
Dalam dunia venture capital yang kini didominasi oleh pendanaan besar dan proyek kecerdasan buatan, Stacy Brown-Philpot memilih jalan berbeda dengan membangun Cherryrock Capital. Ia fokus pada investasi seri A dan B yang lebih kecil dengan alasan melihat masih banyak pengusaha yang kurang mendapat akses modal yang sesuai, terutama mereka yang tidak sesuai dengan pola umum Silicon Valley.
Brown-Philpot yang sebelumnya CEO TaskRabbit dan veteran Google, menggunakan pengalamannya untuk menjalankan dana yang menargetkan 12-15 perusahaan dari ribuan calon yang telah dia evaluasi. Meski memiliki dana besar, Brown-Philpot bergerak hati-hati dan sudah menanam modal di lima perusahaan dalam setahun sejak peluncuran Cherryrock Capital.
Hal menarik dari Cherryrock adalah dukungan institusi besar seperti JPMorgan, Bank of America, dan Goldman Sachs, yang menunjukkan bahwa investasi pada pengusaha kurang terlayani tidak mengabaikan keuntungan finansial. Hal ini juga didukung oleh peraturan pelaporan keberagaman baru di California yang fokus pada transparansi, bukan kuota.
Beberapa portofolio Cherryrock termasuk Coactive AI, sebuah perusahaan AI untuk industri media dan hiburan, serta Vitable Health, yang menyediakan asuransi kesehatan berbasis perawatan primer. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana dana ini memilih perusahaan yang tidak hanya punya potensi teknologi tapi juga dampak sosial yang kuat.
Brown-Philpot percaya bahwa kebanyakan startup akan diakuisisi daripada IPO, sebuah pandangan realistis di tengah ekosistem yang sering kali terlalu optimis soal publikasi. Tahun 2026, Cherryrock berencana terus aktif menyalurkan dana ke perusahaan yang telah menemukan kecocokan produk-pasar, menyasar pengusaha dari latar belakang beragam dan mengedepankan kejujuran bisnis.