
Courtesy of InterestingEngineering
Penemuan Rahasia Kimiawi di Balik Penglihatan Tajam Mata Manusia
Memahami mekanisme pembentukan foveola pada retina manusia selama perkembangan janin agar dapat membuka jalan untuk terapi pengobatan penyakit mata seperti degenerasi makula dengan menggunakan organoid retina yang meniru fungsi manusia.
16 Feb 2026, 20.47 WIB
122 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Foveola adalah bagian penting dari retina yang memungkinkan penglihatan tajam.
- Interaksi antara retinoic acid dan hormon tiroid adalah kunci dalam pengembangan sel kerucut warna di foveola.
- Penelitian ini berpotensi membuka jalan bagi terapi sel untuk mengatasi gangguan penglihatan seperti degenerasi makula.
Baltimore, Amerika Serikat - Para peneliti dari Johns Hopkins University berhasil mengungkap bagaimana mata manusia membentuk penglihatan yang sangat tajam selama masa kehamilan. Mereka menggunakan teknologi organoid retina, yaitu retina mini yang ditumbuhkan di laboratorium, untuk mempelajari struktur pusat retina bernama foveola yang sangat penting untuk melihat dengan jelas.
Foveola adalah bagian kecil di tengah retina yang membuat kita bisa melihat detail halus seperti membaca tulisan kecil atau menjahit. Foveola ini hanya dipenuhi oleh sel kerucut merah dan hijau yang membantu penglihatan tajam, sedangkan sel kerucut biru yang kurang tajam dikeluarkan dari area ini agar pandangan tetap jernih.
Penelitian menunjukkan bahwa antara minggu ke-10 dan ke-14 saat janin berkembang, vitamin A yang disebut retinoic acid menghambat pembentukan sel kerucut biru. Kemudian hormon tiroid bekerja mengubah sel kerucut biru yang tersisa menjadi sel kerucut merah dan hijau, memastikan foveola hanya berisi sel-sel tersebut untuk penglihatan terbaik.
Temuan ini menentang teori lama yang mengatakan sel kerucut biru hanya bermigrasi keluar dari foveola, bukan berubah jadi sel lain. Selain itu, penggunaan organoid retina manusia memungkinkan para ilmuwan meneliti dengan lebih baik dan mengembangkan pengobatan baru untuk penyakit mata seperti degenerasi makula yang saat ini belum bisa disembuhkan.
Dengan pengetahuan baru ini, peneliti berharap suatu hari nanti bisa menciptakan sel retina buatan yang bisa ditransplantasikan ke mata pasien untuk memulihkan penglihatan yang hilang. Ini membuka pintu bagi pengobatan berbasis sel yang lebih efektif dan personal di masa depan.
Referensi:
[1] https://www.interestingengineering.com/science/cellular-process-behind-sharp-human-vision
[1] https://www.interestingengineering.com/science/cellular-process-behind-sharp-human-vision
Analisis Ahli
Robert J. Johnston Jr.
"Penelitian ini merupakan langkah penting dalam memahami bagaimana retina manusia terbentuk dan membuka peluang menciptakan terapi sel yang dapat mengatasi kebutaan akibat degenerasi makula."
Analisis Kami
"Penemuan mekanisme kimiawi ini mengubah paradigma lama soal perkembangan retina yang selama ini dianggap statis, dan membuka peluang besar untuk intervensi medis yang lebih presisi. Namun, tantangan ke depan adalah bagaimana mereplikasi kompleksitas organoid retina manusia secara fungsional dan aman untuk terapi klinis."
Prediksi Kami
Dengan kemajuan organoid retina ini, kemungkinan besar di masa depan akan muncul terapi transplan sel retina buatan yang dapat memperbaiki kerusakan penglihatan akibat penyakit seperti degenerasi makula.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang ditemukan oleh peneliti di Universitas Johns Hopkins mengenai foveola?A
Peneliti di Universitas Johns Hopkins menemukan mekanisme seluler baru yang mendasari pengembangan foveola yang bertanggung jawab untuk penglihatan tajam.Q
Bagaimana retinoic acid berperan dalam pengembangan penglihatan tajam?A
Retinoic acid membantu membatasi produksi sel kerucut biru selama pengembangan foveola.Q
Apa peran hormon tiroid dalam proses ini?A
Hormon tiroid memicu konversi sel kerucut biru yang tersisa menjadi sel kerucut merah dan hijau.Q
Mengapa penemuan ini penting untuk pengobatan degenerasi makula?A
Penemuan ini penting karena dapat membantu dalam pengembangan terapi untuk penyakit mata yang tidak dapat disembuhkan seperti degenerasi makula.Q
Apa tujuan dari pengembangan organoid retina di laboratorium?A
Tujuan dari pengembangan organoid retina adalah untuk mereplikasi fungsi mata manusia dengan presisi yang cukup untuk menciptakan sel fotoreseptor yang 'dibuat sesuai pesanan'.




