Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Sorotan Inovasi Global: Sains & Teknologi

Share

Kumpulan berita ini menghadirkan terobosan dan perkembangan terkini dalam sains dan teknologi, mulai dari material canggih dan energi terbarukan, penelitian biomedis, robotika, hingga penemuan astronomi dan pemantauan cuaca. Ada juga sorotan khusus pada inovasi lokal di Indonesia dan isu lingkungan global.

15 Feb 2026, 20.15 WIB

Peluncuran Berhasil, SpaceX Bawa Empat Awak ke Stasiun Luar Angkasa ISS

Peluncuran Berhasil, SpaceX Bawa Empat Awak ke Stasiun Luar Angkasa ISS
Pada tanggal 13 Februari 2026, roket SpaceX Falcon 9 berhasil meluncur dari Cape Canaveral, Amerika Serikat, membawa empat awak internasional menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Misi ini adalah bagian dari kerjasama NASA dan SpaceX untuk menjelajahi luar angkasa dengan menggunakan teknologi roket terbaru. Keempat awak terdiri dari dua astronot NASA asal Amerika Serikat, satu astronot dari Prancis, dan satu kosmonot Rusia. Mereka akan menjalankan misi selama delapan bulan di ISS untuk melakukan berbagai penelitian ilmiah dalam kondisi mikrogravitasi yang hanya bisa ditemukan di ruang angkasa. Roket Falcon 9 yang digunakan terdiri dari dua tahap dan dilengkapi dengan kapsul otonom bernama 'Freedom'. Peluncuran berlangsung sekitar pukul 05.15 waktu setempat dan disiarkan langsung oleh NASA bersama SpaceX sehingga publik bisa menyaksikan pemandangan dramatis peluncuran roket yang melesat ke langit pagi. Setelah sembilan menit, tahap kedua roket mencapai kecepatan sekitar 27.360 km/jam dan melepaskan kapsul Crew Dragon menuju orbit. Tahap pertama roket yang dapat digunakan ulang dengan selamat mendarat kembali di Cape Canaveral, menandai sukses besar dalam usaha mengurangi biaya peluncuran luar angkasa. Perjalanan ke ISS diperkirakan memakan waktu sekitar 34 jam dan keempat awak akan tiba pada sore hari tanggal 14 Februari 2026. Misi ini menandai penerbangan panjang ke-12 NASA ke ISS dengan kendaraan SpaceX, memperlihatkan kemajuan teknologi dan kolaborasi internasional dalam menjelajah ruang angkasa.
14 Feb 2026, 19.45 WIB

Riset Domestikasi Betta Burdigala untuk Selamatkan Ikan Endemik Bangka Belitung

Riset Domestikasi Betta Burdigala untuk Selamatkan Ikan Endemik Bangka Belitung
Populasi ikan Betta burdigala yang merupakan ikan endemik dari Bangka Belitung semakin menurun karena tekanan dari lingkungan dan eksploitasi yang berlebihan. Kondisi ini membuat banyak pihak merasa khawatir terhadap masa depan ikan ini yang semakin langka di habitat aslinya. Untuk mengatasi masalah ini, BRIN bersama dengan Universitas Bangka Belitung melakukan riset domestikasi dan pengawasan keragaman genetik ikan Betta burdigala. Kerjasama ini menjadi langkah awal dalam melindungi dan memulihkan populasi ikan tersebut. Ikan Betta burdigala kini sudah masuk dalam kategori sangat terancam punah menurut daftar merah IUCN, sehingga tindakan nyata seperti pemeliharaan dan pemijahan di lingkungan terkendali sangat diperlukan agar stok ikan ini bisa bertambah kembali. Riset yang dilakukan akan terus mengawasi bagaimana efek dari kegiatan hatchery dan program restocking terhadap keberadaan ikan ini di alam melalui pemantauan genetik. Hal ini penting supaya populasi ikan tetap sehat dan bervariasi secara genetik. Kolaborasi antara BRIN, Universitas Bangka Belitung, dan mitra lain bertujuan untuk memperkuat riset berbasis inovasi yang tidak hanya melindungi ikan Betta burdigala tetapi juga mendukung kesejahteraan masyarakat serta kemandirian pangan di Indonesia.
14 Feb 2026, 14.41 WIB

Telkomsel dan Muslim Pro Hadirkan Paket Bundling Mudahkan Ibadah Ramadan

Telkomsel dan Muslim Pro Hadirkan Paket Bundling Mudahkan Ibadah Ramadan
Telkomsel bekerja sama dengan aplikasi Muslim Pro untuk menyediakan paket bundling eksklusif yang dapat diakses melalui aplikasi MyTelkomsel. Inisiatif ini memungkinkan pelanggan untuk mengakses layanan keagamaan sehari-hari secara mudah dan praktis dengan satu langkah di aplikasi yang sama. Muslim Pro sendiri adalah platform global yang membantu umat Muslim menjalankan ibadah melalui berbagai fitur, mulai dari jadwal salat, pengingat azan, hingga Al-Qur'an digital dan doa harian yang semuanya tersedia secara gratis. Ada juga fitur premium yang menambah pengalaman seperti pemutaran audio tilawah offline dan terjemahan tambahan. Menurut Lesley Simpson, VP Digital Lifestyle Telkomsel, kolaborasi ini mendukung komitmen Telkomsel yang ingin melayani pelanggan dengan sepenuh hati, khususnya saat Ramadan. Fitur ini diharapkan bisa membantu umat Muslim fokus beribadah dengan mudah, cepat, dan nyaman. CEO Muslim Pro, Nafees Khundker, menyatakan bahwa kemitraan ini membuat layanan Muslim Pro menjadi lebih mudah dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia, mengajak pengguna untuk menjaga keterhubungan spiritual secara berkelanjutan tanpa tekanan dan sesuai dengan ritme hidup masing-masing. Paket bundling ini sudah tersedia di MyTelkomsel dengan harga yang terjangkau, termasuk kuota internet. Pelanggan dapat dengan mudah mengaktifkan dan mengelola layanan ini secara langsung melalui aplikasi, menjadikan pengalaman beribadah di bulan Ramadan lebih optimal.
14 Feb 2026, 02.54 WIB

Titan Terbentuk dari Tabrakan Bulan, Jelaskan Asal Cincin Saturnus

Titan Terbentuk dari Tabrakan Bulan, Jelaskan Asal Cincin Saturnus
Para peneliti dari SETI Institute menemukan bahwa bulan terbesar Saturnus, Titan, kemungkinan besar terbentuk dari tabrakan dua bulan yang lebih kecil di masa lalu. Penemuan ini muncul dari simulasi komputer yang menghubungkan beberapa misteri lama, termasuk usia muda cincin Saturnus dan orbit unik Titan. Misi NASA Cassini yang berakhir dengan pengumpulan data gravitasi Saturnus menunjukkan planet tersebut memiliki distribusi massa yang lebih terkonsentrasi di pusat dibandingkan yang diperkirakan. Ini berpengaruh pada pengetahuan kita tentang gerakan lambat sumbu rotasi Saturnus yang dikenal sebagai presesi. Sebelumnya diperkirakan bahwa presesi Saturnus cocok dengan Neptunus, memunculkan teori bahwa ada bulan ekstra yang hilang, yang mungkin juga menjadi sumber cincin Saturnus. Namun, simulasi baru menunjukkan bahwa bulan ekstra ini lebih mungkin bertabrakan dan bergabung dengan Titan daripada hanya diusir begitu saja. Bulan kecil Hyperion yang berputar tidak menentu dan terkunci dalam resonansi dengan Titan memberikan petunjuk penting. Penemuan bahwa resonansi ini relatif muda mendukung ide merger dua proto-bulan yang menghasilkan Titan dan fragmentasi yang menciptakan Hyperion dan dinamika orbit bulan lainnya seperti Iapetus. Selain menjelaskan asal Titan, hasil studi ini juga menawarkan penjelasan baru tentang pembentukan cincin Saturnus. Ketidakstabilan orbit akibat resonansi Titan memicu tumbukan antar bulan dalam yang menghasilkan puing-puing es yang membentuk cincin, dan misi NASA Dragonfly pada tahun 2034 diharapkan dapat membuktikan teori ini secara langsung.
13 Feb 2026, 18.00 WIB

Perbedaan Jadwal Hilal Antara Kemenag dan Observatorium Bosscha untuk Ramadan 2026

Perbedaan Jadwal Hilal Antara Kemenag dan Observatorium Bosscha untuk Ramadan 2026
Kementerian Agama Republik Indonesia telah menjadwalkan pengamatan hilal untuk menentukan awal Ramadan 2026 pada tanggal 17 Februari. Pengamatan ini menjadi bagian dari sidang isbat yang secara resmi menetapkan awal bulan suci bagi umat Islam di Indonesia. Namun, Observatorium Bosscha di Institut Teknologi Bandung menyatakan hilal tidak mungkin terlihat pada tanggal 17 Februari karena posisi Bulan sudah terbenam sebelum Matahari terbenam, sehingga mereka berencana melakukan pengamatan hilal pada tanggal 18 Februari 2026. Menurut data astronomis dari Observatorium Bosscha, ketinggian Bulan saat Matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia masih berada di bawah ufuk dengan kisaran antara -1,5 hingga -3,0 derajat pada 17 Februari, sehingga pengamatan hilal secara visual tidak memungkinkan. Observatorium Bosscha selama ini rutin melakukan pengamatan bulan sabit muda tiap bulan dan menjadi salah satu rujukan penting bagi Kementerian Agama dan masyarakat umum dalam menetapkan awal bulan Hijriah, termasuk Ramadan. Meski demikian, keputusan resmi mengenai penetapan awal Ramadan tetap berada di tangan pemerintah melalui Kementerian Agama dalam sidang isbat, yang bisa mempertimbangkan hasil pengamatan, perhitungan astronomis, dan masukan lain yang ada.
13 Feb 2026, 07.35 WIB

Cara Mudah Menghapus Iklan Mengganggu di HP Tanpa Aplikasi Tambahan

Iklan sering kali tiba-tiba muncul di ponsel dan membuat pengguna merasa terganggu karena muncul tiba-tiba bahkan bisa membawa virus yang berbahaya. Hal ini menjadi masalah umum yang dialami banyak pengguna ponsel saat menggunakan browser atau aplikasi lain. Salah satu penyebab utama munculnya iklan adalah aplikasi pihak ketiga yang terpasang di ponsel. Oleh karena itu, salah satu cara efektif untuk menghilangkan iklan adalah dengan menghapus aplikasi tersebut dari ponsel Anda. Selain itu, ada layanan seperti Glance yang menampilkan iklan di wallpaper ponsel. Layanan ini biasanya bekerja sama dengan berbagai aplikasi untuk menayangkan iklan dalam jumlah besar, sehingga perlu pengaturan yang tepat agar iklan tersebut tidak muncul lagi. Pengguna juga bisa menghapus iklan melalui pengaturan yang tersedia di ponsel, seperti mengubah setting di MiUI System Ads atau mematikan iklan melalui aplikasi Tema. Cara ini tidak memerlukan aplikasi tambahan sehingga lebih aman dan mudah dilakukan. Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, pengguna diharapkan dapat menghilangkan gangguan iklan dari ponselnya sehingga penggunaan ponsel menjadi lebih nyaman dan terhindar dari risiko keamanan yang mungkin ditimbulkan oleh iklan berbahaya.
13 Feb 2026, 05.07 WIB

Komet Antarbintang 3I/ATLAS Ungkap Molekul Organik Penyebar Kehidupan

Pada tahun 2025, sebuah komet antarbintang bernama 3I/ATLAS melintas dekat wilayah tata surya kita dan berhasil diamati oleh teleskop luar angkasa NASA yang bernama SPHEREx. Komet ini dikenal sebagai pengunjung langka dari luar sistem tata surya dan memiliki kecepatan tinggi saat melewati Bumi. Teleskop SPHEREx yang baru diluncurkan pada Maret 2025 mampu merekam molekul-molekul organik yang dilepaskan oleh komet seperti metanol, sianida, dan metana. Molekul-molekul ini merupakan bahan dasar kimia yang penting untuk proses kehidupan, walaupun juga bisa terbentuk dari proses non-biologis. Saat komet mendekati Matahari, es yang ada di permukaannya menguap dan menghasilkan gas yang membentuk lapisan kabut di sekitar komet. Proses ini juga menyebabkan komet bercahaya lebih terang dan melepaskan senyawa karbon yang tersimpan di dalamnya. Penemuan molekul organik pada 3I/ATLAS mendukung teori bahwa komet dapat berperan dalam menyebarkan bahan-bahan pembentuk kehidupan di berbagai bagian alam semesta, termasuk kemungkinan membawa bibit kehidupan ke Bumi di masa lalu. Saat ini, komet 3I/ATLAS sedang menuju kedekatan dengan Jupiter, di mana wahana antariksa NASA, Juno, akan melakukan pengamatan terakhir sebelum komet ini meninggalkan sistem tata surya kita untuk selamanya.
12 Feb 2026, 09.27 WIB

Cara Kerja dan Harga Koin TikTok untuk Dukung Kreator Live Streaming

TikTok kini memiliki sistem koin yang bisa dibeli langsung di aplikasi oleh para penggunanya. Koin ini digunakan untuk membeli hadiah yang bisa diberikan kepada kreator saat mereka melakukan live streaming. Dengan cara ini, pengguna dapat mendukung kreator favorit mereka secara langsung. Harga koin di TikTok bervariasi tergantung paket yang dipilih. Contohnya, satu koin dihargai sekitar Rp 140, namun ada juga paket dengan harga Rp 19.000 yang berisi 70 koin, sehingga harga per koin menjadi berbeda. Harga ini juga bisa berubah sesuai kebijakan TikTok di tiap wilayah. Hadiah yang diberikan kepada kreator melalui koin tersebut nantinya bisa ditukar menjadi uang tunai. Namun, nilai uang tunai yang diterima kreator tidak sama dengan harga beli koin karena aplikasi memberikan potongan biaya layanan saat kreator menarik dana tersebut. Pengguna TikTok dapat dengan mudah mengecek berapa koin yang mereka miliki serta membelinya langsung melalui aplikasi. TikTok menyediakan menu khusus untuk memudahkan pengguna melakukan hal ini sehingga sistem hadiah menjadi lebih transparan dan mudah diakses. Sistem koin ini diharapkan mendorong interaksi yang lebih baik antara kreator dan pengikutnya, sekaligus memberikan sumber penghasilan tambahan bagi para kreator. Meski demikian, pengguna perlu memahami berbagai faktor yang memengaruhi harga dan nilai koin agar dapat memanfaatkannya secara optimal.
12 Feb 2026, 07.00 WIB

EPA AS Cabut Aturan Emisi Gas Rumah Kaca, Dampak Serius Iklim Disorot

EPA Amerika Serikat telah mencabut sebuah aturan penting yang sejak 2007 menetapkan gas rumah kaca sebagai ancaman terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Hal ini memungkinkan pemerintah untuk melonggarkan batas emisi gas karbon yang biasanya diatur ketat, terutama pada kendaraan bermotor seperti mobil dan truk. Keputusan ini menimbulkan kekhawatiran besar dari para ilmuwan dan aktivis lingkungan karena dapat memperburuk krisis perubahan iklim. Endangerment finding merupakan dasar hukum dalam menetapkan regulasi untuk mengurangi pencemaran gas rumah kaca selama hampir dua dekade. Dengan dihapusnya aturan ini, EPA kini dapat mengurangi pembatasan emisi yang selama ini diterapkan kepada berbagai sektor seperti transportasi dan kelistrikan. Beberapa analis memperkirakan kebijakan ini akan meningkatkan emisi jutaan ton karbon yang merusak atmosfer dan mempercepat efek pemanasan global. Kepala EPA, Lee Zeldin, menyatakan bahwa pencabutan aturan ini bertujuan menghilangkan regulasi berlebihan yang dianggap menghambat ekonomi negara. Namun, banyak ilmuwan terkemuka dari berbagai universitas dan lembaga menyatakan bahwa keputusan tersebut tidak berdasar pada ilmu pengetahuan yang valid dan bertentangan dengan fakta ilmiah yang sudah lama diterima tentang perubahan iklim akibat aktivitas manusia. Langkah ini juga merupakan bagian dari kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump yang menarik AS dari Kesepakatan Paris serta membuka lahan publik untuk eksplorasi minyak dan batu bara. Keputusan dan kebijakan tersebut mendapat kecaman dari komunitas internasional dan kelompok konservasi lingkungan yang akan menempuh jalur hukum guna membatalkan kebijakan ini melalui pengadilan tinggi. Akan tetapi, sejauh ini rincian lengkap dari perubahan aturan ini belum dipublikasikan secara resmi oleh pemerintah AS. Sementara itu, berbagai pihak mempelajari dan mengantisipasi dampak jangka panjang dari keputusan ini terhadap pengendalian perubahan iklim dan kesehatan masyarakat, yang diyakini akan semakin terancam jika emisi tidak dikendalikan secara ketat.
10 Feb 2026, 23.39 WIB

Roskomnadzor Perketat Blokir Telegram, Pengguna Rusia Alami Gangguan

Regulator komunikasi Rusia, Roskomnadzor, akan mulai memperlambat dan membatasi akses pengguna terhadap aplikasi Telegram mulai hari Selasa. Langkah ini diambil karena Telegram dianggap tidak cukup mencegah penipuan dan aktivitas kriminal di platformnya. Pengguna Telegram di Moskow, seperti Anna, mengalami kesulitan menggunakan aplikasi yang biasanya menjadi alat komunikasi utama mereka dengan teman dan keluarga. Mereka merasa khawatir harus beralih ke aplikasi lain yang kurang populer atau kurang nyaman. Sebelumnya, Roskomnadzor juga sudah membatasi panggilan di Telegram dan WhatsApp. Selain itu, pemerintah Rusia mengharuskan perangkat baru yang dijual di negara itu sudah terpasang aplikasi pesan pesan milik negara bernama Max. Pavel Durov, pendiri Telegram yang berasal dari Rusia, belum memberikan komentar langsung mengenai pembatasan ini, meski dia aktif mengkritik beberapa kebijakan sosial media di Eropa lewat akun Twitternya. Situasi ini menunjukkan semakin ketatnya kontrol pemerintah Rusia terhadap platform komunikasi digital, yang berdampak pada kebebasan berkomunikasi warga serta membuka peluang bagi aplikasi lokal tumbuh di tengah pelemahan aplikasi asing.
Sebelumnya
Setelahnya

Baca Juga

  • Inovasi Global & Dinamika Nusantara

  • Galaksi Inovasi & Kebijakan

  • Dari Reaktor ke Ramadan

  • Radar Inovasi & GeopeoTek

  • Arena Kecerdasan Buatan Global

  • Radar Inovasi Harian

  • Teknologi Frontier: Sains, Energi & Keamanan

  • Mengapa Indeks Hang Seng Tech Berkinerja Buruk Sementara Saham AI Melonjak?

  • Spektrum AI: Wearable hingga Data Center

  • Revolusi Tekno-Bisnis 2026