Bintang Raksasa di Andromeda Runtuh Langsung Jadi Lubang Hitam Tanpa Ledakan
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
15 Feb 2026
95 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Bintang tertentu dapat runtuh menjadi lubang hitam tanpa meledak sebagai supernova.
Data arsip dapat menyimpan informasi penting yang tidak terlihat selama penelitian awal.
Penemuan ini dapat mengubah pemahaman tentang jumlah supernova dan keberadaan lubang hitam di alam semesta.
Biasanya, bintang besar mengakhiri hidupnya dengan meledak sebagai supernova yang sangat terang. Namun, penemuan baru di galaksi Andromeda menunjukkan bahwa ada bintang yang memudar perlahan dan akhirnya runtuh menjadi lubang hitam tanpa ledakan besar.
Data pengamatan NEOWISE dari NASA yang merekam cahaya inframerah selama bertahun-tahun memberi petunjuk penting tentang proses ini, dimana bintang tersebut mengalami peningkatan cahaya inframerah sebelum perlahan menghilang dari pengamatan di cahaya tampak.
Bintang yang dinamakan M31-2014-DS1 ini awalnya hampir 13 kali massa Matahari dan setelah kehilangan sebagian besar massanya, akhirnya menyusut menjadi sekitar lima kali massa Matahari menjelang kematiannya.
Studi ini menguatkan teori lama bahwa beberapa bintang masif dapat langsung runtuh menjadi lubang hitam tanpa melewati tahap supernova, yang menghasilkan lapisan debu di sekeliling lubang hitam baru sebagai sisa dari materi bintang.
Temuan ini memiliki dampak besar pada pemahaman tentang kelahiran lubang hitam, jumlah kematian bintang yang terjadi secara eksplosif, dan bagaimana unsur berat disebarkan di galaksi, sekaligus membuka peluang untuk menemukan kasus serupa di masa depan.
Analisis Ahli
Kishalay De
Penemuan bintang yang memudar perlahan dan berubah menjadi lubang hitam secara langsung menunjukkan bahwa tidak semua bintang masif meledak sebagai supernova.Morgan MacLeod
Dengan kasus M31-2014-DS1 dan NGC 6946, kita mampu mengamati proses pembentukan lubang hitam secara langsung, memberikan wawasan baru tentang akhir hidup bintang.

