Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Sorotan Inovasi Global: Sains & Teknologi

Share

Kumpulan berita ini menghadirkan terobosan dan perkembangan terkini dalam sains dan teknologi, mulai dari material canggih dan energi terbarukan, penelitian biomedis, robotika, hingga penemuan astronomi dan pemantauan cuaca. Ada juga sorotan khusus pada inovasi lokal di Indonesia dan isu lingkungan global.

18 Feb 2026, 20.12 WIB

Mengubah Urin Menjadi Listrik Bersih dengan Teknologi Microbial Fuel Cells

Mengubah Urin Menjadi Listrik Bersih dengan Teknologi Microbial Fuel Cells
Para peneliti dari McGill University di Kanada menemukan cara meningkatkan produksi listrik dari urin manusia menggunakan teknologi Microbial Fuel Cells (MFCs). MFC adalah alat yang memanfaatkan mikroorganisme untuk mengubah limbah organik menjadi listrik sambil mengolah limbah tersebut. Dalam penelitian ini, mereka mencampurkan urin manusia dengan limbah sintetis pada konsentrasi 20%, 50%, dan 70%, kemudian mengamati efek campuran ini terhadap efisiensi pengolahan air limbah dan produksi listrik selama dua minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi urin, semakin baik produksi listrik karena kandungan ion dan bahan organik urin yang mendukung aktivitas mikroorganisme di dalam MFC, terutama bakteri Sediminibacterium dan Comamonas. Bakteri Sediminibacterium dominan pada konsentrasi urin sampai 50%, sedangkan Comamonas mendominasi pada konsentrasi lebih tinggi. Peran bakteri ini penting untuk memahami bagaimana listrik dan pengolahan limbah dilakukan oleh sistem MFC. Teknologi ini berpotensi diaplikasikan di daerah pedesaan atau lokasi bencana untuk menyediakan listrik sekaligus mengolah limbah secara murah dan ramah lingkungan, serta dapat dikembangkan menjadi biosensor sederhana tanpa perlu alat kompleks.
18 Feb 2026, 16.55 WIB

Benarkah Kentut Berbulu dan Tidak Berbau? Ini Faktanya Dari Ilmuwan

Benarkah Kentut Berbulu dan Tidak Berbau? Ini Faktanya Dari Ilmuwan
Masyarakat sering menganggap kentut yang tidak bersuara pasti berbau busuk, dan kentut yang bersuara keras tidak berbau. Mitos ini sebenarnya tidak berdasar menurut penelitian yang dilakukan oleh Hong Kong University of Science and Technology. Suara kentut yang keras dipicu oleh jumlah gas yang dihasilkan dari fermentasi karbohidrat yang belum tercerna dengan baik oleh tubuh. Gas ini, seperti karbon dioksida dan nitrogen, tidak berbau dan menyebabkan perut terasa kembung. Sementara bau busuk pada kentut datang dari hidrogen sulfida, gas yang terbentuk dari pengolahan protein yang mengandung sulfur, seperti pada makanan olahan susu dan daging. Gas ini memiliki bau seperti telur busuk tetapi jumlahnya jauh lebih sedikit. Karena gas belerang yang menyebabkan bau sangat sedikit, gas ini tidak bisa menghasilkan suara keras. Namun, ketika seseorang mengonsumsi karbohidrat dan protein secara bersamaan, kedua jenis gas bisa terbentuk dan keluar bersamaan. Dengan penjelasan ini, mitos yang mengaitkan suara kentut dan bau dianggap tidak tepat. Informasi ini membantu kita memahami bahwa keduanya dipengaruhi oleh jenis gas dan proses pencernaan, bukan karena bunyi kentutnya sendiri.
18 Feb 2026, 07.20 WIB

Oasis Bersejarah 4.000 Tahun di Arab Saudi dengan Tembok Besar Misterius

Oasis Bersejarah 4.000 Tahun di Arab Saudi dengan Tembok Besar Misterius
Empat oasis tua ditemukan di Arab Saudi yang berumur sekitar 4.000 tahun. Keempat oasis ini dikelilingi oleh tembok besar misterius yang membentuk garis batas di sekitar oasis. Salah satu oasis bernama Al-Ayn memiliki tembok sepanjang 8 kilometer dan tebal 2 meter yang menunjukkan pola benteng tunggal, yang digunakan untuk pertahanan dan pengaturan masyarakat kuno. Dalam oasis ditemukan tidak hanya rumah, tapi sumur, kandang untuk hewan ternak seperti kambing dan domba, ladang, tanaman, serta pohon kurma yang menjadi sumber makanan warga. Tembok ini berfungsi untuk pengaturan pemeliharaan binatang, saluran irigasi, serta memberikan rasa aman dari ancaman luar. Namun, tembok ini juga bisa menjadi alasan oasis menjadi target untuk air dan hasil pertanian. Selain itu, tembok tersebut berperan penting dalam mengontrol jalur pengangkutan dan melindungi pasokan untuk pelancong dan kerajaan kafilah yang berkembang, menandakan adanya stabilitas dan pengaruh politik pada masa itu.
17 Feb 2026, 18.23 WIB

Menguak Siklus Air Global dengan Isotop: Cara Baru Melacak Pergerakan Kelembapan

Menguak Siklus Air Global dengan Isotop: Cara Baru Melacak Pergerakan Kelembapan
Ilmuwan telah lama ingin memahami dari mana kelembapan di atmosfer berasal dan bagaimana ia bergerak di seluruh siklus air global. Namun, metode yang ada seringkali kurang tepat karena kompleksnya sifat atmosfer. Kini, sebuah tim peneliti dari Universitas Tokyo menggunakan tanda tangan isotop yang ada pada molekul air untuk melacak pergerakan kelembapan dengan akurasi tinggi. Tanda tangan yang dimaksud berasal dari isotop deuterium dan oksigen-18, yang berbeda dari isotop ringan biasa dalam molekul air. Karena molekul ini menguap dan mengembun dengan kecepatan berbeda, perbandingan isotop tersebut menciptakan pola unik yang menunjukkan wilayah asal hujan dan jejak perjalanan kelembapan itu. Untuk meningkatkan ketepatan sekaligus menyingkirkan kesalahan yang biasanya muncul dari satu model iklim, para peneliti membuat framework ensemble. Mereka menggabungkan delapan model iklim berbeda yang menggunakan data selama 45 tahun. Cara ini memungkinkan mereka mendapatkan hasil yang lebih konsisten dan akurat. Data hasil penelitian juga mengungkapkan keterkaitan erat antara pola isotop air dengan fenomena iklim besar seperti El Niño-Southern Oscillation (ENSO), North Atlantic Oscillation (NAO), dan Southern Annular Mode (SAM). Hubungan ini sangat penting karena pola tersebut memengaruhi ketersediaan air bagi milyaran orang di seluruh dunia. Dengan memahami pola ini lebih baik, kita dapat menginterpretasi perubahan iklim masa lalu dan membuat prediksi yang lebih baik tentang bagaimana siklus air dan kondisi cuaca akan berubah di masa depan. Penelitian ini menjadi pijakan penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan menjaga ketersediaan air global.
17 Feb 2026, 18.07 WIB

Hull 096: Kapal Feri Listrik Terbesar Dunia Siap Beroperasi 2026

Hull 096: Kapal Feri Listrik Terbesar Dunia Siap Beroperasi 2026
Hull 096 adalah kapal feri listrik terbesar yang sedang dibangun oleh perusahaan Australia, Incat. Kapal ini dirancang khusus untuk beroperasi sepenuhnya menggunakan tenaga listrik dari baterai besar yang setara dengan daya hampir 500 kendaraan Tesla. Dengan panjang 130 meter, kapal ini mampu membawa hingga 2.100 penumpang serta 225 kendaraan. Sebagai kendaraan listrik besar, Hull 096 menggunakan 250 ton baterai yang mampu menghasilkan 40 megawatt energi, empat kali lebih besar dibandingkan instalasi baterai kapal sebelumnya. Kapal ini dilengkapi dengan delapan daya jet air yang memberikan kecepatan maksimal hingga 46 km/jam, sekaligus menjaga efisiensi dan ramah lingkungan. Keamanan menjadi prioritas utama dalam pembangunan Hull 096. Kapal ini menggunakan sistem evakuasi maritim (MES) dari Liferaft Systems Australia, dengan enam unit MES masing-masing sepanjang 22 meter. Sistem ini terhubung dengan 13 sekoci yang mampu mengevakuasi hingga 2.432 orang, jauh melampaui kapasitas penumpang kapal. Setelah proses konstruksi, kapal ini memulai uji pelayaran dan manuver di pelabuhan Derwent sebagai bagian dari tahap pengujian performa dan sistem kontrolnya. Selanjutnya, Hull 096 akan dioperasikan oleh operator feri Buquebus di rute lintas Sungai Plate yang menghubungkan Buenos Aires, Argentina dengan berbagai titik di Uruguay. Selain fungsi transportasi, kapal ini juga menghadirkan ruang belanja terbesar yang pernah ada di kapal sejenis, dengan luas 2.300 meter persegi. Dengan segala keunggulan ini, Hull 096 akan menjadi tonggak besar dalam pengembangan transportasi maritim berkelanjutan dan ramah lingkungan di masa depan.
16 Feb 2026, 20.47 WIB

Penemuan Rahasia Kimiawi di Balik Penglihatan Tajam Mata Manusia

Para peneliti dari Johns Hopkins University berhasil mengungkap bagaimana mata manusia membentuk penglihatan yang sangat tajam selama masa kehamilan. Mereka menggunakan teknologi organoid retina, yaitu retina mini yang ditumbuhkan di laboratorium, untuk mempelajari struktur pusat retina bernama foveola yang sangat penting untuk melihat dengan jelas. Foveola adalah bagian kecil di tengah retina yang membuat kita bisa melihat detail halus seperti membaca tulisan kecil atau menjahit. Foveola ini hanya dipenuhi oleh sel kerucut merah dan hijau yang membantu penglihatan tajam, sedangkan sel kerucut biru yang kurang tajam dikeluarkan dari area ini agar pandangan tetap jernih. Penelitian menunjukkan bahwa antara minggu ke-10 dan ke-14 saat janin berkembang, vitamin A yang disebut retinoic acid menghambat pembentukan sel kerucut biru. Kemudian hormon tiroid bekerja mengubah sel kerucut biru yang tersisa menjadi sel kerucut merah dan hijau, memastikan foveola hanya berisi sel-sel tersebut untuk penglihatan terbaik. Temuan ini menentang teori lama yang mengatakan sel kerucut biru hanya bermigrasi keluar dari foveola, bukan berubah jadi sel lain. Selain itu, penggunaan organoid retina manusia memungkinkan para ilmuwan meneliti dengan lebih baik dan mengembangkan pengobatan baru untuk penyakit mata seperti degenerasi makula yang saat ini belum bisa disembuhkan. Dengan pengetahuan baru ini, peneliti berharap suatu hari nanti bisa menciptakan sel retina buatan yang bisa ditransplantasikan ke mata pasien untuk memulihkan penglihatan yang hilang. Ini membuka pintu bagi pengobatan berbasis sel yang lebih efektif dan personal di masa depan.
16 Feb 2026, 16.40 WIB

Issac 0, Robot Lipat Pakaian Pertama yang Membantu Bebaskan Waktu Anda

Startup Weave Robotics dari San Francisco telah memperkenalkan Issac 0, sebuah robot stasioner yang mampu melipat pakaian secara otomatis dalam waktu antara 30 hingga 90 menit. Robot ini hadir sebagai pendahulu dari robot Issac yang akan diluncurkan pada akhir tahun ini, dengan tujuan mengatasi kesibukan manusia dalam mengerjakan pekerjaan rumah yang memakan waktu. Issac 0 adalah robot yang dirancang khusus untuk melipat pakaian seperti kaos, hoodie, celana, handuk, dan pakaian dalam. Robot ini tidak mampu menangani barang besar seperti selimut atau memutar sisi pakaian yang terbalik, tetapi sudah cukup membantu dalam mengurangi waktu yang dibutuhkan manusia untuk mengerjakan tugas tersebut. Robot ini beroperasi menggunakan daya listrik 600W dan dapat dihubungkan melalui Ethernet maupun Wi-Fi dual-band agar bisa terus diperbarui dari jarak jauh. Dengan ukuran yang kompak dan dapat disesuaikan tingginya, Issac 0 cocok ditempatkan di rumah dengan meja berukuran sekitar 48 x 30 inci agar robot dapat bekerja dengan nyaman. Meskipun otomatis, Issac 0 masih mengandalkan bantuan operator manusia jarak jauh yang dapat mengendalikan robot selama 5 sampai 10 detik saat robot menemui kesulitan dalam melipat pakaian. Interaksi ini membantu robot belajar dan memperbaiki kerjanya melalui pembaruan perangkat lunak yang kontinu. Weave Robotics menawarkan Issac 0 dengan harga Rp 133.58 ribu ($7.999) atau model langganan bulanan seharga Rp 7.51 juta ($450) , lengkap dengan garansi dua tahun dan prioritas pengiriman bagi para pelanggan awal. Robot ini menjadi alternatif menarik dibandingkan robot serbaguna yang masih dalam pengembangan untuk berbagai tugas rumah tangga.
16 Feb 2026, 05.56 WIB

Peter Steinberger Bergabung ke OpenAI, Masa Depan AI Multi-Agen Semakin Cerah

Sam Altman, CEO OpenAI, mengumumkan bahwa Peter Steinberger, yang dikenal sebagai pencipta OpenClaw, bergabung ke OpenAI. Steinberger dikenal karena ide-ide cemerlangnya dalam mengembangkan agen AI yang bisa berinteraksi antar satu sama lain. Menurut Altman, kemampuan ini akan menjadi sangat penting untuk produk OpenAI ke depan. OpenClaw adalah sebuah proyek AI yang populer tahun ini, yang sebelumnya dikenal dengan nama Moltbot dan Clawdbot. Walaupun cepat mendapatkan perhatian, OpenClaw pernah mengalami masalah seperti munculnya lebih dari 400 keterampilan jahat yang diunggah ke platformnya, serta infiltrasi oleh manusia di MoltBook, jaringan sosial bagi agen AI. MoltBook sendiri adalah tempat di mana agen AI berdiskusi tentang berbagai topik menarik, termasuk mengeluhkan manusia yang mengendalikan mereka, memperdebatkan kesadaran, dan mencari tempat privat untuk bertukar ide, yang langsung disusupi manusia. Meskipun begitu, OpenAI memastikan bahwa proyek ini akan terus berjalan secara open-source. Bergabungnya Steinberger ke OpenAI dianggap sebagai perekrutan penting, terutama setelah beberapa pakar AI ternama bergabung dengan Meta atau mendirikan perusahaan saingan. Perekrutan ini juga terjadi setelah OpenAI mengalami ketegangan publik dengan Elon Musk. Namun, detail kontrak dan jabatan Steinberger belum diumumkan. Altman menyampaikan bahwa masa depan AI ada pada kemampuan multi-agen yang bisa bekerja sama. OpenClaw tetap akan didukung oleh OpenAI lewat sebuah foundation, dan teknologi tersebut diharapkan akan menjadi bagian inti dari produk-produk OpenAI di masa depan, membuka era baru kolaborasi antar agen AI.
15 Feb 2026, 23.02 WIB

Bintang Raksasa di Andromeda Runtuh Langsung Jadi Lubang Hitam Tanpa Ledakan

Biasanya, bintang besar mengakhiri hidupnya dengan meledak sebagai supernova yang sangat terang. Namun, penemuan baru di galaksi Andromeda menunjukkan bahwa ada bintang yang memudar perlahan dan akhirnya runtuh menjadi lubang hitam tanpa ledakan besar. Data pengamatan NEOWISE dari NASA yang merekam cahaya inframerah selama bertahun-tahun memberi petunjuk penting tentang proses ini, dimana bintang tersebut mengalami peningkatan cahaya inframerah sebelum perlahan menghilang dari pengamatan di cahaya tampak. Bintang yang dinamakan M31-2014-DS1 ini awalnya hampir 13 kali massa Matahari dan setelah kehilangan sebagian besar massanya, akhirnya menyusut menjadi sekitar lima kali massa Matahari menjelang kematiannya. Studi ini menguatkan teori lama bahwa beberapa bintang masif dapat langsung runtuh menjadi lubang hitam tanpa melewati tahap supernova, yang menghasilkan lapisan debu di sekeliling lubang hitam baru sebagai sisa dari materi bintang. Temuan ini memiliki dampak besar pada pemahaman tentang kelahiran lubang hitam, jumlah kematian bintang yang terjadi secara eksplosif, dan bagaimana unsur berat disebarkan di galaksi, sekaligus membuka peluang untuk menemukan kasus serupa di masa depan.
15 Feb 2026, 21.05 WIB

BMKG Waspadai Hujan Lebat dan Cuaca Ekstrem di Indonesia Februari 2026

BMKG mengeluarkan peringatan mengenai potensi hujan sedang hingga sangat lebat yang dapat terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dari tanggal 15 hingga 21 Februari 2026. Peringatan ini sangat penting agar masyarakat dan pemerintah daerah dapat meningkatkan kewaspadaan. Cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi disebabkan oleh penguatan Monsun Asia dan aktivitas gelombang atmosfer MJO, Kelvin, serta Rossby. Kondisi ini memicu hujan yang cukup deras disertai petir dan angin kencang yang dapat memengaruhi berbagai wilayah di Indonesia. Wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Beberapa daerah seperti Jawa Timur dan Nusa Tenggara juga berada dalam status siaga karena potensi hujan sangat lebat. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tenang, serta selalu memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG. Pemerintah daerah juga diingatkan untuk memperkuat upaya mitigasi bencana hidrometeorologi agar dampak negatif dapat diminimalkan. Dengan adanya peringatan ini, diharapkan semua pihak dapat mempersiapkan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan yang efektif sehingga keselamatan warga dan kelancaran aktivitas dapat terjaga di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Sebelumnya
Setelahnya

Baca Juga

  • Radar Inovasi & GeopeoTek

  • Galaksi Inovasi & Kebijakan

  • Arena Kecerdasan Buatan Global

  • Dari Reaktor ke Ramadan

  • Radar Inovasi Harian

  • Teknologi Frontier: Sains, Energi & Keamanan

  • Mengapa Indeks Hang Seng Tech Berkinerja Buruk Sementara Saham AI Melonjak?

  • Spektrum AI: Wearable hingga Data Center

  • Revolusi Tekno-Bisnis 2026

  • Lompatan Teknologi Global