan risiko penipuan digital yang memanfaatkan situasi untuk menipu konsumen. Berbagai modus kejahatan seperti phishing, peniruan layanan pelanggan, dan link palsu beredar luas di platform e-Commerce. Pratama Persadha, Chairman dari CISSReC, menegaskan bahwa keamanan transaksi online sejauh ini masih menjadi tantangan besar dan harus menjadi perhatian bersama antara platform dan pengguna. Ia menekankan pentingnya literasi dan kesadaran digital di tengah pesatnya penggunaan belanja online dalam masa Ramadan ini. Beberapa modus penipuan yang sering ditemukan adalah phishing melalui pesan instan, peniruan customer service, dan penyalagunaan link pelacakan pengiriman palsu. Para pelaku sering mengincar data pribadi korban melalui cara tersebut, sehingga pengguna harus lebih berhati-hati. Untuk melindungi diri, Pratama memberikan lima tips berbelanja online yang aman, antara lain menggunakan password kuat dan unik, bertransaksi hanya di aplikasi resmi, tidak mengklik link dari sumber tidak resmi, berhati-hati terhadap permintaan mencurigakan seperti instal aplikasi luar toko resmi, serta jangan pernah memberikan OTP atau informasi pribadi kepada orang asing. Selain itu, penting juga untuk berbelanja hanya di platform dan toko online yang terpercaya dengan selalu membaca ulasan produk dan toko sebelum membeli. Dengan cara ini, konsumen bisa mengurangi risiko menjadi korban penipuan digital di masa liburan dan Ramadan.

Analisis Ahli

Pratama Persadha
Risiko keamanan transaksi online merupakan tantangan nyata yang harus dijawab bersama antara platform dan pengguna, dimana literasi keamanan digital menjadi kunci agar masyarakat dapat menikmati kemudahan e-Commerce tanpa mengorbankan keamanan.